119 Jenazah Covid-19 Telah Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel, Tapi Upah Penggali Kubur Belum Dibayar
Penggali makam TPU Jombang melakukan aksi demo karena upahnya belum dibayar dan karena akan digunakan sistim pembayaran mingguan bukan harian lagi.
WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Sebanyak 119 jenazah infeksi covid-19 telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak awal Januari 2021 hingga saat ini.
Namun, penggali makam TPU Jombang melakukan aksi demo karena upahnya belum dibayar dan karena akan digunakan sistim pembayaran mingguan bukan harian lagi.
Di mana dari sejumlah prosesi pemakaman itu pihak tenaga penggali TPU Jombang mendapatkan upah sebesar Rp 1 juta saat melakoni pekerjaan tersebut.
Kepala Seksi Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Nazmudin mengaku sejak memasuki awal Januari 2021 ini pihaknya mendapatkan kendala pembayaran upah bagi sejumlah tenaga penggali.
Baca juga: Dilantik Sebagai Sekda DKI, Ini Daftar Harta Kekayaan Marullah Matali
Baca juga: Diduga Lelah Terima Aduan Warga yang Tak Dapat Bansos, Jadi Penyebab Dipotongnya Dana BST Kemensos
Baca juga: Lowongan Kerja di Jakarta Smart City DKI, Gaji Terbesar Rp 23 Juta, Banyak Posisi, Cek di Sini
"BTT (Biaya Tak Terduga) untuk tahun ini sedang kita ajukan. Mudah-mudahan segera lah agar permasalahan pembayaran tukang gali ini khususnya ini tidak tersendat-sendat," kata Nazmudin kepada Wartakotalive.com saat ditemui di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangsel, Senin (25/1/2021).
Nazmudin menuturkan sejak memasuki awal Januari 2021 pihaknya melakukan peminjaman dana dari berbagai sumber guna menutupi biaya upah penggali makam.
Pasalnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima kucuran dana yang bersumber dari Pemerintah Kota Tangsel.
Menurutnya, dana yang terkategori sebagai biaya tak terduga (BTT) itu masih dalam proses pencairan pihak Pemkot Tangsel.
"Iya Januari (2021) ini. Per bulan ini sudah 119 lubang. Memang pembayarannya sempat ter-cover juga oleh sisa estimasi dana tahun lalu. Jadi enggak sepenuhnya talangan," jelasnya.
Diwartakan sebelumnya, sejumlah tenaga penggali makam di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangsel melangsungkan aksi demo.
Aksi demo itu ditenggarai sejumlah penggali makam tersebut yang belum menerima upah dari pekerjaan yang telah dilakoninya.
Nazmudin mengatakan aksi demo sejumlah tenaga penggali pemakaman itu dilakukan akibat adanya perubahan sistem pembayaran yang dilakukan pihaknya.
"Nah untuk hari ini mereka, rencananya kita bayar perminggu, katakanlah utang jadi mereka punya tabungan dua lubang, mau dibayar di akhir minggu ini. Jadi, demo itu karena mau dibuat sistem dari harian bayarannya menjadi tiap minggu," kata Nazmudin kepada Warta Kota saat ditemui di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangsel, Senin (25/1/2021).
Nazmudin menuturkan aksi demo tersebut lantaran sejumlah penggali itu meminta upah usai memakamkan dua jenazah infeksi covid-19 pada hari ini.
Namun, pihak pengelola memaparkan bahwa sistem pembayaran bakal berubah dari sebelumnya yang dilakukan secara harian.
Sebab, pada tahun 2021 ini pihak pengelola mengaku merubah sistem pembayaran secara harian menjadi mingguan.