Sidang John Kei

Berikut Pengakuan John Kei CS, Dianiaya Sampai Jari Manis dan Kelingking Bengkok Saat Dibekuk Polisi

Sidang kasus John Kei berlanjut di PN Jakarta Barat, Rabu (17/3/2021). John Kei CS akui dianiaya polisi hingga jari manis dan jari kelingking bengkok.

Penulis: Desy Selviany | Editor: PanjiBaskhara
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Sidang kasus John Kei berlanjut di PN Jakarta Barat, Rabu (17/3/2021). John Kei CS akui dianiaya polisi hingga jari manis dan jari kelingking bengkok. 

Sebab kata Nus Kei, sudah jelas ada korban tewas dan terluka dalam insiden tersebut.

"Harus dihukumlah. Sudah terlihat jelas ada korbannya toh. Kejadiannya juga ada," kata Nus Kei sambil berlalu dari kejaran wartawan.

Masuk Daftar List Dibunuh

Sebelumnya, korban penganiayaan Nus Kei dan Frengki Rumatora meyakini bahwa penganiayaan dan pembunuhan yang mereka alami itu diinisiasi oleh John Kei.

Hal itu lantaran sebelumnya mereka sempat mendapatkan ancaman dari pihak-pihak yang disebut berasal dari pengikut John Kei.

Di depan majelis hakim, Frengki mengungkapkan bahwa dua bulan sebelum kejadian, rumah Nus Kei sempat diawasi oleh beberapa orang pria.

Mereka meyakini orang-orang itu merupakan pengikut John Kei.

Sebab setelah itu ia mendapatkan informasi dari kakaknya bahwa namanya dan Nus Kei sudah masuk dalam daftar yang akan dibunuh.

Ancaman itu ia dengar langsung dari kakaknya yang melaporkan hal itu kepada Nus Kei.

"Hal itu dilaporkan lewat telepon oleh kaka saya yang di loudspeaker oleh Nus. Katanya pengkhianat harus dibunuh"

"tapi saya enggak tahu siapa maksudnya penghianat," jelasnya di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (24/2/2021).

Frangki juga mengaku tidak tahu alasan John Kei memasukan namanya ke dalam daftar tersebut.

Sebab yang ia tahu John Kei hanya memiliki permasalahan dengan Nus. Namun Frengki tidak tahu masalah persis yang dialami keduanya.

Setelah Frengki, Nus Kei juga dimintai kesaksiannya di persidangan.

Dalam keterangannya, Nus Kei mengakui bahwa sempat menerima ancaman dari John Kei.

Ancaman itu diketahui dari kakak Frengki yang memintanya untuk berhati-hati sebab namanya sudah masuk ke dalam daftar yang akan dibunuh.

"Katanya nama saya ditaruh nomor satu di papan tulis yang masuk daftar dibunuh," terang Nus Kei.

Nus Kei juga mengaku tidak mengetahui penyebab keponakannya itu hendak membunuhnya.

Sebab ia tidak merasa meminjam uang Rp1 Miliar saat John Kei berada di dalam penjara.

Menurutnya, uang Rp1 Miliar itu diperuntukan untuk keperluan mendiang adik kandung John Kei.

Namun dalam dakwaan, diduga uang Rp1 Miliar itulah yang membuat John Kei nekat memburu Nus Kei dan para pengikutnya.

Sementara dalam keterangannya, John Kei menampik keterangan Nus Kei dan Frengki.

Menurutnya keterangan kedua saksi itu tidak benar.

"Tidak benar yang mulai. Semua keterangannya saya tolak semua," jelasnya.

(Wartakotalive.com/m24)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved