Kesehatan
Harapan Baru Mendapatkan Keturunan Lewat Program Bayi Tabung
Keberhasilan dan kegagalan program bayi tabung dipengaruhi sel telur. Sel telur berkaitan juga dengan kondisi ibu.
Penulis: LilisSetyaningsih |
Sel sperma diambil di ‘pabrik’ sel sperma yakni di testis.
Secara umum, tindakan bayi tabung dilakukan ketika ada faktor sperma yang ‘kosong’ (azoospermia), sumbatan kedua saluran telur, endometriosis atau kista cokelat, gangguan pematangan telur, dan ketidaksuburan yang tidak bisa dijelaskan.
Disarankan juga pada kondisi long distance marriage, infeksi penyakit seperti HIV, hepatitis, pencegahan penyakit genetik, disfungsi seksual, vaginismus (tegang vagina).
Baca juga: Bentuk Syukur, Asmirandah dan Jonas Rivanno Biayai Pasangan Suami Istri Program Bayi Tabung
Selain itu, program bayi tabung dilakukan setelah lini 1 dan lini 2 belum mendapatkan hasil.
Lini pertama merupakan pemberian obat-obatan yang bisa dilakukan 4-6 siklus.
Lini kedua dengan teknologi terbantu inseminasi,yakni suatu tindakan penyemprotan sperma yang sudah diproses ke rahim ibu.
Sperma tidak membutuhkan ‘perjalanan jauh’,tapi pembuahan masih di dalam tubuh. Lini kedua juga dilakukan 4-6 siklus. Sementara lini ke 3 adalah bayi tabung.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi dan reproduksi dr Aida Riyanti, Sp.OG-KFER, MRep.Sc, mengatakan, tidak semua pasangan melewati lini 1 dan 2.
Bisa saja langsung lini 3. Apalagi ada indikasi tertentu seperti azoospermia.
“Harus lihat kasus per kasusnya. Pada saat konseling dijelaskan ada di mana gangguan kesuburan pasangan tersebut dan melihat akar masalahnya. Ada yang ingin berjenjang hingga 4 kali siklus, tapi ada yang langsung bayi tabung karena waktu terbatas,” ujar dr Aida yang berpraktek di RS Pondok Indah IVF dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya ini.
Teknologi dan Teknik
Prof Dr dr Budi Wiweko, Sp.OG-KFER, MPH, dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre mengatakan, selain usia ibu, program bayi tabung sangat dipengaruhi juga teknologi medis dan teknik yang digunakan.
Keduanya berkesinambungan guna meningkatkan peluang keberhasilan mendapatkan kehamilan.
“Dengan kemajuan teknologi medis saat ini, pengerjaan yang berhubungan dengan sel telur dan sperma menjadi lebih optimal, proses pembuahan sel telur lebih maksimal, penyimpanan embrio lebih terjaga kualitasnya, dan minim risiko kerusakan, hingga memungkinkan untuk dilakukannya pemeriksaan kromosom untuk mencegah terjadinya transfer embrio dengan kelainan genetik,” ujar Prof Budi.
Chief Executive Officer RS Pondok Indah Group dr Yanwar Hadiyanto, MARS mengatakan, salah satu teknologi medis yang digunakan di RS Pondok Indah IVF centre adalah time lapse incubator.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bayi-tabung-1302.jpg)