Berita Tangerang

Emak-emak Lompat Pagar Gedung Cisadane Demi Dapat Bantuan Presiden Sektor UMKM Sebesar Rp 2,4 juta

Dia mengaku aksi nekatnya tersebut didasari oleh kebutuhan yang saat ini semakin membengkak.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ratusan warga mengantre untuk mendapat bantuan presiden sektor UMKM sebesar Rp 2,4 juta, Senin (19/10/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Lautan manusia tumpah di Gedung Cisadane, Kota Tangerang pada Senin (19/10/2020). Mereka mengantre bantuan Presiden (Banpres) dalam sektor UMKM senilai Rp. 2,4 juta.

Susi (40) satu dari orang yang turut ikut antrean dalam lautan manusia itu. Bahkan wanita asal Jurumudi, Kota Tangerang ini nekat hingga lompat pagar.

Ia mengaku nekat melompati pagar kurang lebih setinggi satu setengah meter tersebut lantaran khawatir berkas yang dibawanya tersebut tidak lagi diterima oleh panitia.

Baca juga: Bapemperda DKI Beberkan Jenis Pelanggaran yang Dijerat Sanksi Pidana dari Perda Covid-19

"Kami dapat infonya hari ini terakhir, jadi dari pagi sudah antre malahan ditutup gerbangnya. Ya mau enggak mau diloncatin saja pagarnya," ujar Susi yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual makanan di lingkungan rumahnya.

Dirinya juga mengaku aksi nekatnya tersebut didasari oleh kebutuhan yang saat ini semakin membengkak.

Dan tidak sebanding dengan pemasukan yang diterimanya.

Baca juga: VIDEO Penari Cantik Sinden Milenial, Berjuang Jaga Kelestarian Seni Tradisional Khas Tangerang

"'Lumayan dapatnya, kalau enggak salah dua juta lebih. Buat nambahin modal sekarang mah lagi susah cari duit," ucapnya.

Kepala Bidang UMKM Pemkot Tangerang, Katrina Iswandari membantah informasi tidak benar yang beredar di kalangan masyarakat.

Menurutnya proses pemberkasan dan verifikasi yang dilakukan oleh jajarannya tersebut dibuka hingga akhir November tahun ini.

"Hari ini dibagi menjadi tiga kelompok dari Kecamatan yang berbeda di Benda, Tangerang dan Larangan," kata Katrina.

Katrina berharap masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menerima informasi yang tidak benar tersebut. Sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.

Baca juga: Pemkab Tangerang Terima Hibah 6 Unit Sekolah Negeri dari Kementerian PUPR

"Untuk menghindari kejadian serupa untuk selanjutnya kami akan melakukan pendataan di wilayah dengan menggandeng pihak Kelurahan atau Kecamatan," ungkapnya.

Selain itu, Katrina juga mengaku tengah mempersiapkan flatform informasi teknologi untuk mengantisipasi hal serupa.

"Masyarakat nanti mendaftar melalui aplikasi yang sedang disiapkan, mudah-mudahan besok sudah siap," tuturnya.

Baca juga: Antre Bantuan Presiden UMKM Rp 2,4 Juta, Lautan Manusia Tumpah di Gedung Cisadane Tangerang 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved