Sabtu, 9 Mei 2026

Kesehatan

Harapan Baru Mendapatkan Keturunan Lewat Program Bayi Tabung

Keberhasilan dan kegagalan program bayi tabung dipengaruhi sel telur. Sel telur berkaitan juga dengan kondisi ibu.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih |
Wartakotalive.com/Lilis Setyaningsih
Program bayi tabung adalah metode ketika sperma dan sel telur dipertemukan di luar tubuh manusia (dilakukan di laboratorium khusus). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mengikuti program bayi tabung  in vitro fertilization (IVF) menjadi ‘harapan terakhir’ bagi pasangan  Priska (36) dan Denny (31)  untuk mendapatkan keturunan di tahun keempat pernikahan.

 Sebelum mencoba bayi tabung, setahun mencoba program pengobatan namun belum mendapatkan hasil.

Dokter kemudian memberikan beberapa opsi sampai akhirnya Priska dan Denny sepakat memilih program bayi tabung.

“Usia sudah tidak muda lagi. Kami tidak  ingin membuang-buang waktu lagi,  jadi mantap mengikuti program bayi tabung,” ujar Priska yang dihubungi Warta Kota,  belum lama ini.

Program bayi tabung adalah metode ketika sperma dan sel telur dipertemukan di luar tubuh manusia (dilakukan di laboratorium khusus).

Hasil pertemuan sperma dan sel telur ini disebut embrio. Embrio ini kemudian ditanam di rongga rahim calon ibu.

Baca juga: Sebelum Hamil, Zaskia Sungkar Rencana Jalani Program Bayi Tabung Diluar Indonesia, Mengapa Belanda?

Baca juga: Zaskia Sungkar dan Irwansyah Tawarkan Program Bayi Tabung kepada Masyarakat

Dokter spesialis kebidanan  dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan  reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre dan RS Pondok  Indah – Pondok Indah dr Yassin Yanuar Mohammad mengatakan, keberhasilan dan kegagalan program bayi tabung dipengaruhi sel telur.

Sel telur berkaitan juga dengan kondisi ibu.

“Usia merupakan faktor yang penting. Ketika usia bertambah, jumlah dan kualitas sel  telur menurun,  sehingga menurunkan keberhasilan, dan keguguran meningkat.  Sebaiknya bayi tabung dilakukan  saat ibu dibawah usia 35 tahun,” jelas dr Yassin.

dr Yassin menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara di press konferensi secara virtual  dengan tema  ‘RS Pondok Indah Group IVF Centre, Harapan Baru untuk  Miliki Buah Hati’ belum lama ini.

 Angka keberhasilan bayi tabung mencapai 40 persen per siklus. Angka ini tertinggi dibandingkan metode penanganan ketidaksuburan  lainnya, seperti inseminasi.

Faktor suami juga berpengaruh, walaupun seringkali tidak sekompleks pihak perempuan.

Baca juga: Program Bayi Tabung Belum Membuahkan Hasil, Gilang Dirga: Tuhan Memang Belum Kasih

Pada pihak pria akan dilihat kondisi  spermanya. Dari sisi  bentuk, jumlah, kemampuan sperma bergerak hingga  materi genetic (DNA).

Setelah pemeriksaan   tambahan, akan terlihat apakah banyak yang rusak atau bahkan bisa juga terjadi azoospermia, atau cairan mani tanpa ada sel sperma.

Pada kasus pria dengan azoospermia, pembuahan alami hampir pasti tidak bisa terjadi. Sehingga pembuahan harus dilakukan di luar tubuh.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved