Aksi Terorisme
Terduga Teroris Ini Mengaku Rancang Pelemparan Air Keras kepada Polisi, Juga Isi Ilmu Kebal
Bambang Setiono, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri, mengaku pernah merencanakan aksi teror kepada polisi.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bambang Setiono, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri, mengaku pernah merencanakan aksi teror kepada polisi.
Rencana tersebut dibahas bersama sejumlah jemaahnya yang juga tertangkap.
Salah satunya adalah rencana penyiraman air keras terhadap personel kepolisian yang bertugas.
Baca juga: Kompolnas Tak Lihat Ada Polwan Periksa Pengunjung Wanita Saat Zakiah Aini Tebar Teror di Mabes Polri
"Saya ikut mengetahui rencana perencanaan pelemparan air keras Habib Husein Hasmy kepada petugas kepolisian," kata Bambang dalam video pengakuan yang tersebar di awak media.
Dia juga merencanakan pelemparan bom molotov kepada personel kepolisian.
Dia turut terlibat dalam penunjukkan eksekutor yang bakal bertugas melemparkan bom molotov.
Baca juga: Penjual Senjata yang Dipakai Zakiah Aini Dibekuk di Aceh, Polisi Dalami Motif dan Cara Belinya
"Mengetahui penunjukkan sebagai tim eksekutor untuk penyerangan bom lempar kepada anggota kepolisian bersama Jeri, Ahmad Junaidi, Malik, Jati, Noval, Ipul, dan laskar FPI," ungkapnya.
Bambang juga mengaku pernah melakukan sejumlah pertemuan beberapa kali untuk memasang ilmu kebal di Sukabumi.
"Melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di Cibadak Sukabumi."
Baca juga: LOWONGAN Kerja Reporter Tribun Network-Warta Kota, Simak Syaratnya Ya
"Di Ahmad Dimiyati alias Abah Popon bersama Habib Husein Hasni, Zulaimi Agus, Jati, Jeri Junaidi, Ipul, Novan, Malik, Habib Aljufri, Asep Komara, Angga Putra, untuk mengisi ilmu kebal," bebernya.
Bambang pun mengakui terlibat dalam aktivitas yang diduga sebagai tindak pidana teroris di Jakarta-Bekasi.
Selain merakit bom, dia mengaku merencanakan menyerang orang dan toko milik warga keturunan Tionghoa.
Baca juga: MAKI Praperadilankan 5 Kasus Mangkrak di KPK, dari Perkara Bank Century Hingga Bansos Covid-19
Dalam video itu, awalnya dia mengaku sebagai salah satu simpatisan FPI sejak Desember 2020.
"Saya Bambang Setiono mengaku bahwa menjadi simpatis FPI sejak awal Desember 2020."
"Bergabung majelis Latif Alyasin," Akunya.
Baca juga: Polri: Kelompok Teror Sebar Radikalisme Dibungkus Kebebasan Berpendapat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-teroris.jpg)