Minggu, 10 Mei 2026

Aksi Terorisme

Kepala BNPT: Terorisme Musuh Negara yang Nyata, Seluruh Sumber Daya Harus Diberdayakan

Boy menyebut dalam penanggulangan terorisme, BNPT tidak bisa bekerja sendiri.

Tayang:
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (8/4/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, rencana aksi lembaga/kementerian 2021 merupakan upaya menghadirkan negara dalam upaya nyata penanggulangan terorisme.

Rencana aksi itu juga merupakan bentuk sinergisitas antar-lembaga/kementerian.

"Negara harus hadir dalam upaya penanggulangan terorisme."

Baca juga: Daripada Koar-koar, Polri Sarankan Masyarakat Daftar Jadi Saksi di Kasus Kematian 6 Anggota FPI

"Kehadiran negara dapat meminimalisir masuknya paham radikalisme dan intoleransi pada masyarakat Indonesia," ujar Boy kepada wartawan di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Boy menuturkan itu, dalam rapat koordinasi dalam rangka penandatanganan dokumen kesepakatan rencana aksi kementerian/lembaga dalam program penanggulangan terorisme di Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah Tahun 2021.

Boy menjelaskan, kehadiran negara dalam menanggulangi terorisme dapat dilaksanakan dalam bentuk sinergisitas dan rencana aksi kementerian/lembaga pemerintah yang dikoordinasikan oleh BNPT.

Baca juga: Tiga Polisi yang Jadi Tersangka Berada dalam Satu Mobil Saat Tembak 4 Anggota FPI Hingga Tewas

"Terorisme ini musuh negara yang nyata."

"Untuk itu seluruh sumber daya harus diberdayakan dalam menghadapi terorisme," jelasnya.

Boy menyebut dalam penanggulangan terorisme, BNPT tidak bisa bekerja sendiri.

Baca juga: Kuasai Saham Mayoritas Persis, Kaesang Ingin 50 Persen Pemain Timnas Indonesia Diisi Orang Asli Solo

Perlu ada bantuan sekaligus dukungan dalam menanggulangi terorisme.

"Sinergisitas ini seperti vitamin tambahan dalam penanggulangan terorisme."

"Kalau rencana aksi ini bisa dijalankan dengan simultan, Insyaallah bisa meminimalisir terorisme di Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Ada Program JKP, Pekerja Kena PHK Bakal Dapat Uang Tunai Selama 6 Bulan

Sementara, Deputi V Kementerian Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan HAM Irjen Armed Wijaya menjelaskan sinergisitas lembaga/kementerian sangat penting dalam menanggulangi terorisme.

"Dalam menanggulangi masalah terorisme, harus ada upaya yang sistematis, terstruktur dan masif dari BNPT dan seluruh kementerian/lembaga," ucapnya.

Tiga Indikator Orang Terpapar Radikalisme

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved