Breaking News:

WADUH! Status 8.000 Peserta Kartu Pra Kerja Gelombang 16 Terancam Dicabut, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, PMO telah mencabut kepesertaan 35.809 orang dari gelombang 12-15 yang tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari

Capture Kompas/geotimes.co.id
Pada Maret 2020 Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi merealisasikan pembagian Kartu Pra Kerja ke masyarakat. Sebanyak lebih dari 8.000 peserta Kartu Prakerja gelombang 16 yang terancam dicabut kepesertaannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak lebih dari 8.000 peserta Kartu Prakerja gelombang 16 yang terancam dicabut kepesertaannya.

Hal itu diungkapkan oleh Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja.

Di mana kurang dari 5 jam sebelum batas akhir pembelian pertama bagi peserta Kartu Prakerja gelombang 16 dan masih ada lebih dari 8.000 orang yang terancam dicabut kepesertaannya.

Baca juga: PNS Makassar Punya Harta Rp56 M, Mobil Ford Mustang dan Ribuan Meter Tanah, Siapakah Irwan Rusfiady?

Baca juga: Sewa Jet Pribadi, Miliarder India Kabur dari Negaranya karena Lonjakan Covid-19, Segini Biayanya

Baca juga: Cerita SBY Berada 1 Jam di Kapal Selam, Bayangkan jika Berbulan-bulan, Beri Hormat ke Tentara Kita

"Sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 11 tahun 2020, dijelaskan bila penerima Kartu Prakerja tidak melakukan pemilihan Pelatihan dalam jangka waktu 30 hari, maka penerima Kartu Prakerja dicabut kepesertaannya," kata Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu kepada wartawan, Kamis (29/4/2021) dikutip dari Kontan.

Adapun batas akhir pembelian pelatihan pertama bagi penerima kartu prakerja gelombang ke-16 adalah hari ini (29/4/2021) pukul 23.59 WIB.

Melihat ini, Louisa pun mengingatkan para peserta untuk segera melakukan pembelian pelatihan pertama.

"Kami mengimbau mereka untuk segera melakukan pembelian pelatihan di salah satu dari 7 platform digital yang dapat diakses melalui dashboard peserta," terang Louisa.

Sebelumnya, PMO telah mencabut kepesertaan 35.809 orang dari gelombang 12-15 yang tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak mereka ditetapkan sebagai peserta Program Kartu Prakerja.

Seperti diketahui, peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 3,55 juta.

Bila dirinci, dana pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan dan insentif survei sebesar Rp 50.000 untuk tiga kali survei.

Baca juga: Viral Oknum Anggota Polsek Kalasan Komentar Negatif Tragedi KRI Nanggala 402, Langsung Dipidana

Hotman Paris akan Biayai Sekolah Anak yang Sempat Larang Ayahnya untuk Bertugas di KRI Nanggala 402

Baca juga: Singgung Nama Wagub DKI, Pengacara Habib Rizieq Sebut Penting Dihadirkan di Persidangan, Ini Katanya

Siapkan Berkas untuk Gelombang 17

Halaman
1234
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved