Breaking News:

Tilang Elektronik

ITW Ingin Kebijakan ETLE Jangan Mempersulit dan Jadi Alat Mendulang Denda Tilang

Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, mengapresiasi Polri yang telah menerapkan tilang elektronik.

Warta Kota/Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mengapresiasi Polri yang telah menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penggunaan kamera baik yang statis dan yang mobile. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mengapresiasi Polri yang telah menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penggunaan kamera baik yang statis dan yang mobile.

Selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, sistem ETLE juga mencegah terjadinya penyelewengan kewenangan di lapangan. 

Sekaligus menyempurnakan program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang melarang petugas melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas atau tilang di jalan raya.

Tetapi ITW mengingatkan agar Korps Lalulintas Polri jangan lupa melakukan koordinasi dengan intansi terkait untuk memastikan identitas yang tercantum di STNK sesuai dengan alamat tempat tinggalnya. 

"Sehingga tidak menimbulkan masalah baru saat proses ETLE  dijalankan, karena surat pemberitahuan pelanggaran ETLE yang dikirimkan belum tentu diterima oleh pelaku pelanggaran lalu lintas," kata Edison kepada Warta Kota, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: VIDEO 30 Kamera ETLE Mobile yang Dilaunching Polda Metro Belum Terkoneksi ke TMC dan Database Ranmor

Baca juga: Polda Metro Jaya Luncurkan 30 Kamera ETLE Mobile, Setiap Kamera Dapat Merekam Selama 4 Jam

Sebab kata Edison, ITW banyak menerima laporan warga yang kecewa karena tidak dapat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Samsat lantaran STNK nya diblokir akibat terkena tilang lewat kamera ETLE

"Padahal yang bersangkutan tidak menerima surat pemberitahuan pelanggaran ETLE yang dikirimkan polisi. Terpaksa banyak warga membuang waktu dan mengganggu aktivitasnya hanya untuk mengurus pembukaan blokir," katanya.

Selain itu kata Edison, ia ingin menyampaikan pertanyaan banya warga, agar Polri menjelaskan tentang objek penindakan ETLE.

"Yakni apakah pengemudi atau kendaraannya? Sebab banyak warga yang terpaksa menanggung denda ETLE padahal tidak melakukan pelanggaran seperti yang disangkakan dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan," katanya. 

Karenanya Edison meminta hendaknya Polri harus terus menerus melakukan sosialisasi agar masyarakat merasa memiliki ETLE.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved