Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Kompolnas: Dua Polisi Tersangka Penembak Anggota FPI Harus Jalani Proses Pidana dan Kode Etik

Kata Poengky, jika terbukti pidananya, maka setidaknya kedua tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Dua polisi penembak anggota Front Pembela Islam (FPI) masih berstatus anggota Polri, usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan unlawful killing. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan, dua polisi tersangka penembak anggotanFront Pembela Islam (FPI) harus dipecat, jika terbukti bersalah dalam pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing.

"Jika nantinya terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan dan telah divonis, maka mereka juga akan terancam sanksi pemecatan."

"Sebagai hukuman terberat dari pelanggaran etik," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Polisi Bolehkan Warga Mudik Lebaran Sebelum 6 Mei 2021, Setelah Itu Bangun 333 Titik Pos Penyekatan

Kata Poengky, jika terbukti pidananya, maka setidaknya kedua tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Nantinya, proses etik akan mengikuti proses pidana.

Artinya, proses etik baru bisa diambil setelah ada keputusan berkekuatan hukum tetap di persidangan.

Baca juga: DPC Bakal Rapat Akbar Desak MLB PKB, Yenny Wahid dan Menteri Agama Digadang Jadi Pengganti Cak Imin

"Kedua orang tersebut selain harus menjalani proses pidana, juga akan menjalani proses pemeriksaan kode etik."

"Untuk sanksinya, baik yang proses pidana maupun proses etiknya masih harus menunggu persidangan," paparnya.

Sebelumnya, dua polisi penembak anggota Front Pembela Islam (FPI) masih berstatus anggota Polri, usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan unlawful killing.

"Status masih anggota."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved