Virus Corona Jabodetabek
UPDATE, Klaster Industri PT Epson Cikarang Bertambah 29 Orang, Total Jadi 398 Orang
Ada penambahan 29 orang klaster industri PT Indonesia Epson Industry (IEI), di kawasan industri EJIP, Cikarang, Selasa (22/9/2020) dan total jadi 398
Penulis: Muhammad Azzam |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah, mengonfirmasi ada penambahan 29 orang klaster industri PT Indonesia Epson Industry (IEI), di kawasan industri EJIP, Cikarang, pada Selasa (22/9/2020).
"Terkini Selasa (22/9/2020), bertambah 29, total 398 (jumlah karyawan yang terpapar Covid-19) ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah, Selasa (22/9/2020).
Hasil 398 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil pelacakan dan penelusuran sekitar 4.000 lebih karyawan.
• Pemkab Bekasi Bakal Jemput Pasien Corona Kategori OTG yang Tidak Mau Isolasi Terpusat
Angka itu masih bisa terus bertambah dikarenakan masih ada spesimen yang belum keluar hasilnya.
“Masih ada yang belum keluar hasilnya,” kata Alamsyah.
Ia menuturkan pihaknya masih terus gencar melakukan tracing ke karyawan kontak erat maupun keluarga.
Dari 398 karyawan yang positif Covid-19 itu, 273 di antaranya adalah warga Kabupaten Bekasi. Sementara 125 karyawan sisanya adalah warga di luar Kabupaten Bekasi.
"Mereka di rawat di rumah sakit yang bergejala, yang OTG di isolasi di tempat yang disediakan perusahaan," beber dia.
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi mengonfirmasi total positif corona mencapai 2000 kasus.
• Ratusan Pengguna KRL Terjaring Operasi Masker Buff dan Scuba di Stasiun Bojonggede
Kasus itu terbanyak disumbangkan dari klaster industri.
"Hari ini total 2000 kasus, ada penambahan 31 kasus," kata Jubir Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, saat dikonfirmasi, pada Selasa (22/9/2020).
Alamsyah menuturkan kasus terbanyak dari klaster industri dengan 869 pekerja terpapar corona.
• Ada 62.3 Ton Sampah Diangkut dari Kali BKB Usai Hujan Deras Guyur Jakarta Semalam
Dari 2000 kasus itu, 1772 sudah dinyatakan sembuh dan meninggal 48 orang. Dirawat di rumah sakit 63 orang dan 167 isolasi mandiri.
"Yang sembuh tambah 16 orang, angka kematian atau yang meninggal tetap tidak ada penambahan tetap 48 sejak satu pekan terakhir," beber dia.
Sementara probable 72 kasus, suspek 6890 dan kontak erat 4080.
Kedatangan Tamu OTG Diduga Jadi Penyebab Ratusan Karyawan PT Epson Cikarang Terpapar Corona
Sebanyak 352 karyawan PT Indonesia Epson Industry (IEI) di Kawasan Industri EJIP Cikarang, Kabupaten Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19.
Pihak Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah mengungkapkan kronologis 352 karyawan terpapar corona berawal dari tamu yang datang ke perusahaan tersebut.
Ketika itu, perusahaan menggelar kegiatan pertemuan yang mengundang narasumber dari pihak luar.
• Pedagang Asongan di Stasiun Bojonggede Bogor Raup Rezeki dari Razia Masker Pengguna Kereta
"Hasil investigasi, ternyata kasus ini awal September. Ada pertemuan di sana ketika itu hadir narasumber dari luar.
"Tanpa gejala kemungkinan besar sudah terkonfirmasi tapi tanpa gejala narasumber itu," kata Alamsyah saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, pada Senin (21/9/2020).
Usai pertemuan itu atau kehadiran narasumber itu, sambung Alamsyah, ada sejumlah karyawan yang mengalami sakit demam.
