Selasa, 5 Mei 2026

Abu Bakar Baasyir

Baru Terungkap, Baasyir Pernah Diusulkan untuk Ditahan di Guantanamo, Tapi Ditolak Presiden Megawati

Baru terungkap Abu Bakar Baasyir ternyata pernah diusulkan untuk ditahan di penjara khusus Guuantanamo.Mengapa Presiden Megawati menolak?

Tayang:
istimewa
Abu Bakar Baasyir Bebas dari Lapas Gunung Sindur. Baasyir sempat pose bersama penjemput. Saat berita pembebasan dirinya terungkap bahwa Baasyir nyaris sempat dibawa ke penjara khusus Giantano saat presidennya Megawati. Namun permintaan Presiden Bush itu ditolak Megawati. 

Penjara itu menempati sebagian dari pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba sejak 2002.

Penjara ini menahan tokoh yang oleh pemerintah Amerika Serikat dianggap sebagai anggota dari al-Qaeda dan Taliban.

Baca juga: Permudah Beragam Layanan bagi Konsumen, Astra UD Trucks Kini Hadir di Tiga Marketplace Indonesia

Baasyir Minta Maaf

Abu Bakar Baasyir menyampaikan permintaan maaf kepada petugas Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (8/1/2021).

Hal tersebut disampaikan Abu Bakar Baasyir saat akan meninggalkan Lapas Gunung Sindur lantaran dinyatakan bebas murni.

Terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir
Terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir (The Guardian)

Terpidana terorisme tersebut pulang ke Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada pukul 05.21 WIB.

"Tidak ada. Kecuali hanya secara umum beliau menyampaikan mohon maaf kalo selama berada di sini mungkin ada yang kurang ada yang salah keliru," ujar putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rachim.

"Kemudian ustaz Abu menyampaikan tidak ada. Selama ini masya Allah malah beliau terima kasih. Jadi agak syahdu situasinya," tambahnya.

Abdul Rachim menegaskan bahwa ayahnya saat ini dalam kondisi yang sehat.

"Sehat alhamdulillah. Tadikan sebelum berangkat ada pemeriksaan sekilas oleh tim dokter yang bersama dengan kita," jelasnya.

Baca juga: Diky Soemarno Ketum The Jakmania Anggap Wajar #AyoMainLagi Jadi Ramai Di Medsos

Abu Bakar Baasyir meninggalkan area Lapas Khusus Kelas II A Gunungsindur, Kabupaten Bogor sekitar pukul 05.21 WIB dengan dijemput pihak keluarga, tim pengacara dan tim dokter serta pengamanan dari BNPT dan Densus.

Sekitar pukul 05.21 WIB itu, kendaraan yang keluar paling awal adalah mobil ambulans dengan nomor polisi B 1642 PIX kemudian diikuti mobil berukuran sedang berwarna putih berplat nomor AD 1138 WA serta dibuntuti empat rombongan lainnya.

Menyikapi hal tersebut, putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rachim mengaku bahwa ayahnya berada di dalam satu mobil tersebut. Untuk detailnya, Abdul belum dapat membeberkannya.

"Sekarang saya belum bisa kasih tau, pokoknya ada di salah satu dari kendaraan. Mohon maaf," ujarnya.

 Abdul Rachim membeberkan bahwa dirinya tidak mengetahui terkait perpisahan yang dilakukan ayahnya terhadap narapidana lainnya.

"Kalau napi lain posisinya di dalam. Jadi saya tidak bisa masuk ke dalam. Saya di pintu serah terima. Jadi kami keluarga hanya dibatasi sampai di situ. Tidak boleh masuk ke lokasi-lokasi penjaranya," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Megawati Tolak Permintaan Bush Ekstradisi Ba’asyir ke Guantanamo",  Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved