Kabar Tokoh

SBY Mengaku Ngeri dengan Masa Depan Indonesia Jika Kondisi Masyarakat yang Terbelah Tak Dicegah

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengritisi kondisi masyarakat Indonesia yang terbelah saat ini.

IG Agus Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono di masa pandemi tetap mengritisi kondisi politik bangsa Indonesia. Kondisi saat ini tengah terbelah dan mesti dicegah 

Oleh karena itu, SBY meminta seluruh pemimpin dan elemen masyarakat harus bertindak dan tidak membiarkan polarisasi tersebut terus berjalan.

Baca juga: VIDEO Putri Kerajaan Arab Saudi Princess Jauhara Suka Mie Instan Buatan Indonesia

"Mumpung belum terlalu jauh divisi dan polarisasi sosial serta politik di negeri kita, para pemimpin dan semua elemen bangsa harus sadar bahwa sesuatu harus dilaksanakan. Something must be done. Pembiaran dan inaction adalah dosa dan kesalahan besar," ucap SBY.

Pesan Soal Pandemi Covid-19

Sebelumnya, SBY berpesan dengan pandemi Covid-19 harus tetap optimis, apalagi sekarang sudah ada vaksin corona.

Ia optimis dengan adanya vaksin corona maka Indonesia akan punya jalan untuk meredakan serta memulihkan perekonomian yang terpuruk.

Namun, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengingatkan pemerintah agar menepati janji-janji terkait penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Salah satunya, yaitu janji memberikan layanan vaksinasi Covid-19 gratis bagi seluruh masyarakat yang jadi target penerima vaksin.

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Pandemi Virus Corona Meningkat, TPU Jombang Buka Lahan Baru

"Poin saya adalah apa yang telah dijanjikan oleh pemerintah kepada rakyat harus benar-benar ditepati. Kalau tidak, misalnya karena salah perencanaan dan salah hitung, bisa menimbulkan chaos tersendiri," kata SBY dalam keterangan tertulis, Jumat (8/1/2021).

Ia mengatakan, penyediaan layanan vaksinasi Covid-19 gratis tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar.

SBY berharap pemerintah merencanakannya dengan baik, mengingat kondisi keuangan negara saat ini terbatas akibat dampak pandemi.

Menurut SBY, pemerintah juga tidak bisa lagi mengandalkan utang.

Baca juga: 10 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, Jokowi: Kita Masih Beruntung Tidak Sampai Lockdown

"Presiden Jokowi sudah menjanjikan vaksin ini

Baca juga: BWF Hukum Berat Delapan Pebulutangkis Indonesia Karena Mengatur Pertandingan

gratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Ingat, keuangan negara dan ruang fiskal kita sungguh terbatas," kata SBY.

"Tentu negara tak bisa terus-menerus berutang, karena utang yang kian menggunung akan menambah beban ekonomi yang kini bebannya sudah sangat," ujarnya.

SBY berpendapat, dampaknya akan sangat buruk jika pemerintah tidak mampu mengelola keuangan dengan baik dan sampai ingkar janji.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved