Jumat, 8 Mei 2026

Mahfud MD Sebut Pemerintah akan Diskusikan untuk Revisi UU ITE

Revisi UU ITE tersebut menurut Mahfud MD akan dilakukan jika memang dianggap tidak baik dan memuat pasal-pasal karet.

Tayang:
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Mohamad Yusuf
Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, menyebut pemerintah akan merevisi UU ITE. 

Dia bilang, pemerintah pun tidak masalah dengan kritikan yang kerap disuarakan alumnus Universitas California itu.

"Tidak ada niat pemerintah itu meragukan kiprah Pak Din Syamsuddin di dalam bangsa dan bernegara."

Baca juga: Jokowi Teken Perpres 14/2021, yang Menolak Divaksin Covid-19 Jaminan Sosialnya Bakal Dicabut

"Karena dia sebagai orang yang kritis terhadap pemerintah itu kita senang, karena pemerintah itu senang kalau orang kritik," jelasnya.

Mahfud MD mengklaim pemerintah tidak pernah menangkap orang yang dianggap kritis terhadap pemerintah.

"Pemerintah insyaallah tidak akan pernah menangkap orang kritis."

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 13 Februari 2021: Pasien Baru Tambah 8.844 Orang, 11.919 Sembuh

"Yang diproses hukum itu orang yang terbukti melanggar hukum."

"Mau kritis tapi sebenarnya destruktif."

"Tapi kalau seperti Pak Din Syamsuddin, mana pernah kita soal?"

Baca juga: Helena Lim Divaksin Covid-19, Wagub DKI: Ditulis Sebagai Karyawan Apotek Sehingga Dianggap Berhak

"Saya sering diskusi dengan beliau tidak ada masalah," paparnya.

Mahfud MD memastikan dugaan Din Syamsuddin tokoh radikal adalah keliru.

Mahfud MD mengaku kenal baik dengan Din Syamsuddin.

Baca juga: Jawab Sindiran Jusuf Kalla, Fadjroel Rachman Sodorkan Pasal-pasal Ini Agar Aman Kritik Pemerintah

Sebelum menjadi menteri, dia kerap berdiskusi banyak hal dengan sosok seniornya itu, terkait Islam dan persatuan.

"Saya kenal dia baik dengan Din Syamsuddin. Saya sering diskusi di rumah Jusuf Kalla dulu. Kadang di PP Muhammadiyah."

"Pernah mengundang saya ke kantornya di sebuah LSM, menghimpun lintas agama dan lintas etnis, namanya persatuan Indonesia maju," bebernya.

Baca juga: Politikus Partai Hanura: Jokowi Ingin Dikritisi Secara Konstruktif, Bukan Caci Maki Destruktif

Selama berdiskusi, kata Mahfud MD, tak ada sedikit pun paham radikalisme yang disampaikan oleh Din Syamsuddin.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved