Kabar Tokoh

SBY Mengaku Ngeri dengan Masa Depan Indonesia Jika Kondisi Masyarakat yang Terbelah Tak Dicegah

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengritisi kondisi masyarakat Indonesia yang terbelah saat ini.

IG Agus Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono di masa pandemi tetap mengritisi kondisi politik bangsa Indonesia. Kondisi saat ini tengah terbelah dan mesti dicegah 

Menurut Presiden ke-6 RI itu, masyarakat bisa panik, marah, dan kehilangan harapan.

"Keseluruhan upaya mengatasi pandemi di negeri ini juga bisa gagal. Saya berpandangan bahwa sebenarnya pemerintah mampu untuk mengelola vaksinasi ini dengan baik. Syaratnya, lakukan manajemen krisis yang efektif serta bekerja siang dan malam. Bukan business as usual," kata SBY.

Sementara itu, terkait jenis vaksin Covid-19 yang akan diberikan untuk publik, SBY mengingatkan dua faktor penting yang harus dipenuhi.

Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Dukung PPKM Jawa-Bali untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Dua faktor itu adalah keamanan dan efikasi vaksin.

"Yang penting, penjelasan pemerintah kepada masyarakat harus gamblang, transparan dan dapat dimengerti dengan baik," kata SBY.

Ia mengatakan, pemerintah tidak boleh gagal melaksanakan vaksinasi Covid-19. Sebab, pelaksanaan vaksinasi dinilai jadi jalan bagi Indonesia untuk segera mengakhiri pandemi.

"Saya yakin rakyat Indonesia, termasuk saya, sangat berharap pemerintah dapat melakukan vaksinasi nasional ini dengan baik. Harus sukses dan tak boleh gagal, karena itulah jalan bagi pengakhiran pandemi di negeri ini," tutur SBY.

SBY pun memberikan pesan lewat akun facebook resmi untuk menghadapi masa depan dengan lebih optimis.

Baca juga: Pemkot Tangsel Belum Merespon, Para Perajin Tempe Tahu Tunggu Hasil Pembahasan SPTI dan Kadin Saja

Apalagi di masa pandemi Covid19 seperti ini, berikut sebagian tulisan yang dikutip Wartakotalive.com, Jumat (8/1/2021)

Alhamdulillah, tahun 2020 telah kita lalui. Tahun kemarin sungguh sangat berat bagi umat manusia. Sejarah mencatatnya sebagai tahun yang kelam, tahun musibah dan tahun ujian.

Secara global, pandemi corona yang amat ganas telah memakan korban jiwa sebesar 1,8 juta dan yang terjangkit mencapai 85 juta orang. Dampak dan ikutannya adalah krisis ekonomi yang memukul semua negara di dunia.

Potret negeri kita, Indonesia, kurang lebih sama. Rakyat Indonesia yang terinfeksi Covid-19 dan yang meninggal dunia jumlahnya juga lumayan besar, dan tercatat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Ekonomi kita juga mengalami resesi dan tekanan-tekanan lain, yang akhirnya menambah beban hidup dan penderitaan rakyat kita.

Saya pantau, sikap masyarakat dalam menghadapi tahun baru 2021 cukup beragam. Ada yang pesimis, ada pula yang optimis.

Baca juga: The Jakmania Berharap Persija Jakarta Mampu Bertahan di Masa Sulit

Ada yang pasrah dan masa bodoh, ada juga yang punya semangat untuk ikut mengubah keadaan ke arah yang lebih baik.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved