Neta S Pane Nilai Mutasi Pertama Jenderal Listyo Sigit Prabowo Bikin Geng Solo di Polri Makin Kuat

Setelah menjadi Kapolri, katanya, saat ini orang dekat keluarga Jokowi dipercaya memegang posisi Kabareskrim.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai mutasi jabatan yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo semakin mengukuhkan kekuatan Geng Solo d Polri. 

"Belum jelas, kenapa Wahyu belum mendapat tempat."

Baca juga: Komnas HAM Simpulkan Maaher At-Thuwailibi Meninggal karena Sakit, Ada Treatment Khusus Saat Dirawat

"Sementara cukup banyak figur-figur yang 'tak berkeringat' dalam suksesi Kapolri Sigit, dalam mutasi ini sudah mendapat tempat strategis," tuturnya.

Keenam, kata Neta, mutasi pertama kapolri Sigit ini berhasil mereposisi Kabaintelkam, yang semula dipegang mantan ajudan Presiden SBY, Komjen Rycko, diserahkan kepada Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau.

"Dan baru kali ini putra Papua mendapat bintang tiga di Polri," ucapnya.

Baca juga: Kadiv Propam Polri: Polisi Terlibat Narkoba Pasti Dipidana dan Dipecat!

Menurut Neta, terjadinya kerumunan massa dalam kepulangan Rizieq Shihab maupun kasus penembakan anggota FPI di Tol Cikampek, tak terlepas dari kelemahan deteksi dini dan antisipasi Baintelkam.

"Sehingga reposisi di Baintelkam Polri menjadi sebuah kewajaran dilakukan," urainya.

Neta menilai, Kapolri Sigit sangat sulit melakukan mutasi maksimal di tubuh Polri, terutama dalam mencapai konsep Presisi yang dicanangkannya saat uji kepatutan di DPR.

Baca juga: Digerebek Saat Pesta Narkoba, Kompol YP Dicopot dari Jabatan Kapolsek Astana Anyar

"Sebab gerbong mutasi yang bisa dilakukan Sigit hanya sebatas pada bintang dua ke bawah."

"Sedangkan mutasi di posisi bintang tiga hanya ada dua tempat yang kosong, yakni Kabareskrim dan Sestama Lemhanas," ujarnya.

Selebihnya, menurut Neta, posisi lainnya masih dijabat oleh jenderal bintang tiga yang masa dinasnya masih lama, yakni dua tahun lagi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tetap Lanjut di Bulan Ramadan, Umat Muslim Disuntik Malam Hari, Non Muslim Siang

"Sehingga perputaran mutasi dari bintang dua ke posisi bintang tiga sangat terbatas dan cenderung stagnan hingga dua tahun ke depan," jelasnya.

Kondisi ini tentunya membuat Kapolri Sigit kesulitan dalam menggerakkan gerbong mutasi dengan maksimal.

"Dan dampaknya organisasi Polri akan stagnan hingga dua tahun ke depan, apalagi Sigit sendiri baru pensiun di tahun 2027."

Baca juga: Polri Bikin Polisi Virtual, Tugasnya Imbau dan Tegur Netizen yang Berpotensi Langgar UU ITE

"Bagaimana pun ini menjadi dilema dalam dinamika Polri ke depan," papar Neta.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved