Rabu, 29 April 2026

Abu Bakar Baasyir

Baru Terungkap, Baasyir Pernah Diusulkan untuk Ditahan di Guantanamo, Tapi Ditolak Presiden Megawati

Baru terungkap Abu Bakar Baasyir ternyata pernah diusulkan untuk ditahan di penjara khusus Guuantanamo.Mengapa Presiden Megawati menolak?

istimewa
Abu Bakar Baasyir Bebas dari Lapas Gunung Sindur. Baasyir sempat pose bersama penjemput. Saat berita pembebasan dirinya terungkap bahwa Baasyir nyaris sempat dibawa ke penjara khusus Giantano saat presidennya Megawati. Namun permintaan Presiden Bush itu ditolak Megawati. 

Mulanya Megawati beralasan sosok Ba’asyir sangat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Broto Happy Tegaskan Pemain yang Disanksi BWF Bukan dari Pelatnas Cipayung

Megawati bilang, jika tiba-tiba Ba’asyir menghilang maka akan memunculkan kecurigaan dari publik.

Hal itu, kata Megawati, akan menyulitkan pemerintah Indonesia.

Megawati pun meminta penolakannya terhadap permintaan Bush itu tak mengganggu hubungan bilateral antara Indonesia dan AS.

Keempat perwakilan AS itu lantas terkejut mendengar Megawati yang langsung menolak.

Pasalnya pertemuan itu langsung diinisiasi oleh Bush.

Baca juga: Setelah Gisella Anastasia Diperiksa Sebagai Tersangka, Polisi Akan Lakukan Olah TKP Hotel di Medan

"Mereka bertiga (Boyce, agen CIA, dan Brooks) sampai harus bertanya kepada dia (Megawati) untuk memastikan kebenaran ucapan (penolakan) Megawati di akhir pertemuan,” tutur Burks.

Permintaan Bush yang ditolak Megawati itu juga diakui Ba’asyir saat membacakan eksepsi di PN Jakarta Selatan, pada 24 Februari 2011.

Awalnya Ba'asyir mengutip pernyataan Duta Besar AS ketika berpidato di Universitas Islam Negeri.

"Abu Bakar akan kami usahakan supaya tak bisa lagi mengurusi organisasinya," ujar Ba'asyir ketika membacakan nota keberatannya.

Baca juga: Diperiksa Selama 11 Jam, Gisella Anastasia Diberondong 49 Pertanyaan

Ia lalu menceritakan upaya AS meminta Megawati mengizinkan ekstradisi ba’asyir ke Guantanamo namun ditolak.

"Tetapi Megawati menolak tegas sehingga makar pertama ini gagal," kata Ba’asyir.

Adapun Ba’asyir saat ini telah berstatus bebas murni pada Jumat (8/1/2021) pagi, setelah menjalani hukuman di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.

Pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah ini diketahui bebas sekitar pukul 05.21 WIB.

Seperti diketahui, Kamp Tahanan Teluk Guantanamo atau Penjara Guantanamo  adalah kompleks penjara militer di bawah Joint Task Force Guantanamo (JTF-GTMO)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved