Minggu, 10 Mei 2026

Kesehatan

Harapan Baru Mendapatkan Keturunan Lewat Program Bayi Tabung

Keberhasilan dan kegagalan program bayi tabung dipengaruhi sel telur. Sel telur berkaitan juga dengan kondisi ibu.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih |
Wartakotalive.com/Lilis Setyaningsih
Program bayi tabung adalah metode ketika sperma dan sel telur dipertemukan di luar tubuh manusia (dilakukan di laboratorium khusus). 

Time lapse incubator adalah alat inkubator terkini yang terdiri dari beberap bilik yang dilengkapi kamera  dan mikroskop di masing-masing bilik.

Hal ini  guna menangkap gambaran perkembangan embrio setiap lima menit sekali, tanpa harus mengeluarkannya dari inkubator.

Embrio setiap pasien akan mendapatkan satu bilik inkubator tersendiri dan terpisah dengan embrio milik pasien lain.

Ada juga teknologi untuk memeriksa kromosom sebelum embrio ditransfer ke dalam rahim.

Pemeriksaan kromosom dilakukan dengan metode pre-implantation genetic testing for aneuploidy (PGT-A) untuk mendeteksi kelainan genetik embrio serta mengurangi risiko keguguran.

Segenap teknologi itu menjadi terintegrasi dengan didukung oleh 9 dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang seluruhnya bergelar konsultan  fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi yang telah berpengalaman melakukan tindakan IVF.

Biaya

Dokter  Yanwar, mengatakan, selain teknologi, obat-obatan adalah komponen biaya dalam  program bayi tabung

Perbedaan di berbagai centre tergantung obat dan teknologi yang digunakan.

 “RS  Pondok Indah berusaha lebih banyak kalangan yang bisa menggunakan metode ini.  Yang membuat mahal seringkali faktor usia, karena artinya obat yang digunakan berbeda dan lebih banyak sehingga lebih mahal.  Sangat  penting datang pada usia yang lebih muda sehingg harga bisa lebih ditekan,” katanya.

Dari penelusuran diberbagai centre yang ada,  paket bayi tabung yang ditawarkan  berkisar Rp 40 juta hingga Rp 100 juta.

Dengan alasan biaya  dan sudah menunggu waktu lama untuk mendapatkan buah hati, beberapa pasangan ingin mendapatkan bayi kembar diproses bayi tabung. Sehingga dalam proses penanaman embrio dimasukan 2-3 embrio.

Selain juga bertujuan sebagai alternatif bila ada embrio yang tidak berkembang, masih ada embrio lainnya.

Namun tren tersebut sudah tidak  disarankan. Kini dokter lebih mengambil opsi menanam satu embrio yang betul-betul sehat.

Embrio yang tidak ditanam akan disimpan beku dan  dikeluarkan untuk  kehamilan selanjutnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved