Kesehatan
Harapan Baru Mendapatkan Keturunan Lewat Program Bayi Tabung
Keberhasilan dan kegagalan program bayi tabung dipengaruhi sel telur. Sel telur berkaitan juga dengan kondisi ibu.
Penulis: LilisSetyaningsih |
“Pada teknologi bayi tabung, penanaman embrio lebih dari satu jadi peluang kembar. Namun sekarang layanan IVF lebih memilih single embrio karena kehamilan kembar lebih berisiko kelahiran premature, lahir perlu rawat ICU, cost menjadi lebih tinggi. Sehingga target kelahiran satu bayi yang sehat, bukan kembar,” kata Prof Budi.
Proses bayi tabung
Ada 8 proses bayi tabung yang memakan waktu empat minggu, yang dimulai dari hari kedua haid.
Proses ini tentu saja setelah melalui pemeriksaan bahwa pasangan tersebut sudah dinyatakan sehat dan siap mengikuti program bayi tabung.
1. Pemeriksaan USG, dan hormon untuk memastikan indung telur siap dirangsang dan distimulasi. Hari kedua haid lakukan pemeriksaan dan bila baik mulai penyuntikan.
2. Penyuntikan dengan obat hormon(rFSH/hMG) yang berfungsi merangsang sel telur menjadi matang dan sel telur dapat yang baik. Penyuntikan bisa mencapai 10 kali dan akan di USG secara berkala, biasanya hari ke 2, hari ke 6 dan seterusnya. Proses ini berlangsung 10-12 hari.
3. Petik ovum/ pick up. Tadinya telur kecil-kecil jadi besar dan siap dibuahi. Pada satu siklus bisa didapat sel telur lebih dari 2 atau bahkan 10-15 sel telur yang siap dibuahi dan diambil melalui liang vagina. Pada proses ini, calon ibu dibius sekitar 10 menit, dan setelah itu dapat beraktivitas seperti biasa.
4. Pada hari pengambilan sel telur, suami juga diambil sel sperma. Bila suami mengalami azoospermia pembedahan dilakukan di hari yang sama.
5. Proses pembuahan di luar tubuh. Dikerjakan ahli emberiologi yang sangat terampil untuk menyuntikan sel sperma ke dalam sel telur sehingga meningkatkan pembuahan dan terjadinya embrio.
6. Pengembangan embrio
7. Memindahkan embrio ke rahim ibu. Embrio berusia 3-5 hari.
8. Menunggu hasil (14 hari) cek hormon hCG, bila positif artinya ibu hamil.
Setelah 8 tahapan proses bayi tabung dilakukan dengan didukung teknologi terbaik dan dokter yang ahli dibidangnya, proses yang tak kalah penting adalah jangan stress.
Semua proses yang dilakukan seringkali berpotensi menyebabkan stress tinggi.
Mengingat harapan yang besar akan keberhasilan tindakan bayi tabung.
Dukungan orang terdekat untuk meminimalkan stress perlu dilakukan.
“Positif thingking, relaks dan yakin akan hamil,” kata Prof Budi memberikan tips agar tidak stress. (lis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bayi-tabung-1302.jpg)