Lebaran 2021
Ini Harapan Para Porter KAI Stasiun Senen Dua Kali Terdampak Larangan Mudik Lebaran
Suswanto salah satu porter di Stasiun Pasar Senen, bekerja menawarkan jasanya kepada para calo penumpang Kereta Api di Stasiun Senen, Jakarta Pusat.
Penulis: Joko Supriyanto |
WARTAKOTALIVE.COM, PASAR SENEN -- Hampir 18 tahun, Suswanto salah satu porter di Stasiun Pasar Senen, bekerja menawarkan jasanya kepada para calo penumpang Kereta Api di Stasiun Senen, Jakarta Pusat.
Meski usianya tak lagi muda, ia masih cukup bugar.
Saat ditemui, Suswanto terlihat duduk di sekitar bangku tempat para penumpang duduk, dirinya terlihat tengah bercengkrama dengan rekan sesama porter di Stasiun.
Video: Polda Metro Jaya Amankan 115 Mobil Travel Gelap yang Angkut Pemudik
Suasana di sekitar Stasiun memang tak begitu ramai karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun para porter Stasiun terlihat masih bekerja, meski jumlah calon penumpang Kereta tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
Suswanto yang juga sebagai koordinator porter Stasiun menyampaikan bahwa dua tahun sudah dirinya merasakan kondisi pandemi, dan dua kali dirinya akan merasakan dampak dari larangan mudik lebaran seperti halnya tahun lalu.
Bahkan tahun ini menurut Suswanto kondisi jumlah penumpang di Stasiun Pasar Senen lebih sepi.
Baca juga: VIDEO Suasana Stasiun Pasar Senen Jelang Larangan Mudik
Baca juga: Polda Metro Jaya Amankan Puluhan Mobil Travel Gelap yang Nekad Melawan Larangan Mudik
Hal ini karena larangan mudik jauh sebelumnya telah di sosialisasikan kepada masyarakat.
"Kalau sekarang tambah sepi, ya karena posisi kereta jarang juga ya. Mungkin faktor ekonomi juga, masyarakat susah jadi itu kendalanya," kata Suswanto ditemui, Kamis (29/4/2021).
Sejak pandemi tahun pertama hingga tahun kedua, dirinya memilih untuk tetap bertahan menjadi porter di Stasiun Pasar Senen meski penghasilannya turun drastis dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19.
"Ya bertahan karena nggak punya pekerjaan lain lagi. Namanya udah tua kan ya. Mau cari kerja apalagi jadi yang bisa aja kita jalani kita syukuri," katanya.
Baca juga: Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Bakal Bahas Kembali Penggunaan SIKM Selama Larangan Mudik
Sebelum pandemi melanda, dirinya bisa membantu hingga 10 penumpang setiap harinya dengan tarif maksimal Rp 20.000.
Harga disesuaikan dengan jumlah barang yang ada. Namun di pandemi ini dirinya Dalam sehari hanya membantu 2 sampai 3 penumpang.
"Kalau sekarang itu paling buat makan sendiri. Dapat satu saja itu sudah alhamdulillah. Dapat seratus saja itu udah bagus tapi kalo pandemi gini lagi susah banget," ujarnya.
Dikatakan Suswanto, jumlah porter yang terdata di Stasiun Pasar Senen terdapat 175 orang.
Baca juga: Larangan Mudik Berlaku, Terminal Poris Plawad Tangerang Justru Ramai, Tarif Naik Sampai 200 Persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/porter-senen-2904.jpg)