• Begini Kondisi Camat Pasar Kemis yang Terjangkit Covid-19, Kahumas RSUD: Camat Alami Batuk dan Flu
Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh klinik perusahaan, hasilnya mengarah ke gejala Covid-19.
"Dari situ langsung ditemukan dari hasil tes swab enam positif corona," ungkap dia.
Dari temuan itu, Pemkab Bekasi bersama perusahaan melakukan tes secara masif terhadap karyawan.
• Gubernur Banten Wahidin Halim Perpanjang PSBB Sebulan Penuh
Pada tanggal 12 September 2020 ditemukan kembali karyawan positif corona sebanyak 26. Lalu beberapa kemudian keluar hasil kembali sebanyak 192.
"Terakhir update minggu total karyawan yang terpapar corona ada 352," beber dia.
Atas penyebab itu, Alamsyah meminta perusahaan agar lebih meningkatkan dalam melakukan screening atau penyaringan terhadap tamu luar yang datang ke perusahaan.
• Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah Cek Puskesmas Jurumudi sebagai Ruang Isolasi
Pasalnya, meskipun penerapan protokol kesehatan ketat akan tetapi kedatangan dari tamu yang ternyata positif corona itu tidak dapat terdeteksi.
"Maka harus benar-benar ditingkatkan pengawasan ini termasuk screening harus lebih ketat dari perusahsan agar sampai terulang kejadian ini," paparnya.
Sebanyak 352 karyawan PT Indonesia Epson Industry (IEI) di Cikarang, Kabupaten Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah mengungkapkan 352 karyawan PT Epson positif corona itu menjadi klaster industri terbesar setelah pabrik LG Elektronics.
"Iya terbesar (klaster industri), sebelumnya LG itu 242 karyawan yang positif corona," ujar Alamsyah, kepada Wartakotalive.com, pada Senin (21/9/2020).
Alamsyah menuturkan operasional pabrik juga telah ditutup sementara sejak awal penemuan kasus hingga 2 Oktober 2020.
Para karyawan yang positif corona dilakukan perawatan di rumah sakit yang memiliki gejala dan isolasi mandiri yang tidak bergejala.
"Semua sudah ditangani, mereka yang bergejala dan memiliki komorbit dirawat di rumah sakit," beber dia.
Alamsyah meminta perusahaan melakukan pengetatan protokol kesehatan di lingkungan pabrik.
Kemudian pengawasan ketat terhadap karyawan baik di area pabrik dan luar jam kerja.
"Kita sudah berikan langkah-langkah yang harus di jalani, sehingga ketika sudah mulai beroperasi dapat mencegah kembali terjadi penyebaran Covid-19," tutur dia.
Sebelumnya, Klaster industri Covid-19 di Kabupaten Bekasi terus mengalami peningkatan.
Terbaru, 352 karyawan Perusahaan Multinasional PT Indonesia Epson Industry (IEI) terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal itu dibenarkan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, saat dikonfirmasi, pada Senin (21/8/2020).
"Iya benar 352 karyawan PT Epson terkonfirmasi positif corona," kata Alamsyah.
Ia menuturkan penemuan kasus awal terjadi pada 6 September 2020.
Dari hasil tracing awal ditemukan 26 karyawan terkonfirmasi positif dari hasil tes swab.
Lalu, dilakukan tracing terhadap karyawan kontak erat.
"Data terakhir 352 karyawan yang terkonfirmasi positif," ucap dia.
Alamsyah menuturkan ratusan karyawan itu tengah menjalani perawatan.
Bagi mereka yang bergejala berat dilakuan perawatan di rumah sakit.
Sedangkan bergejala ringan dilakukan isolasi mandiri yang disediakan pemerintah maupun perusahaan.
"Kemudian operasional pabrik juga ditutup sementara dari awal penemuan kasus sampai 2 Oktober 2020," tandasnya.
BREAKING NEWS: 352 Karyawan PT Epson Bekasi Positif Covid-19, Operasional Pabrik Ditutup
Klaster industri Covid-19 di Kabupaten Bekasi terus mengalami peningkatan.
Terbaru, 352 karyawan perusahaan multinasional PT Indonesia Epson Industry (IEI) terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal itu dibenarkan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah, saat dikonfirmasi, Senin (21/8/2020).
• DAFTAR Klaster Penyebaran Covid-19 di Kementerian dan Lembaga: Kemenkes Terbanyak dengan 252 Kasus
"Iya benar 352 karyawan PT Epson terkonfirmasi positif Corona dari 13 ribu lebih total karyawan," kata Alamsyah.
Ia menuturkan, penemuan kasus awal terjadi pada 6 September 2020.
Dari hasil tracing awal ditemukan 26 karyawan terkonfirmasi positif dari hasil tes swab.
• Jawab Fokus Pemerintah Tangani Covid-19, Menko PMK: Ekonomi Justru Bikin Sehat, Jangan Dibolak-balik
Lalu, dilakukan tracing terhadap karyawan kontak erat.
"Data terakhir 352 karyawan yang terkonfirmasi positif," ucapnya.
Alamsyah menuturkan, ratusan karyawan itu tengah menjalani perawatan.
• ICW Usul Polisi Ajak KPK Bentuk Tim Gabungan Ungkap Motif Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Bagi mereka yang bergejala berat dilakukan perawatan di rumah sakit.
Sedangkan yang bergejala ringan dilakukan isolasi mandiri yang disediakan pemerintah maupun perusahaan.
"Kemudian operasional pabrik juga ditutup sementara dari awal penemuan kasus sampai 2 Oktober 2020," terangnya.
Penyebab Kasus Positif Corona Melonjak Tajam di Kabupaten Bekasi, Terbanyak dari Klaster Industri
Kasus positif corona atau Covid-19 di Kabupaten Bekasi mengalami penambahan signifikan, pada Kamis (17/9/2020).
Terjadi penambahan kasus positif corona di Kabupaten Bekasi mencapai 150 orang.
"Iya bertambah 150 orang positif corona," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, saat dikonfirmasi, pada Kamis (17/9/2020).
• Pemkab Bekasi Minta Perusahaan Awasi Ketat Karyawan saat Bekerja dan di Rumah
• Aparat Gabungan Bakal Gelar Operasi Yustisi hingga 14 Hari ke Depan, Bersiaplah Wahai Warga Bekasi
Alamsyah menerangkan penambahan kasus baru positif corona dari klaster industri.
Setelah dilakukan tracing pekerja yang kontak erat dengan pekerja yang sebelumnya dinyatakan positif corona.
"Umumnya kontak erat cluster industri," ucap Alamsyah.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi itu mengungkapkan sejauh ini sekitar 3000 pekerja telah dilakukan tes swab PCR.
• Sidak, Sudin Ketenagakerjaan Jakarta Barat Temukan Tiga Kasus Positif Covid-19 di Perkantoran
Hari ini juga ada 100 lebih pekerja yang masih positif corona dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.
"Hari ini juga pasien positif yang telah sembuh bertambah ada 110," terang dia.
Alamsyah menuturkan pihaknya terus gencar melakukan tracing dari klaster industri.
Perusahaan juga diminta gencar melakukan tes swab kepada pekerjanya sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran.
"Area industri juga gencar dilakukan penyemprotan disinfektan. Perusahaan juga diminta untuk mengawasan secara ketat pekerjanya baik di area perusahaan maupun diluar," paparnya.
• VIDEO: Gedung Dinas Teknis Jatibaru Pemprov DKI Ditutup Karena Covid, Begini Suasananya
Berdasarkan data Pusat Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bekasi (Pikokabsi), pada Kamis (17/9/2020) untuk data total keseluruhan kasus positif corona di Kabupaten Bekasi 1735. Pasien sembuh sebanyak 1535.
Sehingga kasus aktif atau yang masih positif ada sebanyak 200 orang, baik di rawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 48 orang.
Sempat Turun Naik Lagi Pada 15 September
Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali meningkat, pada Selasa (15/9/2020).
Hari ini terjadi penambahan 88 pasien positif corona.
Berdasarkan data Pusat Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Bekasi, pada website pikokabsi.bekasikab.go.id, pada pukul 11.00 WIB, Selasa (15/9/2020).
Total pasien Covid-19 sebanyak 1.505, 1.359 pasien di antaranya telah dinyatakan sembuh.
• Daftar Panitia Penyelenggara Piala Dunia U-20 Indonesia, Menpora dan Ketum PSSI Dapat Tugas Khusus
Jumlah pasien sembuh bertambah 117 dari satu hari sebelumnya, yakni 1.242 pasien.
Sedangkan pasien positif Covid-19 yang masih dirawat sebanyak 37 dan 61 pasien positif lainnya isolasi mandiri.
Untuk pasien meninggal dunia tidak mengalami penambahan, yakni bertahan dengan angka 48 pasien positif Covid-19.
Selain itu ada 399 orang dalam kontak erat. Jumlah tersebut berkurang 5 dari sebelumnya, yang berjumlah 404 orang kontak erat.
Padahal beberapa hari lalu kasus pasien positif corona di Kabupaten Bekasi penambahannya tidak terlalu signifikan.
• Pemkab Bekasi Minta Perusahaan Awasi Ketat Karyawan saat Bekerja dan di Rumah
Angkanya kenaikannya tak lebih dari 20 pasien positif.
Sebelumnya, Penambahan kasus positif corona atau Covid-19 di Kabupaten Bekasi mulai mengalami penurunan.
Tercatat hari ini pada Jumat (11/9/2020), penambahan kasus positif corona 19 orang.
"Iya mulai tidak signifikan (penambahan kasus positif). Kemarin itu tambah 15," kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, saat dikonfirmasi, pada Jumat (11/9/2020).
Untuk total kasus positif corona ada sebanyak 1.394. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.214 orang sudah dinyatakan sembuh.
Sehingga kasus aktif ada sebanyak 134 orang.
Dari jumlah itu 49 orang dirawat di rumah sakit dan 85 orang isolasi mandiri.
"Pasien positif yang dirawat di rumah sakit berkurang 16 orang dari 65 menjadi 49 orang. Juga warga yang menjalani isolasi mandiri berkurang dari 108 menjadi 85 orang," jelas Alamsyah.
• Mengaku Bucin Alias Budak Cinta, Ini Alasan Nikita Mirzani Ingin Punya Anak Lagi Tanpa Harus Nikah
Sementara kasus meninggal dunia tidak ada penambahan dalam tiga hari terakhir yakni 46 orang.
"Angka yang meninggal selama tiga hari tetap 46 orang, tidak ada penambahan," ucap dia.
Alamsyah menuturkan pihaknya terus gencar melakukan tes swab dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.
Bersama Polres Metro Bekasi, Kodim dan unsur masyarakat terus gencar melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan, terutama masker.
"Pemkab Bekasi juga lagi produksi massal 2,5 masker libatkan UMKM untuk nanti dibagikan kepada masyarakat secara gratis," paparnya.
34 Desa Zona Merah di Kabupaten Bekasi
Sebanyak 34 desa Kabupaten Bekasi zona merah virus corona atau Covid-19.
Mengenai 34 desa Kabupaten Bekasi zona merah Covid-19, dikonfirmasi langsung Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi.
Pihaknya mengonfirmasi dan membenarkan 34 desa masuk kategori zona merah, per hari Selasa (15/9/2020).
Zona merah artinya di wilayah itu terdapat pasien positif corona atau Covid-19.
• Jumlah RW Zona Merah di Bekasi Meningkat Jadi 107 Lokasi, Ini Buktinya
Dari 34 desa zona merah itu total kasus positif corona sebanyak 98.
"Desa yang terbanyak itu di Wanasari ada 28 pasien positif corona," kata dr Alamsyah, pada Selasa (15/9/2020).
Adapun rinciannya, 34 desa yang terdapat kasus positif corona yakni di Kecamatan Babelan ada di Desa Bunibakti, Huripjaya, Kebalen dan Kedungjaya dengan masing-masing satu kasus positif Covid-19.
Lalu, Kecamatan Cibarusah di Desa Cibarusah Kota dan Cibarusah Jaya, masing-masing satu kasus.
Di Kecamatan Cibitung ada 40 kasus positif corona, Desa Cibuntu 4 kasus, Wanajaya 8 kasus, dan Kelurahan Wanasari 28 kasus.
• Pegawai KPU Kota Tangsel Terinfeksi Covid-19, Satu Diantaranya Menjabat sebagai Komisioner
Selanjutnya, Kecamatan Cikarang Barat 1 kasus di Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Pusat 20 kasus, Cicau 2 kasus, Hegarmukti 5 kasus, dan Jayamukti 13 kasus.
"Kemudian, Kecamatan Cikarang Selatan 2 kasus di Desa Ciantra dan Sukaresmi. Kecamatan Cikarang Timur terdapat 4 kasus, Desa Jatireja 2 kasus, Karangsari 1 kasus, Sertajaya 1 kasus," katanya.
Kecamatan Cikarang Utara 6 kasus, rinciannya Desa Karang Asih 2 kasus, Cikarang Kota, Hajamekar, Mekarmukti, Simpangan, Ciantra dan Sukaresmi masing- masing satu kasus.
Kecamatan Cikarang Timur terdapat empat kasus, Desa Jatireja 2 kasus, Karangsari dan Sertajaya satu kasus.
Kecamatan Cikarang Utara sebanyak 6 kasus.
Kecamatan Karangbahagia sebanyak 5 kasus, Desa Karangsetia 2 kasus dan Sukaraya 3 kasus.
Kecamatan Serang Baru terdapat tiga kasus hanya terdapat di Desa Sukaragam, Kecamatan Setu terdapat 2 kasus di Desa Cijengkol dan Lubangbuaya.
"Kecamatan Tambun Selatan terdapat 8 kasus, Kelurahan Jatimulya, Lembangsari, Tambun, Karangsetia masing-masing 2 kasus, Desa Sumberjaya, Tridayasakti satu kasus dan Sukaraya 3 kasus," jelasnya.
Dan Kecamatan Tambun Utara terdapat 1 kasus di Desa Karang Satria.
Alamsyah menjelaskan daftar desa zona merah bersifat dinamis dan terus berubah-ubah.
Jika di desa itu sudah tidak ada pasien positif lagi tidak termasuk dalam daftar, begitu sebaliknya.
"Sampai saat ini ada delapan Kecamatan di Kabupaten Bekasi nihil kasus Covid-19, yakni di Muaragembong, Kedungwaringin, Sukakarya, Tambelang, Sukatani, Tarumajaya, Cabangbungin, Bojongmangu dan Pebayuran," tandasnya.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 22 September 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 64.554 (25.3%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 41.417 (16.6%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 19.982 (8.0%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 18.077 (6.9%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 14.524 (5.9%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 9.902 (4.0%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 9.566 (3.8%)
BALI
Jumlah Kasus: 7.996 (3.2%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 7.068 (2.8%)
RIAU
Jumlah Kasus: 5.701 (2.2%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 5.497 (2.2%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 5.249 (2.1%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 4.649 (1.7%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 4.593 (1.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 4.329 (1.8%)
ACEH
Jumlah Kasus: 3.785 (1.5%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 3.300 (1.3%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 3.137 (1.3%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 2.652 (1.0%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 2.441 (1.0%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 2.312 (0.9%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 2.261 (0.9%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 2.014 (0.8%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 1.747 (0.7%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 1.587 (0.6%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 879 (0.4%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 762 (0.3%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 541 (0.2%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 530 (0.2%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 503 (0.2%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 386 (0.2%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 332 (0.1%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 330 (0.1%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 320 (0.1%). (CC)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-pt-indonesia-epson-industry-iei220920201.jpg)