Jumat, 17 April 2026

Pegadaian Jadikan Batik Pacitan dan Anyaman Karya UKM Solusi di Tengah Pandemi

Keterlibatan UKM Du Anyam ini sejalan dengan ide Dekranas yang ingin membantu sektor UKM di bidang kerajinan yang terguncang karena pandemi Covid-19.

Editor: Mohamad Yusuf
Tribunnews.com
Pegadaian 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA - Perancang busana ternama, Samuel Wattimena mengkreasikan motif dan desain yang sesuai dengan karakter lembaga keuangan Pegadaian.

Hal itu terinspirasi dari keberadaan Pegadaian sebagai solusi bagi seluruh lapisan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kolaborasi, transparansi, dan kepercayaan tersebut.

Desainer yang identik dengan busana etnik Indonesia itu dilibatkan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) membuat customized design khas Pegadaian untuk diaplikasikan pada tas-tas belanja ramah lingkungan.

 Rahayu Saraswati, Bakal Calon Wakil Wali Kota Tangsel Setuju jika Pilkada 2020 Ditunda

 Permenhub Atur Pesepeda Pakai Sepatbor dan Helm, ini Penjelasan Kemenhub

 Dari Ratusan Gedung Pencakar Langit di Jakarta,hanya Lima Bangunan ini yang Berkonsep Green Building

 

Selain itu juga pada masker wajah pelindung kesehatan selama menjalani kebiasaan hidup baru di tengah pandemi Covid-19.

Walhasil dengan mengkolaborasikan batik Pacitan sebagai dasar motif dan produk anyaman karya UKM, Du Anyam asal Flores, NTT, Sammy, panggilan akrabnya, menciptakan kombinasi tas belanja kekinian.

Kain batik pacitan bermotif pace dengan warna alam yang dililit pada pegangan tas anyaman yang berasal dari tumbuhan purun tikus itu sangat modis saat dibawa berpergian.

Keterlibatan UKM Du Anyam ini memang sejalan dengan ide Dekranas yang ingin membantu sektor UKM di bidang kerajinan yang terguncang karena pandemi Covid-19.

Dengan menunjuk UKM untuk memproduksi hasil rancangan desainer-desainer Indonesia, maka ini akan menjadi langkah strategis, cepat, dan kongkrit agar bisnis di sektor usaha kecil dan menengah kembali bangkit.

"Jika diamati, desain-desain yang diambil dari kekayaan budaya Indonesia memiliki pesan mengenai gotong royong, kolaborasi, keterbukaan, dan kepercayaan," jelas Elizabeth Thohir, Ketua Bidang Pendanaan Dekranas, Selasa (22/9/2020).

"Salah satu contohnya desain dan produk hasil rancangan Samuel Wattimena untuk Pegadaian. Ini bukti bahwa budaya bisa menjadi inspirasi untuk menyemangati kita semua untuk bisa menjalani hidup dengan kenormalan baru dan bersama mengatasi pandemi Covid-19," tambah Elizabeth Thohir.

Du Anyam sendiri merupakan UKM yang beranggotakan perempuan-perempuan berbakat di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Dengan produk yang sudah mampu bersaing secara global, UKM ini punya tujuan memberdayakan wanita (NTT), mempromosikan budaya Indonesia, dan meningkatkan kualitas kesehatan wanita khususnya di daerah yang masih tertinggal.

 Kisah 4 Anggota Keluarga Wali Kota Jambi Positif Corona, Sang Buah Hati Tak Terselamatkan

 Jelang Kasusnya Disidangkan, Alfin Andrian Minta Maaf ke Syekh Ali Jaber, ini 8 Faktanya

 Ini Daftar 7 Kecamatan di Tangerang yang Angka Gizi Buruknya Tinggi

Selain dengan Pegadaian, Dekranas juga mengkolaborasikan sejumlah desainer ternama dengan perusahaan BUMN lainnya.

Seperti Pertamina, PT Telkom, Bank BNI, dan Bank Mandiri untuk misi membantu sektor UKM bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Seperti diketahui selama ini Pegadaian memang dekat dengan seluruh lapisan masyarakat serta sektor usaha kecil dan menengah (UKM).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved