Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Abaikan Kaidah Sains dan Tak Taat Aturan, Epidemiolog Minta Pengembangan Vaksin Nusantara Dihentikan

Dicky meminta penelitian dan pengembangan vaksin Nusantara sebaiknya dihentikan, karena tidak tunduk pada aturan regulator, yakni BPOM.

Tribunnews.com
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan lampu hijau uji klinis fase II untuk vaksin Nusantara. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dicky Budiman, epidemiolog dari Universitas Griffith Australia menilai penamaan vaksin Nusantara tidak pas.

"Bahwa label Nusantara hanya namanya saja."

"Pemanfaatan (vaksinnya) tidak bisa pada populasi yang besar," ujar Dicky saat dikonfirmasi, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Rizieq Shihab Raih Gelar Phd dari USIM, Kuasa Hukum: Terima Kasih Polri

Selain itu, penamaan tersebut memberikan kesan vaksin ini menjadi strategi pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Kalau menurut saya harus jelas, (vaksin ini) dari inisiatif pemerintah atau swasta."

"Jika swasta harus jelas sesuai prosedurnya, karena pemerintah mendukung riset yang mengarah pada manfaat kesehatan masyarakat," terangnya.

Baca juga: Tonjolkan Politik Identitas, PAN Ogah Ikut Wacana Poros Islam di Pemilu 2024

Menurutnya, dalam dunia ilmiah, kajian sains harus ditaati.

Jika tidak, selain membahayakan manusia, citra baik suatu negara di mata dunia juga terancam buruk.

"Kaidah sains level nasional saja diabaikan apalagi di level global."

Baca juga: Yusril Setuju Wacana Poros Islam di Pemilu 2024, PBB Bakal Aktif dalam Pertemuan Selanjutnya

"Ini masalah besar, bahwa riset itu menyangkut nyawa hajat hidup orang banyak."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved