Ada Satu Kata yang Terlewatkan oleh Listyo Sigit Saat Ucapkan Sumpah Jabatan Kapolri di Depan Jokowi

Dalam sumpah jabatan Kapolri tersebut ada satu kata yang terlewatkan diucpakan oleh Listyo Sigit Prabowo di depan Presiden Jokowi.

Editor: Mohamad Yusuf
Kompas TV
Momen Jenderal Listyo Sigit saat diserahi tongkat komando Kapolri saat pelantikan Kapolri oleh Presiden Jokowi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Listyo SIgit Prabowo menjadi Kapolri di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27//1/2021) pagi.

Dalam pelantikan tersebut Listyo Sigit Prabowo diambil sumpah jabatan Kapolri dengan mengikuti ucapan Presiden Jokowi.

Namun, dalam sumpah jabatan Kapolri tersebut ada satu kata yang terlewatkan diucpakan oleh Listyo Sigit Prabowo di depan Presiden Jokowi.

Acara pelantikan Kapolri itu dimulai sekira pukul 09.30 WIB.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, 153 WNA China Tetap Masuk Indonesia Lewat Bandara Soetta, ini Kata Imigrasi

Baca juga: Istana Negara Turun Tangan Kasus Penghinaan Natalius Pigai, Minta Polisi Tindak Ambroncius Nababan

Baca juga: 119 Jenazah Covid-19 Telah Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel, Tapi Upah Penggali Kubur Belum Dibayar

Pelantikan Kapolri tersebut disiarkan langsung melalui channel Youtube Sekretariat Presiden.

Acara pelantikan berlangsung selama 25 menit.

Di mana turut dihadiri oleh Menteri Kordinator Bid Politik, Hukum dan Keamanan, Mohammad Mahfud MD yang menjadi saksi 1 dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai saksi 2.

Berikut susunan acara pelantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri:

09.30 Wib : Lagu Kebangsaan Indonesia Raya;

09.35 Wib : Pembacaan Keputusan Presiden RI ttg Pengangkatan Kapolri oleh Setmilpres, Marsda TNI M. TONNY HARJONO;

09.40 Wib : Pengambilan Sumpah Jabatan Kapolri oleh Presiden RI;

09.45 Wib : Penandatanganan Berita Acara Pengangkatan Sumpah Jabatan:

1. KOMJEN POL Drs. LISTYO SIGIT PRABOWO, M.Si. sebagai KAPOLRI;

2. Saksi 1: Menteri Kordinator Bid Politik, Hukum dan Keamanan, MOHAMMAD MAHFUD MD;

3. Saksi 2: Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C) HADI TJAHJANTO, S.IP.;

4. Presiden RI.

09.50 Wib : Pembacaan Keputusan Presiden RI ttg Kenaikan Pangkat dlm Golongan Perwira Tinggi Polri oleh Setmilpres Marsda TNI M. TONNY HARJONO;

09.55 Wib : Penanggalan dan Penyematan tanda pangkat serta penyerahan tongkat jabatan Kapolri oleh Presiden RI;

10.00 Wib : Lagu kebangsaan Indonesia Raya;

10.05 Wib : Pemberian ucapan selamat didahului oleh Presiden RI dan Wakil Presiden RI diikuti para undangan lainnya

10.10 Wib : Foto Bersama

Namun dalam proses pengambilan sumpah jabatan Kapolri, ada satu kata yang terlewatkan oleh Listyo.

Saat itu Jokowi yang mengambil sumpah jabatan kepada Listyo.

Tangan kiri Listyo diletakkan di atas kitab suci yang dibawa oleh rohaniwan.

Baca juga: PERHATIAN! Tak hanya Penjual, Pengguna Surat Swab Palsu juga Bisa Dipidana Hingga 12 Tahun Penjara

Baca juga: Viral Video Gerombolan 30 Remaja Hendak Tawuran, Cegat Lawannya Pakai Celurit, Rampas Motornya

Baca juga: PSBB Jakarta Diperpanjang, Ini Jam Operasional Bus Transjakarta

Sumpah jabatan yang sudah ditayangkan di channel Youtube Sekretariat Presiden itu bisa dilihat pada menit 4.50 WIB hingga 7.18 WIB.

"Saudara Komisaris Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si apakah saudara beragama Kristen?" kata Jokowi.

"Kristen," jawab Listyo dengan tegas.

"Apakah bersedia saya ambil sumpah menurut agama Kristen?" tanya Jokowi.

"Bersedia," ujar Listyo.

"Harap saudara mengikuti dan mengulangi kata-kata saya," kata Jokowi.

Kemudian Jokowi membacakan sumpah jabatan tersebut yang diikuti oleh Listyo.

"Demi Tuhan Yang Maha Esa, Saya menyatakan dan berjanji dengan bersungguh-sungguh," ucap Jokowi.

Listyo pun mengikuti ucapan sumpah jabatan itu.

Namun ada satu kata yang terlewatkan diucapkan oleh Listyo yaitu kata 'dan'.

Di mana seharusnya, diucapkan, 'Saya menyatakan dan berjanji dengan bersungguh-sungguh'.

Namun Listyo hanya mengucapkan, 'Saya menyatakan berjanji dengan bersungguh-sungguh'.

Meski demikian, kalimat sumpah jabatan yang diucapkan oleh Listyo berjalan lancar.

Walau kerap terdengar suara Listyo yang serak.

Berikut isi sumpah jabatan Kapolri lengkap:

Demi Tuhan Yang Maha Esa, saya menyatakan dan berjanji dengan bersungguh-sungguh.

Bahwa saya akan setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945.

Serta akan menjalankan segala peraturan perundang -undangan dengan selurus-lurusnya demi Dharma Bhakti saya kepada bangsa dan negara.

Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata.

Kiranya Tuhan menolong saya.

Isi Pidato Pertama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo

Presiden Jokowi resmi melantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis. 

Pelantikan kapolri digelar di Istana Presiden pada hari ini, Rabu 27 Januari 2021.

Setelah pelantikan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit lulusan AKPOL 1991 ini pun diberi kesempatan bicara pertama kali usai menjabat kapolri : 

Baca juga: 4 PROGRAM Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah Dilantik Presiden Jokwi Gantikan Idham Azis

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, 

Shalom,

Om Santi Santi Santi Om ,

Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, 

Yang terhormat rekan-rekan media dan seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada, dan tentunya seluruh anggota institusi polri yang saya cintai dan saya banggakan. 

Hari ini, kami baru saja melaksanakan kegiatan pelantikan di mana sebelumnya sudah dimulai dari kegiatan fit and proper setelah surat Bapak Presiden secara tertulis menunjuk saya sebagai calon tunggal kapolri. 

Hari rabu kami melaksanakan fit and proper test dan diputuskan oleh komisi III. 

Pada saat itu bahwa kami disetujui untuk selanjutnya dilaksanakan sidang paripurna, dan sidang paripurna memutuskan kami disetujui untuk jadi kapolri. 

Baca juga: HUT ke-72 Garuda Indonesia Berikan Promo Khusus Tiket Hingga 60 Persen, Ini Daftar Lengkapnya

Dan rangkaian daripada itu , maka hari ini secara resmi Bapak Presiden telah melantik saya sebagai kapolri yang ke-25. 

Oleh karena itu tentunya sebagaimana telah kami sampaikan terkait dengan program yang di fit and proper bagaimana ke depan, kami berangkat dari potret polri di masyarakat dan apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap polri tentunya. 

Bagaimana menampilkan polri yang tegas namun humanis, bagaimana menampilkan polri yang mampu memberikan pelayanana publik yang baik.

Bagaimana kita memberikan pelayanan secara transparan, dan bagaimana kami mampu memberikan penegakan hukum secara berkeadilan. 

Ini tentunya menjadi tugas kami ke depan.

Oleh karena itu ini menjadi komitmen kami untuk bagaimana harapan masyarakat terhadap polri betul-betul bisa kami tindaklanjuti.

Sebagaimana yang kami tuangkan di dalam rencana kami melaksanakan transformasi di 4 bidang dan rencana aksi di 16 program kegiatan. 

Oleh karena itu sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas seluruh dukungan dari masyarakat, sesepuh, para senior, dan juga tentunya seluruh anggota polri di manapun berada atas terlaksananya kegiatan pelantikan hari ini.

Dan kami akan melaksanakan tugs menghadapi tantangan ke depan yang tentu kita ketahui bersama bahwa saat ini kita sedang menghadapi situasi pandemi covid.

Upaya-upaya penanggulangan terhadap covid baik di dalam kegiatan-kgiatn yang kita disiplinkan, penegakan aturan hukum prokotol kesehatan, karena keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. 

Dan bagaimana polri membantu mengawal pertumbuhan ekonomi nasional sehingga kita semua bisa terlepas dari situasi yang ada dan ekonomi bisa kebali bertumbuh.

Tentu saja itu semua bisa terlaksana jika situasi kamtibmas berjalan dengan aman, ;ancar dan baik. 

Sekali lagi kami ucapan terimakasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Shalom

Om Santi Santi Om,

salam kebajikan.  

KRONOLOGI JENDERAL LISTYO JADI KAPOLRI

Berikutnya, mari kita simak kronologis Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri

Nama Komjen Listyo Sigit mulai mencuat sejak Januari 2021. 

Baca juga: TIGA Permintaan IPW ke Listyo Sigit Prabowo Usai Presiden Jokowi Lantik Jadi Kapolri, Apa Saja?

Ketika itu ia tengah menjadi Kabareskrim. 

Saat ini ada beberapa nama yang mencuat, yakni Komjen Gatot, Komjen Agus Andrianto, Komjen Listyo, dan Irjen Fadil Imran. 

Setelah menjadi tanda tanya, akhirnya pada Rabu 13 Januari 2021 segalanya menjadi jelas setelah Presiden Jokowi menyodorkan nama Komjen Listyo Sigit sebagai calon tunggal kapolri. 

Satu pekan kemudian, tanggal 20 Januari 2021, Komjen Listyo Sigit Prabowo menjalani fit n proper test di Komisi III DPR RI.

Ia  disetujui oleh 9 fraksi. artinya tidak ada penolakan dari komisi 3 dpr ri untuk menyetujui listyo

Satu hari kemudian, 21 Januari 2021, DPR RI menyetujui Komjen Listyo menjadi kapolri lewat sidang paripurna.  

Selanjutnya baru pada 27 Januari 2021 ia dinaikkan pangkatnya jadi jenderal dan dilantik menjadi kapolri. 

Baca juga: Jokowi Lantik Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri Hari Ini Pasca Menerima Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

8 Janji Kapolri Baru

Setelah Jenderal Listyo resmi dilantik, kini tak ada salahnya kita mengingat janji calon kapolri atau janji kapolri baru atau janji kapolri  atau janji Komjen Listyo Sigit atau program yang akan dijalankan Komjen Listyo Sigit setelah menjadi kapolri. 

Sebelumnya, Komjen Listyo Sigit menyampaikan janji dan program ini di depan DPR RI saat menjalani fit and proper test. 

Mari kita simak 8 Janji Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit : 

1. Mewajibkan Pemasangan Kamera CCTV 

Komjen Listyo Sigit memiliki program transformasi organisasi sebagai cara Polri beradaptasi dengan kondisi masyarakat. 

Salah satu yang akan dilakukan adalah penataan kelembagaan. 

Penataan kelembagaan dilakukan mulai dari pemenuhan 1 Polsek untuk 1 kecamatan, perubahan teknologi kepolisian menuju 4.0 yang salah satunya adalah mewajibkan pemasangan Kamera CCTV dimanapun. 

2. Membentuk Polisi Dunia Maya

Tantangan di tengah situasi dunia maya tanpa bisa bisa diatasi dengan kebijakan transformasi operasional. 

Sehingga sejumlah program harus dioptimalkan seperti kampanye siber dan membentuk polisi dunia maya. 

Dia berjanji akan mengedepankan hukum progresif atau restorative justice dalam menegakkan hukum.

Baca juga: Karena Alasan Ini, Neta S Pane Pesimis Kapolri Baru Bisa Penuhi Janji-janjinya

3. Membentuk Layanan Drive Thru

Perubahan dalam layanan publik oleh Polri juga akan digalakkan di era Komjen Listyo Sigit. 

Salah satu program yang akan diterapkan adalah pelayanan online dan drive thru. 

"Membentuk layanan drive thru untuk pembuatan surat kehilangan, SKCK, perpanjangan SIM, Samsat, dll. Pelaksanaan pelayanan SIM yang memudahkan masyarakat kapanpun dan dimanapun," sebutnya.

4. Program Pengawasan Masyarakat

Komjen Listyo Sigit menyebut bahwa pengawasan merupakan elemen penting dalam pengelolaan organisasi guna mencegah terjadinya penyimpangan.

"Pengawasan di institusi Polri dilakukan secara internal berganda melalui pengawasan pimpinan dan pengawasan oleh fungsi pengawas di setiap unit organisasi Polri mulai dari unit terbesar di Mabes Polri hingga terkecil di Polsek berbagai daerah," sebut Sigit.

Program pengawasan lain yang akan dilakukan Sigit adalah pengawasan oleh masyarakat. 

Dia berjanji akan menyediakan sistem pengawasan yang akan mudah diakses oleh masyarakat untuk mencari keadilan.

Baca juga: Jokowi Lantik Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri Hari Ini Pasca Menerima Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

5. Tak Ada Lagi Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas

Komjen Listyo Sigit juga berjanji melakukan perbaikan dalam penegakan hukum agar tidak tebang pilih. 

"Sebagai contoh ke depan tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tidak boleh lagi ada kasus Nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum," kata Komjen Sigit.

Dalam kasus tersebut, Nenek Minah (55)  divonis hakim 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan. 

6. Polsek Tak Dibebani Penegakan Hukum,

Salah satu program atau gagasan yang cukup unik dari Komjen Listyo Sigit adalah tidak lagi membebankan penegakan hukum kepada polsek. 

Polsek diarahkan untuk memelihara keamanan dan ketertiban. 

"Menjadikan Polsek sebagai basis resolusi dengan memprioritaskan kegiatan harkamtibnas, sehingga ke depan di beberapa Polsek-Polsek tertentu, tidak lagi kita bebankan dengan tugas penyidikan, sehingga di Polsek-Polsek tersebut nantinya hanya dibebani tugas preemtif dan preventif dan juga penyelesaian-penyelesaian masalah dengan restorative justice," ujar Komjen Sigit.

Baca juga: Maria Vania Masih Jomblo Tapi Siap Menikah, Ini Syarat Bagi Pria yang Tertarik Menjadi Suaminya

Komjen Sigit mengatakan, tugas penegakan hukum di beberapa wilayah akan ditarik di tingkat kepolisian resor (Polres) atau di tingkat kabupaten/kota.

Komjen Listyo Sigit Prabowo berharap, Polsek ke depannya bisa lebih dekat dengan masyarakat.

7. Memperbaikin Persepsi Negatif Terhadap Polisi

Komjen Sigit berjanji untuk memperbaiki kinerja Polri yang dinilai negatif oleh masyarakat.

"Kritik berupa persepsi dan isu yang berkembang di lingkungan sosial dan menyoroti kinerja Polri harus menjadi perhatian serius," kata Sigit dalam fit and proper test di DPR yang disiarkan langsung, Rabu (20/1/2021).

Komjen Sigit mencontohkan, pelayanan yang dinilai berbelit-belit hingga arogansi anggota Polri harus dihilangkan. Komjen Sigit menyebutkan, persepsi dan isu negatif terhadap Polri menjadi perhatian serius ke depan.

Untuk itu, Sigit berjanji di bawah kepemimpinannya nanti, Polri akan mengedepankan penegakan hukum yang mengedepankan rasa keadilan masyarakat dan memenuhi harapan masyarakat.

Dia juga berjanji akan merubah potret Polri di masyarakat. Ia berjanji di bawah kepemimpinannya nanti, penegakan hukum harus dilaksanakan dengan humanis dan memenuhi rasa keadilan.

Baca juga: Hari ini Jokowi Lantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri di Istana, ini Susunan Acaranya

8. Intensifkan e-Tilang

Komjen Sigit juga  akan mengurangi interaksi dalam proses penilangan untuk menghindari praktek penyimpangan uang pada proses tilang.

Sebaliknya ia akan mengintensifkan penerapan tilang elektronik atau menggunakan kamera electronic traffic law enforcement (e-TLE).

"Khusus di bidang lalu lintas, penindakan pelanggaran lalu lintas secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau biasa disebut e-TLE," kata Komjen Sigit.

Menurut dia, hal itu untuk mengurangi praktek penyimpangan selama penindakan tilang oleh anggota di lapangan. Sementara itu jika tilang berbasis elektronik, nantinya pelanggar lalu lintas akan dikirimkan surat dari kepolisian dan diminta mengikuti prosedurnya secara elektronik.

Oleh karena itu, anggota Polantas bisa fokus mengatur lalu lintas tanpa perlu melakukan tilang. Komjen Sigit berharap hal ini akan meningkatkan perilaku anggota Satuan Lalu Lintas ke depan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved