Breaking News:

Ramadan

Waspadai Saat Puasa di Bulan Ramadan, Penderita Gula Rentan Alami Neuropati

penderita diabetes berisiko terkena serangan neuropati selama berpuasa.

Editor: Agus Himawan
Medical News Today
Ilustrasi penyakit diabetes dipicu dari gaya hidup seperti pola makan yang mengandung gula tinggi. 

WARTAKOOTALIVE.COM, JAKARTA - Banyak hal yang perlu diperhatikan selama berpuasa. Satu di antaranya yaitu makanan. Bagi penderita penyakit gula atau diabetes melitus, menentukan jenis, jumlah dan jadwal saat berbuka menjadi utama. 

Apa lagi selama berpuasa, banyak hidangan makanan yang manis lagi berminyak. Tidak makan dan minum seharian bukan berarti penderita diabetes tidak memerhatikan tiga hal di atas. Khawatir kadar gula tidak lagi terkontrol secara baik. 

Selain itu menurut dr Adeputri Tanesha Idhayu, Sp. PD, penderita diabetes berisiko terkena serangan neuropati selama berpuasa. Dimana terjadinya komplikasi yang menyebabkan tangan atau kaki mengalami lemah, nyeri atau mati rasa akibat kerusakan syaraf.

Selain makanan yang tidak terkontrol, dr Ade mengungkapkan ada kebiasaan buruk yang kerap dilakukan penderita diabetes. Yaitu saat berpuasa, pasien meninggalkan konsumsi obat dan insulin karena merasa kadar gula telah terkontrol. 

Baca juga: Kevin Ardilova Akui Banyak Pesan Moril dalam Web Series the Intern

Baca juga: BMW 840i Gran Coupe Golden Thunder Edition Seharga Rp 2,9 Miliar Terjual ke Pembeli Asal Jakarta

"Saat berbuka mengonsumsi berbagai makanan manis. Kurang bisa mengontrol diri sehingga kadargula darah tinggi. Maka akan merasakan nyeri dan kram lebih berat," katanya dalam live streaming Radio Kesehatan, Selasa (20/4/2021).

Oleh karena itu dr Ade memberikan Untuk mengurangi rasa kram, nyeri atau kesemutan yang disebabkan oleh neuropati. Selain tetap konsumsi obat-obatan dan vitamin syaraf, perlu untuk melakukan senam kaki.

Untuk dosis insulin dan obat-obatan yang diminum menurut dr Ade memang memiliki perbedaan dari hari biasanya. Obat yang dikonsumsi pagi dialihkan ke sore hari saat berbuka. Sedangkan obat yang diminum sore dialihkan saat sahur. Sedangkan untuk dosis juga ada diubah.

"Kebutuhan dosis saat sahur dikurangi 20-50% dari dosis sebelumnya. Kalau masih ragu, langsung konsultasikan pada dokter," katanya lagi. Karena, salah pemberian dosis obat pada bulan ramadan dapat beresiko gula darah mengalami penurunan atau sebaliknya. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved