Pembunuhan
Tak Puas dengan Motif Adik Bunuh Kakak, Polisi Tes Kejiwaan Juan, Alasan Mau Nikah Terlalu Sepele
Unit Reskrim Polres Metro Depok menggelar pra rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Juana alias Juan (20) terhadap kakaknya Dendi.
WARTAKOTALIVE.COM, SAWANGAN -- Unit Reskrim Polres Metro Depok menggelar pra rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Juana alias Juan (20) terhadap kakaknya sendiri Dendi.
Sebelumnya ramai diberitakan, jasad Dendi ditemukan terkubur dalam rumah kontrakannya di Jalan Kopral Daman, Sawangan, Kota Depok, pada Rabu (18/11/2020).
Dalam pra rekonstruksi tadi, tersangka Juan memperagakan kurang lebih 20 adegan dari mulai dirinya menghantam kepala kakaknya saat tertidur menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram, hingga menguburkan korban.
Baca juga: Kasus Adik Bunuh Kakak di Sawangan dan Satu Lainnya di Bogor Ternyata 2 Pelaku, Berbau Cinta Sesama?
Baca juga: Didin, Salah Satu Korban Adik Bunuh Kakak di Sawangan Dimakamkan, Keluarga Minta Juan Dihukum Mati
“Ada 20 sampai 21 adegan, masih pra rekonstruksi. Nanti kita akan rekonstruksi dengan penuntut umum,” ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, usai pra rekonstruksi berlangsung, Senin (23/11/2020).
Azis menjelaskan, pra rekonstruksi ini dilakukan pihaknya untuk menggali lebih dalam keterangan dari tersangka dan melengkapi proses penyidikan.
Kendati demikian, Azis berujar belum ada fakta baru yang ditemukan dalam proses pra rekonstruksi tadi.
“Gak ada (fakta baru), (pelaku) masih konsisten dengan keterangannya. Kenapa kita melaksanakan pra rekonstruksi, karena kami perlu mengeksplore atau menggali lebih dalam keterangan dari tersangka dan guna melengkapi proses penyidikan,” jelas Azis.
Azis berujar ada beberapa hal yang perlu digali lebih dalam oleh pihaknya, berkaitan dengan motif pelaku nekat menghabisi nyawa kakaknya dan rekannya yang lain, Muhamad Syarifudin alias Didin.
“Ada beberapa hal yang perlu kami gali lebih dalam, diantaranya adalah motif pelaku melakukan kejahatannya. Apakah ada kejanggalan dia melakukan perbuatan pidana tersebut, nanti akan kami gali lebih dalam,” pungkasnya.
Baca juga: Pangdam Jaya Pastikan yang Masih Nekat Pasang Baliho HRS Akan Ditangkap, Ada yang Berani?
Sebelumnya, seperti dikutip RRI, Sbastian (20 tahun), warga setempat yang mengaku mengenal korban inisial D dan 3 orang lainnya teman korban.
Menurutnya, empat sekawan lelaki itu sering nongkrong di warung miliknya yang tidak jauh dari lokasi penemuan mayat atau kontrakan.
Empat sekawan yang dikenal Sbastian itu adalah Didin, Juan , Khoiri dan Dendi.
"Saya kenal mereka berempat karena sering mampir ke warung saya. Apalagi salah satu teman mereka Didin adalah saudara saya," tutur Sbastian kepada wartawan di lokasi, Kamis (19/11/2020), seperti dikutip dari rri.co.id.
Baca juga: BNI Life Raih Tiga Penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2020
Kecurigaan Sbastian bahwa mereka memilki prilaku sesual menympang yakni homoseksual adalah mereka pasangan gay.
Bahkan menurut Sbastian, kelainan seksual Didin sudah diketahui kalangan keluarga dan sahabat-sahabat Didin.