Kamis, 16 April 2026

Bulan Suci Ramadan

Danlantamal III: Berpuasa Tidak Boleh Jadi Alasan Kendor Jalani Perintah Pimpinan

Komandan Lantamal III Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq mengungkapkan ibadah puasa tidak membuat pekerjaan terganggu, apa kiatnya?

Wartakotalive/Junianto Hamonangan
Komandan Lantamal III Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq saat ditemui Wartakotalive di ruangannya di Mako Lantamal III, Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara bicara soal ibadah puasa tidak mengurangi pekerjaan 

WARTAKOTALIVE.COM, PADEMANGAN - Umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia saat ini menjalankan ibadah puasa.

Selama 30 hari kedepan, mereka harus menahan haus dan lapar sembari menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Komandan Lantamal III Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq mengatakan kegiatan ibadah puasa bukan sebuah alasan tidak bekerja secara maksimal. 

Sebagai seorang anggota TNI, sudah sewajarnya untuk melakukan setiap perintah yang diberikan oleh pimpinan meski menunaikan ibadah puasa. 

Baca juga: Waspadai Saat Puasa di Bulan Ramadan, Penderita Gula Rentan Alami Neuropati

“Kita senantiasa lakukan tugas sesuai dengan yang sudah diperintah pimpinan. Meski puasa tapi kita tidak kendor dan kurangi volume pekerjaan,” tegas Farouq, Senin (19/4/2021). 

Justru dengan menjalankan kewajiban umat Islam tersebut sembari tetap beraktivitas, maka segala pekerjaan yang dilakoni tidak akan terasa berat. 

“Dengan melaksanakan pekerjaan akan hilangkan lapar dan haus. Jadi nuansanya lebih hikmat, pas bekerja dengar suara azan,” tuturnya. 

Farouq sendiri memiliki kiatnya tersendiri supaya ibadah puasa yang dijalankan tidak mengganggu tugas maupun perintah dari pimpinan. 

Baca juga: Olahraga di Pagi Hari Saat Berpuasa, Jangan Lupa Perhatikan Hal Ini

Pada saat sahur, jenderal bintang satu itu sengaja makan dalam porsi yang banyak.

Hal itu dilakukan agar dirinya bisa tetap mendapat asupan energi hingga saat nanti berbuka puasa.

“Kalau makan sahur saya kebalikan orang banyak. Kalau yang lain makannya sedikit, saya nggak, saya paksa makan banyak karena harus bekerja, banyak energi terbuang kan,” katanya. 

Selain itu Farouq mengaku dirinya mengonsumsi minum air putih dalam jumlah tertentu agar tidak mengalami dehidrasi ketika berpuasa.  

“Nah pada saat sahur, minumnya kira-kira 4 gelas dan biasanya terakhir pakai air hangat. Kenapa? Untuk meruntuhkan sisa lemak di tenggorakan denga harapan netral, kan biasa jam 10 (mulut) pahit, kita nggak,” ungkapnya. 

Baca juga: Ini Menu Ramadan Berkualitas yang Tidak Bikin Begah Saat Berbuka dan Sahur

Sementara pada saat berbuka puasa, Farouq lebih memilih makan secukupnya. Apalagi waktu makan saat berbuka puasa lebih panjang sehingga tidak perlu terburu-buru. 

“Nggak usah banyak pas buka, secukupnya saja. Setelah salat Mahgrib baru makan berat, habis salat Tarawih baru makan lagi tapi cemilan saja kayak buah,” ujar Farouq. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved