Pemkot Tangsel Belum Merespon, Para Perajin Tempe Tahu Tunggu Hasil Pembahasan SPTI dan Kadin Saja
Pemerintah Kota Tangsel belum merespon sama sekali persoalan yang dihadapi para pelaku perajin tahu dan tempe di wilayahnya.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Pemerintah Kota Tangsel belum merespon sama sekali persoalan yang dihadapi para pelaku perajin tahu dan tempe di wilayahnya.
"Iya belum ada turun tangan sama sekali Pemkot Tangsel," ujar Sofyan Tasbim, pemilik industri Perajin Tahu Non Formalin di Jalan Tabanas 4 RT 011/017, Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditemui Wartakotalive.com, Kamis (7/1/2021).
Seperti diketahui harga bahan pokok pembuatan tahu yakni kedelai meroket tinggi di pasaran hingga berimbas terhadap industri perajin tahu.
"Sebelum ada kenaikan harga normal kedelai yaitu berkisar Rp 6.000 sampai Rp 7.000 per kilogram. Sekarang ini sudah mendekati diangka Rp 10.000, harga eceran di toko kurang lebih Rp 9.300 sampai Rp 9.500. Imbasnya menggiling 5 sampai 6 kuintal yang tadinya 1 ton per hari," kata Tasbim kepada Wartakotalive.com saat ditemui di lokasi, Kedaung, Pamulang, Kota Tangsel, Kamis (7/1/2021).
Tasbim mengatakan semakin mengkhawatirkannya kondisi industri perajin tahu membuat Sedulur Perajin Tahu Indonesia (SPTI) meminta pemerintah pusat turun tangan dalam menekan pelonjakan bahan baku kedelai.
Menurutnya langkah itu dilakukan guna menyelamatkan indutri pengrajin tahu dan tempe di Indonesia.
"Iya betul dari Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) sedang dibicarakan bersama SPTI," ungkapnya.
Namun, sikap pemerintah pusat justru bertolak belakang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dikala berusaha menekan harga kenaikan kedelai.
Sementara itu, hingga Kamis kemarin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Tangsel belum menjawab keluhan pelaku usaha perajin tahu dan tempe itu.
Saat dihubungi Wartakotalive.com pada Kamis (7/1/2021) lalu melalui sambungan pesan WhatsApp dan sambungan telepon tak dijawab.
Baca juga: Angka Kematian Pasien Covid-19 Meningkat, Operasi Yustisi Bakal Sering Digelar Selama PSBB Ketat
Baca juga: Sepekan di Januari 2021 Sudah Kubur 22 Jenazah Covid, Ini Rekor Tertinggi Sejak Pandemi Maret 2020
Baca juga: Gusar Ada PSBB Ketat Pedagang Pasar Lama Tangerang Pilih Dilockdown Saja Sekalian Daripada Dibatasi