Pemilu 2024

Yusril Setuju Wacana Poros Islam di Pemilu 2024, PBB Bakal Aktif dalam Pertemuan Selanjutnya

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyambut baik kemungkinan dibentuknya poros partai Islam untuk Pemilu 2024.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ketua Umun Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra setuju wacana poros Islam di Pemilu 2024. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyambut baik kemungkinan dibentuknya poros partai Islam untuk Pemilu 2024.

Hal ini dinyatakan Yusril, menyikapi pertemuan dan silaturahmi antara PPP dan PKS, di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang No 82, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021).

"Saya menyambut baik pertemuan PKS dan PPP kemarin, yang mulai membahas pembentukan poros tengah partai-partai Islam."

Baca juga: Polisi Bolehkan Warga Mudik Lebaran Sebelum 6 Mei 2021, Setelah Itu Bangun 333 Titik Pos Penyekatan

"Pemilu masih tiga tahun lagi, namun lebih cepat membahas hal di atas akan lebih baik," ujar Yusril lewat keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Yusril mengungkapkan, dalam pemilu lalu ada tiga partai Islam yang turut serta, yakni PKS, PPP, dan PBB.

Namun karena saat ini hanya PKS dan PPP yang memiliki wakil di DPR, Yusril meminta agar kedua parpol itu berinisiatif membentuk koalisi partai Islam.

Baca juga: DPC Bakal Rapat Akbar Desak MLB PKB, Yenny Wahid dan Menteri Agama Digadang Jadi Pengganti Cak Imin

"Alangkah baiknya jika kedua partai Islam ini mengambil inisiatif untuk membentuk koalisi atau poros tengah partai-partai Islam itu."

"PBB akan ikut aktif dalam pertemuan-pertemuan lanjutan yang nanti akan diadakan," imbuhnya.

Di sisi lain, Yusril mengungkap pihaknya selalu menyambut baik setiap gagasan dan niat untuk menyatukan partai-partai Islam, baik dalam bentuk koalisi, aliansi, bahkan peleburan partai-partai Islam menjadi satu kekuatan.

Baca juga: SEJARAH Logo Partai Demokrat: Ide dari SBY, Cari Bahan Warna Biru Pasukan PBB di Tanah Abang

Namun, dia menilai gagasan besar penyatuan partai Islam memang tidak mudah.

Sebab, partai sering kali terpecah bukan karena masalah fundamental terkait ideologi atau prinsip perjuangan, tetapi karena perbedaan kepentingan politik praktis di lapangan.

Oleh karena itu, Yusril menuturkan, untuk menyatukan partai-partai Islam dapat dimulai dengan pembentukan koalisi partai, yang harus mendapat legitimasi undang-undang, baik UU Parpol maupun UU Pemilu.

Baca juga: Rapat Pleno KPU Sepakat Jadikan Ilham Saputra Ketua Definitif Gantikan Arief Budiman

"Partai-partai Islam bisa saja tampil dengan satu partai koalisi dalam pemilu, katakanlah misalnya diberi nama Partai Koalisi Islam yang terdiri atas beberapa partai Islam peserta Pemilu."

"Tanda gambar peserta pemilunya terdiri atas beberapa partai Islam yang bergabung dalam koalisi itu."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved