Tak Lagi Jabat Menteri, Bambang Brodjonegoro Langsung Digaet Bukalapak Jadi Komisaris Utama

Penunjukan keduanya merupakan hasil rapat umum pemegang saham Bukalapak yang digelar pada Jumat (30/4/2021).

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Mantan Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, diangkat menjadi komisaris utama Bukalapak, platform e-commerce milik EMTEK Group. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, diangkat menjadi komisaris utama Bukalapak, platform e-commerce milik EMTEK Group.

Yenny Wahid, putri presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, juga diangkat menjadi komisaris.

Penunjukan keduanya merupakan hasil rapat umum pemegang saham Bukalapak yang digelar pada Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Selain Kirim Permohonan Ekstradisi, Ini yang Dilakukan Polri untuk Ciduk Jozeph Paul Zhang

Para komisaris dan pemegang saham sepakat menunjuk dua sosok tersebut untuk mengisi jabatan komisaris utama dan komisaris.

Mengomentari penunjukan dirinya, Bambang Brodjonegoro mengatakan antusiasmenya bekerja sama dengan Bukalapak.

Ia mengatakan inovasi dan teknologi merupakan dua hal yang penting untuk UMKM, agar bisa berkembang cepat.

Baca juga: Sejak 2010 Hingga 2020, KKB Lakukan 118 Kasus Kekerasan di Papua, TNI 15, Polri 13

"Inovasi dan teknologi menjadi aspek krusial yang perlu diadopsi oleh UMKM agar bisa berkembang."

"Menjadi bagian dari keluarga besar Bukalapak yang fokus menciptakan akses pasar berbasis teknologi, diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar pada adopsi teknologi di kalangan UMKM."

"Serta inovasi yang mengarah pada transformasi digital dan pertumbuhan UMKM," ujarnya dalam keterangan tertulis BukaLapak, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Bantu Satgas Nemangkawi Tumpas KKB Papua, Densus 88 Tunggu Perintah Kapolri

Sementara, Yenny Wahid mengungkapkan harapannya kepada BukaLapak, agar bisa menciptakan pasar yang strategis untuk UMKM, terutama dalam sektor digital.

Hal itu menurutnya perlu untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Bukalapak telah menciptakan platform pasar strategis bagi UMKM untuk terus tumbuh seiring perkembangan digital."

Baca juga: Polisi Memang Temukan Pembersih WC Saat Geledah Bekas Markas FPI, tapi Tak Dijadikan Barang Bukti

"Dengan bergabung di Bukalapak diharapkan dapat menciptakan sinergi yang melahirkan lebih banyak peluang usaha, untuk membantu UMKM dan mendukung pemulihan ekonomi nasional," tutur Yenny.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Bukalapak Rahmat Kaimuddin juga mengatakan pada 2020 Bukalapak mencatatkan tambahan 4 juta penjual dan mitra Bukalapak.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved