Selasa, 14 April 2026

Aksi Terorisme

Polri: Kelompok Teror Sebar Radikalisme Dibungkus Kebebasan Berpendapat

Dia menuturkan, pihaknya telah memantau sejumlah orang yang kerap vokal menyuarakan hal tersebut.

Warta Kota
Karopenmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, kelompok teror kerap berkamuflase agar bisa leluasa menyebarkan paham radikalisme secara langsung, maupun melalui media sosial. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, kelompok teror kerap berkamuflase agar bisa leluasa menyebarkan paham radikalisme secara langsung, maupun melalui media sosial.

Caranya, kelompok teror membenturkan demokrasi atau kebebasan berpendapat, jika penyebaran paham yang dianggap radikalisme itu dilarang atau dihentikan.

"Kelompok teror ini pintar, sering berkamuflase mereka, yang didahului dengan narasi radikal mereka sebut sebagai bagian daripada kebebasan berpendapat."

Baca juga: KPK Setop Kasus SP3 BLBI dengan Tersangka Sjamsul dan Itjih Nursalim, MAKI Bakal Gugat Praperadilan

"Ini hal-hal seperti ini sering terjadi sekali," kata Brigjen Rusdi dalam diskusi daring, Minggu (4/4/2021).

Dia menuturkan, pihaknya telah memantau sejumlah orang yang kerap vokal menyuarakan hal tersebut.

Padahal, Polri mengetahui betul latar belakang orang tersebut.

Baca juga: Tak Ada Unsur Perbuatan Penyelenggara Negara Jadi Alasan KPK Setop Kasus BLBI

"Terjadi di masyarakat ketika dia bicara bahwa ini kebebasan berpendapat."

"Padahal kami di Polri tentunya bisa mengetahui latar belakang daripada kelompok-kelompok ini," jelasnya.

Rusdi menegaskan, penindakan aksi teror tidak pernah mengancam demokrasi.

Baca juga: Kelompok Teroris Juga Kerap Manfaatkan Perempuan untuk Merampok, Modusnya Menyamar Jadi Pembantu

Menurutnya, hal itu bukanlah yang menjadi target penindakan Polri.

"Kami ingin menegaskan kembali bahwa penindakan aksi teror tidak mengancam demokrasi."

"Karena suara kritis itu tidak menjadi target sasaran daripada penanganan terorisme," ucapnya.

Baca juga: Polisi Bakal Koordinasi dengan Perbakin Soal KTA Basis Shooting Club Milik Zakiah Aini

Atas dasar itu, Rusdi mengajak semua pihak untuk dapat membangun iklim demokrasi menjadi sehat.

"Tentunya kita sepakat bahwa di Indonesia kita membangun suatu demokrasi yang sehat."

"Demokrasi yang sehat adalah bagaimana demorasi di dalamnya toleransi pun hidup dengan sehat."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved