Jumat, 8 Mei 2026

Abu Bakar Baasyir

Baru Terungkap, Baasyir Pernah Diusulkan untuk Ditahan di Guantanamo, Tapi Ditolak Presiden Megawati

Baru terungkap Abu Bakar Baasyir ternyata pernah diusulkan untuk ditahan di penjara khusus Guuantanamo.Mengapa Presiden Megawati menolak?

Tayang:
istimewa
Abu Bakar Baasyir Bebas dari Lapas Gunung Sindur. Baasyir sempat pose bersama penjemput. Saat berita pembebasan dirinya terungkap bahwa Baasyir nyaris sempat dibawa ke penjara khusus Giantano saat presidennya Megawati. Namun permintaan Presiden Bush itu ditolak Megawati. 

WARTAKORTALIVE.COM, JAKARTA -- Baru terungkap Abu Bakar Baasyir ternyata pernah diusulkan untuk ditahan di penjara khusus Guuantanamo.

Usulan saat itu ternyata ditolak Presiden Megawati.

Dilansir dari pemberitaan Tempo pada 30 Desember 2004, Presiden AS saat itu, George Walker Bush menginginkan amir Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) itu dipenjarakan di Guantanamo.

Hal itu disampaikan mantan penerjemah Bush, Fred Burks.

Baca juga: Nazaruddin Sebut LP Sukamiskin Bak Guantanamo

Baca juga: Edi Sukarno Wakil Sekjen PP PBSI Menanggapi Kasus Delapan Pebulutangkis Yang Lakukan Match Fixing

Bahkan Bush mengirim utusan khusus untuk menyampaikan keinginannya kepada Presiden RI saat itu, yakni Megawati Soekarnoputri.

Tak tanggung-tanggung, utusan khusus yang dikirim Bush ialah seorang agen badan intelijen AS (CIA).

Agen CIA itu diutus bertemu langsung Megawati.

Agen CIA tersebut didampingi Duta Besar AS untuk Indonesia Ralph L Boyce, Ahli Indonesia di Dewan Keamanan Nasional (NSC) Karen Brooks, dan juga Burks sendiri.

"Pertemuan itu disampaikan utusan khusus Presiden Bush dalam pertemuan rahasia di rumah Megawati," ujar Fred Burks, sebagaimana dikutip dari Tempo.

Dokumentasi Megawati Soekarnoputeri Berkunjung Ke Istana Merdeka. Presiden Joko Widodo makan bersama mantan Presiden Megawati Soekarnoputeri, di istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/11/2016). Presiden Jokowi juga melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden RI periode 2001-2004 tersebut di teras belakang Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Setpres) ()
Dokumentasi Megawati Soekarnoputeri Berkunjung Ke Istana Merdeka. Presiden Joko Widodo makan bersama mantan Presiden Megawati Soekarnoputeri, di istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/11/2016). Presiden Jokowi juga melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden RI periode 2001-2004 tersebut di teras belakang Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Setpres) () (Antaranews.com)

"Dan Megawati sama sekali tidak tahu kalau utusan khusus itu seorang agen CIA," kata Burks.

Pasalnya, Boyce hanya memperkenalkan wanita tersebut sebagai utusan khusus Bush.

Baca juga: Menko Polhukam Mahfud MD Sudah Serahkan Nama 5 Calon Kapolri Kepada Presiden

Pertemuan itu berlangsung singkat, hanya sekitar 20 menit.

Burks bilang, obrolan dalam pertemuan itu didominasi oleh Megawati dan agen CIA yang merupakan utusan khusus Presiden Bush.

Agen CIA tersebut menyampaikan keinginan Bush agar Megawati memastikan Polri menangkap Ba’asyir sebelum berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Los Cabos, Meksiko, Oktober 2002.

Di luar dugaan, Megawati menolak permintaan tersebut.

Mulanya Megawati beralasan sosok Ba’asyir sangat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Broto Happy Tegaskan Pemain yang Disanksi BWF Bukan dari Pelatnas Cipayung

Megawati bilang, jika tiba-tiba Ba’asyir menghilang maka akan memunculkan kecurigaan dari publik.

Hal itu, kata Megawati, akan menyulitkan pemerintah Indonesia.

Megawati pun meminta penolakannya terhadap permintaan Bush itu tak mengganggu hubungan bilateral antara Indonesia dan AS.

Keempat perwakilan AS itu lantas terkejut mendengar Megawati yang langsung menolak.

Pasalnya pertemuan itu langsung diinisiasi oleh Bush.

Baca juga: Setelah Gisella Anastasia Diperiksa Sebagai Tersangka, Polisi Akan Lakukan Olah TKP Hotel di Medan

"Mereka bertiga (Boyce, agen CIA, dan Brooks) sampai harus bertanya kepada dia (Megawati) untuk memastikan kebenaran ucapan (penolakan) Megawati di akhir pertemuan,” tutur Burks.

Permintaan Bush yang ditolak Megawati itu juga diakui Ba’asyir saat membacakan eksepsi di PN Jakarta Selatan, pada 24 Februari 2011.

Awalnya Ba'asyir mengutip pernyataan Duta Besar AS ketika berpidato di Universitas Islam Negeri.

"Abu Bakar akan kami usahakan supaya tak bisa lagi mengurusi organisasinya," ujar Ba'asyir ketika membacakan nota keberatannya.

Baca juga: Diperiksa Selama 11 Jam, Gisella Anastasia Diberondong 49 Pertanyaan

Ia lalu menceritakan upaya AS meminta Megawati mengizinkan ekstradisi ba’asyir ke Guantanamo namun ditolak.

"Tetapi Megawati menolak tegas sehingga makar pertama ini gagal," kata Ba’asyir.

Adapun Ba’asyir saat ini telah berstatus bebas murni pada Jumat (8/1/2021) pagi, setelah menjalani hukuman di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.

Pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah ini diketahui bebas sekitar pukul 05.21 WIB.

Seperti diketahui, Kamp Tahanan Teluk Guantanamo atau Penjara Guantanamo  adalah kompleks penjara militer di bawah Joint Task Force Guantanamo (JTF-GTMO)

Penjara itu menempati sebagian dari pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba sejak 2002.

Penjara ini menahan tokoh yang oleh pemerintah Amerika Serikat dianggap sebagai anggota dari al-Qaeda dan Taliban.

Baca juga: Permudah Beragam Layanan bagi Konsumen, Astra UD Trucks Kini Hadir di Tiga Marketplace Indonesia

Baasyir Minta Maaf

Abu Bakar Baasyir menyampaikan permintaan maaf kepada petugas Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (8/1/2021).

Hal tersebut disampaikan Abu Bakar Baasyir saat akan meninggalkan Lapas Gunung Sindur lantaran dinyatakan bebas murni.

Terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir
Terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir (The Guardian)

Terpidana terorisme tersebut pulang ke Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada pukul 05.21 WIB.

"Tidak ada. Kecuali hanya secara umum beliau menyampaikan mohon maaf kalo selama berada di sini mungkin ada yang kurang ada yang salah keliru," ujar putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rachim.

"Kemudian ustaz Abu menyampaikan tidak ada. Selama ini masya Allah malah beliau terima kasih. Jadi agak syahdu situasinya," tambahnya.

Abdul Rachim menegaskan bahwa ayahnya saat ini dalam kondisi yang sehat.

"Sehat alhamdulillah. Tadikan sebelum berangkat ada pemeriksaan sekilas oleh tim dokter yang bersama dengan kita," jelasnya.

Baca juga: Diky Soemarno Ketum The Jakmania Anggap Wajar #AyoMainLagi Jadi Ramai Di Medsos

Abu Bakar Baasyir meninggalkan area Lapas Khusus Kelas II A Gunungsindur, Kabupaten Bogor sekitar pukul 05.21 WIB dengan dijemput pihak keluarga, tim pengacara dan tim dokter serta pengamanan dari BNPT dan Densus.

Sekitar pukul 05.21 WIB itu, kendaraan yang keluar paling awal adalah mobil ambulans dengan nomor polisi B 1642 PIX kemudian diikuti mobil berukuran sedang berwarna putih berplat nomor AD 1138 WA serta dibuntuti empat rombongan lainnya.

Menyikapi hal tersebut, putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rachim mengaku bahwa ayahnya berada di dalam satu mobil tersebut. Untuk detailnya, Abdul belum dapat membeberkannya.

"Sekarang saya belum bisa kasih tau, pokoknya ada di salah satu dari kendaraan. Mohon maaf," ujarnya.

 Abdul Rachim membeberkan bahwa dirinya tidak mengetahui terkait perpisahan yang dilakukan ayahnya terhadap narapidana lainnya.

"Kalau napi lain posisinya di dalam. Jadi saya tidak bisa masuk ke dalam. Saya di pintu serah terima. Jadi kami keluarga hanya dibatasi sampai di situ. Tidak boleh masuk ke lokasi-lokasi penjaranya," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Megawati Tolak Permintaan Bush Ekstradisi Ba’asyir ke Guantanamo",  Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved