Kecelakaan Alutsista

KISAH Danseskoal Alami Blackout di KRI Nanggala-402, Kapal Turun 90 Meter Hanya dalam Waktu 10 Detik

Saat itu, tutur Iwan, situasi blackout terjadi pada tengah malam, saat dirinya sedang beristirahat di tempat tidur bertingkat.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto saat konferensi pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (27/4/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto menceritakan pengalamannya mengalami mati listrik (blackout), saat menjadi awak KRI Nanggala-402.

Hal itu disampaikan Iwan saat konferensi pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (27/4/2021).

"Saya waktu mengawaki Nanggala pun pernah mengalami hal yang serupa, namanya blackout," kata Iwan.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Melonjak Drastis Jadi 19, Jawa Nihil

Saat itu, tutur Iwan, situasi blackout terjadi pada tengah malam, saat dirinya sedang beristirahat di tempat tidur bertingkat.

Ia pun langsung melompat dari tempat tidur tingkat tiga tersebut.

Situasi saat itu, kata Iwan, kapal selam sudah miring sekitar 45 derajat, dan kondisi hanya lampu darurat yang menyala.

Baca juga: Kolaborasi dengan Tantri Kotak, Groovy Root Beer Ajak Pecinta Musik Ikut Groovy Ramadan Jam

Seketika pula, ia bersama awak lainnya langsung 'merosot' ke bagian buritan kapal.

Palaksa KRI Nanggala-420 tahun 2000-2005 ini menyebut kapal saat itu telah terjun ke dasar laut sekitar 90 meter, hanya dalam waktu 10 detik saat blackout.

"Posisinya adalah yang belakang ini langsung turun sampai (kemiringan) 45 derajat, bisa lebih."

Baca juga: Densus 88 Ciduk Munaman, Polisi Diminta Waspadai Aksi Lone Wolf Pendukung Mantan Sekum FPI

"Langsung (turun) begini, tidak sampai dengan 10 detik itu (kapal turun) sampai dengan 90 meter," ungkap Iwan.

Dalam situasi itu, Iwan lalu memerintahkan awak untuk bergerak menuju haluan atau bagian depan kapal, dengan cara merangkak.

Karena, posisi kapal masih dalam kondisi miring 45 derajat.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: 9 Daerah di Papua, Nias, dan Maluku Tetap Bertahan

Ia pun mengaku hingga kini masih merasakan situasi saat itu.

"Jadi lorong itu kita merangkak, mohon maaf ini, saya merinding," aku Iwan, sembari menghentikan ceritanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved