Virus Corona Jabodetabek
UPDATE, Klaster Industri PT Epson Cikarang Bertambah 29 Orang, Total Jadi 398 Orang
Ada penambahan 29 orang klaster industri PT Indonesia Epson Industry (IEI), di kawasan industri EJIP, Cikarang, Selasa (22/9/2020) dan total jadi 398
Penulis: Muhammad Azzam |
Ia menuturkan penemuan kasus awal terjadi pada 6 September 2020.
Dari hasil tracing awal ditemukan 26 karyawan terkonfirmasi positif dari hasil tes swab.
Lalu, dilakukan tracing terhadap karyawan kontak erat.
"Data terakhir 352 karyawan yang terkonfirmasi positif," ucap dia.
Alamsyah menuturkan ratusan karyawan itu tengah menjalani perawatan.
Bagi mereka yang bergejala berat dilakuan perawatan di rumah sakit.
Sedangkan bergejala ringan dilakukan isolasi mandiri yang disediakan pemerintah maupun perusahaan.
"Kemudian operasional pabrik juga ditutup sementara dari awal penemuan kasus sampai 2 Oktober 2020," tandasnya.
BREAKING NEWS: 352 Karyawan PT Epson Bekasi Positif Covid-19, Operasional Pabrik Ditutup
Klaster industri Covid-19 di Kabupaten Bekasi terus mengalami peningkatan.
Terbaru, 352 karyawan perusahaan multinasional PT Indonesia Epson Industry (IEI) terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal itu dibenarkan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah, saat dikonfirmasi, Senin (21/8/2020).
• DAFTAR Klaster Penyebaran Covid-19 di Kementerian dan Lembaga: Kemenkes Terbanyak dengan 252 Kasus
"Iya benar 352 karyawan PT Epson terkonfirmasi positif Corona dari 13 ribu lebih total karyawan," kata Alamsyah.
Ia menuturkan, penemuan kasus awal terjadi pada 6 September 2020.
Dari hasil tracing awal ditemukan 26 karyawan terkonfirmasi positif dari hasil tes swab.
• Jawab Fokus Pemerintah Tangani Covid-19, Menko PMK: Ekonomi Justru Bikin Sehat, Jangan Dibolak-balik
Lalu, dilakukan tracing terhadap karyawan kontak erat.
"Data terakhir 352 karyawan yang terkonfirmasi positif," ucapnya.
Alamsyah menuturkan, ratusan karyawan itu tengah menjalani perawatan.
• ICW Usul Polisi Ajak KPK Bentuk Tim Gabungan Ungkap Motif Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Bagi mereka yang bergejala berat dilakukan perawatan di rumah sakit.
Sedangkan yang bergejala ringan dilakukan isolasi mandiri yang disediakan pemerintah maupun perusahaan.
"Kemudian operasional pabrik juga ditutup sementara dari awal penemuan kasus sampai 2 Oktober 2020," terangnya.
Penyebab Kasus Positif Corona Melonjak Tajam di Kabupaten Bekasi, Terbanyak dari Klaster Industri
Kasus positif corona atau Covid-19 di Kabupaten Bekasi mengalami penambahan signifikan, pada Kamis (17/9/2020).
Terjadi penambahan kasus positif corona di Kabupaten Bekasi mencapai 150 orang.
"Iya bertambah 150 orang positif corona," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, saat dikonfirmasi, pada Kamis (17/9/2020).
• Pemkab Bekasi Minta Perusahaan Awasi Ketat Karyawan saat Bekerja dan di Rumah
• Aparat Gabungan Bakal Gelar Operasi Yustisi hingga 14 Hari ke Depan, Bersiaplah Wahai Warga Bekasi
Alamsyah menerangkan penambahan kasus baru positif corona dari klaster industri.
Setelah dilakukan tracing pekerja yang kontak erat dengan pekerja yang sebelumnya dinyatakan positif corona.
"Umumnya kontak erat cluster industri," ucap Alamsyah.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi itu mengungkapkan sejauh ini sekitar 3000 pekerja telah dilakukan tes swab PCR.
• Sidak, Sudin Ketenagakerjaan Jakarta Barat Temukan Tiga Kasus Positif Covid-19 di Perkantoran
Hari ini juga ada 100 lebih pekerja yang masih positif corona dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.
"Hari ini juga pasien positif yang telah sembuh bertambah ada 110," terang dia.
Alamsyah menuturkan pihaknya terus gencar melakukan tracing dari klaster industri.
Perusahaan juga diminta gencar melakukan tes swab kepada pekerjanya sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran.
"Area industri juga gencar dilakukan penyemprotan disinfektan. Perusahaan juga diminta untuk mengawasan secara ketat pekerjanya baik di area perusahaan maupun diluar," paparnya.
• VIDEO: Gedung Dinas Teknis Jatibaru Pemprov DKI Ditutup Karena Covid, Begini Suasananya
Berdasarkan data Pusat Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bekasi (Pikokabsi), pada Kamis (17/9/2020) untuk data total keseluruhan kasus positif corona di Kabupaten Bekasi 1735. Pasien sembuh sebanyak 1535.
Sehingga kasus aktif atau yang masih positif ada sebanyak 200 orang, baik di rawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 48 orang.
Sempat Turun Naik Lagi Pada 15 September
Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali meningkat, pada Selasa (15/9/2020).
Hari ini terjadi penambahan 88 pasien positif corona.
Berdasarkan data Pusat Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Bekasi, pada website pikokabsi.bekasikab.go.id, pada pukul 11.00 WIB, Selasa (15/9/2020).
Total pasien Covid-19 sebanyak 1.505, 1.359 pasien di antaranya telah dinyatakan sembuh.
• Daftar Panitia Penyelenggara Piala Dunia U-20 Indonesia, Menpora dan Ketum PSSI Dapat Tugas Khusus
Jumlah pasien sembuh bertambah 117 dari satu hari sebelumnya, yakni 1.242 pasien.
Sedangkan pasien positif Covid-19 yang masih dirawat sebanyak 37 dan 61 pasien positif lainnya isolasi mandiri.
Untuk pasien meninggal dunia tidak mengalami penambahan, yakni bertahan dengan angka 48 pasien positif Covid-19.
Selain itu ada 399 orang dalam kontak erat. Jumlah tersebut berkurang 5 dari sebelumnya, yang berjumlah 404 orang kontak erat.
Padahal beberapa hari lalu kasus pasien positif corona di Kabupaten Bekasi penambahannya tidak terlalu signifikan.
• Pemkab Bekasi Minta Perusahaan Awasi Ketat Karyawan saat Bekerja dan di Rumah
Angkanya kenaikannya tak lebih dari 20 pasien positif.
Sebelumnya, Penambahan kasus positif corona atau Covid-19 di Kabupaten Bekasi mulai mengalami penurunan.
Tercatat hari ini pada Jumat (11/9/2020), penambahan kasus positif corona 19 orang.
"Iya mulai tidak signifikan (penambahan kasus positif). Kemarin itu tambah 15," kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, saat dikonfirmasi, pada Jumat (11/9/2020).
Untuk total kasus positif corona ada sebanyak 1.394. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.214 orang sudah dinyatakan sembuh.
Sehingga kasus aktif ada sebanyak 134 orang.
Dari jumlah itu 49 orang dirawat di rumah sakit dan 85 orang isolasi mandiri.
"Pasien positif yang dirawat di rumah sakit berkurang 16 orang dari 65 menjadi 49 orang. Juga warga yang menjalani isolasi mandiri berkurang dari 108 menjadi 85 orang," jelas Alamsyah.
• Mengaku Bucin Alias Budak Cinta, Ini Alasan Nikita Mirzani Ingin Punya Anak Lagi Tanpa Harus Nikah
Sementara kasus meninggal dunia tidak ada penambahan dalam tiga hari terakhir yakni 46 orang.
"Angka yang meninggal selama tiga hari tetap 46 orang, tidak ada penambahan," ucap dia.
Alamsyah menuturkan pihaknya terus gencar melakukan tes swab dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.
Bersama Polres Metro Bekasi, Kodim dan unsur masyarakat terus gencar melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan, terutama masker.
"Pemkab Bekasi juga lagi produksi massal 2,5 masker libatkan UMKM untuk nanti dibagikan kepada masyarakat secara gratis," paparnya.
34 Desa Zona Merah di Kabupaten Bekasi
Sebanyak 34 desa Kabupaten Bekasi zona merah virus corona atau Covid-19.
Mengenai 34 desa Kabupaten Bekasi zona merah Covid-19, dikonfirmasi langsung Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi.
Pihaknya mengonfirmasi dan membenarkan 34 desa masuk kategori zona merah, per hari Selasa (15/9/2020).
Zona merah artinya di wilayah itu terdapat pasien positif corona atau Covid-19.
• Jumlah RW Zona Merah di Bekasi Meningkat Jadi 107 Lokasi, Ini Buktinya
Dari 34 desa zona merah itu total kasus positif corona sebanyak 98.
"Desa yang terbanyak itu di Wanasari ada 28 pasien positif corona," kata dr Alamsyah, pada Selasa (15/9/2020).
Adapun rinciannya, 34 desa yang terdapat kasus positif corona yakni di Kecamatan Babelan ada di Desa Bunibakti, Huripjaya, Kebalen dan Kedungjaya dengan masing-masing satu kasus positif Covid-19.
Lalu, Kecamatan Cibarusah di Desa Cibarusah Kota dan Cibarusah Jaya, masing-masing satu kasus.
Di Kecamatan Cibitung ada 40 kasus positif corona, Desa Cibuntu 4 kasus, Wanajaya 8 kasus, dan Kelurahan Wanasari 28 kasus.
• Pegawai KPU Kota Tangsel Terinfeksi Covid-19, Satu Diantaranya Menjabat sebagai Komisioner
Selanjutnya, Kecamatan Cikarang Barat 1 kasus di Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Pusat 20 kasus, Cicau 2 kasus, Hegarmukti 5 kasus, dan Jayamukti 13 kasus.
"Kemudian, Kecamatan Cikarang Selatan 2 kasus di Desa Ciantra dan Sukaresmi. Kecamatan Cikarang Timur terdapat 4 kasus, Desa Jatireja 2 kasus, Karangsari 1 kasus, Sertajaya 1 kasus," katanya.
Kecamatan Cikarang Utara 6 kasus, rinciannya Desa Karang Asih 2 kasus, Cikarang Kota, Hajamekar, Mekarmukti, Simpangan, Ciantra dan Sukaresmi masing- masing satu kasus.
Kecamatan Cikarang Timur terdapat empat kasus, Desa Jatireja 2 kasus, Karangsari dan Sertajaya satu kasus.
Kecamatan Cikarang Utara sebanyak 6 kasus.
Kecamatan Karangbahagia sebanyak 5 kasus, Desa Karangsetia 2 kasus dan Sukaraya 3 kasus.
Kecamatan Serang Baru terdapat tiga kasus hanya terdapat di Desa Sukaragam, Kecamatan Setu terdapat 2 kasus di Desa Cijengkol dan Lubangbuaya.
"Kecamatan Tambun Selatan terdapat 8 kasus, Kelurahan Jatimulya, Lembangsari, Tambun, Karangsetia masing-masing 2 kasus, Desa Sumberjaya, Tridayasakti satu kasus dan Sukaraya 3 kasus," jelasnya.
Dan Kecamatan Tambun Utara terdapat 1 kasus di Desa Karang Satria.
Alamsyah menjelaskan daftar desa zona merah bersifat dinamis dan terus berubah-ubah.
Jika di desa itu sudah tidak ada pasien positif lagi tidak termasuk dalam daftar, begitu sebaliknya.
"Sampai saat ini ada delapan Kecamatan di Kabupaten Bekasi nihil kasus Covid-19, yakni di Muaragembong, Kedungwaringin, Sukakarya, Tambelang, Sukatani, Tarumajaya, Cabangbungin, Bojongmangu dan Pebayuran," tandasnya.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 22 September 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 64.554 (25.3%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 41.417 (16.6%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 19.982 (8.0%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 18.077 (6.9%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 14.524 (5.9%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 9.902 (4.0%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 9.566 (3.8%)
BALI
Jumlah Kasus: 7.996 (3.2%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 7.068 (2.8%)
RIAU
Jumlah Kasus: 5.701 (2.2%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 5.497 (2.2%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 5.249 (2.1%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 4.649 (1.7%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 4.593 (1.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 4.329 (1.8%)
ACEH
Jumlah Kasus: 3.785 (1.5%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 3.300 (1.3%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 3.137 (1.3%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 2.652 (1.0%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 2.441 (1.0%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 2.312 (0.9%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 2.261 (0.9%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 2.014 (0.8%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 1.747 (0.7%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 1.587 (0.6%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 879 (0.4%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 762 (0.3%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 541 (0.2%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 530 (0.2%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 503 (0.2%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 386 (0.2%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 332 (0.1%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 330 (0.1%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 320 (0.1%). (CC)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-pt-indonesia-epson-industry-iei220920201.jpg)