Breaking News:

Politikus Partai Hanura: Jokowi Ingin Dikritisi Secara Konstruktif, Bukan Caci Maki Destruktif

Sebagai negara demokrasi, lanjut Inas, konstitusi Indonesia telah menjamin kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres/Kris
Jusuf Kalla mengomentari pernyataan Presiden Jokowi agar masyarakat harus lebih aktif lagi menyampaikan kritik. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat terbuka untuk dikritik.

Namun, menurut dia, keterbukaan tersebut jangan disalahartikan seolah-olah Jokowi siap difitnah.

"Sayangnya banyak para tokoh dan pengamat yang kemudian mempolitisir pernyataan Pak Jokowi."

Baca juga: Ahok Lebih Pilih Punya Nama Baik Ketimbang Disebut Legenda Politik

"Tentang keinginan beliau untuk dikritisi secara konstruktif, tapi bukan caci maki yang destruktif," kata Inas kepada Tribunnews, Sabtu (13/2/2021).

Menurut dia, di era media sosial sekarang ini, kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat serta kritik, cenderung dilakukan tanpa lagi mengindahkan etika pergaulan.

Akibatnya, banyak orang beragumen tanpa memperdulikan aturan hukum yang berlaku.

Baca juga: Lewati Arus Deras, KITA Salurkan Bantuan Kebutuhan Pokok dan Obat-obatan untuk Korban Banjir Subang

"Sehingga mengaburkan batasan antara mengkritisi, memfitnah, dan menghujat," tuturnya.

Sebagai negara demokrasi, lanjut Inas, konstitusi Indonesia telah menjamin kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum, melalui peraturan dan perundang-undangan.

Namun sayangnya, masih ada tokoh yang tidak memahami menyampaikan pendapat di muka umum tanpa melanggar aturan.

Baca juga: PKB Lirik Raffi Ahmad-Agnes Monica di Pilgub DKI 2024, Dianggap Punya Empati Kuat pada Nasib Rakyat

Misalnya, kata Inas, Jusuf Kalla (JK) yang mempertanyakan cara mengkritik Jokowi tanpa dipanggil polisi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved