Kabur dari Rumah dan Menginap di Bengkel, Siswi SMP di Cibitung Dicabuli Dua Pria
Pelajar SMP di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban pencabulan.
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTAKOTALIVE, BEKASI - Pelajar SMP di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban pencabulan.
Pelajar SMP berinisal AA (12) itu dicabuli di sebuah bengkel di kawasan Jalan CBL Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung.
Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat Iptu Trisno memaparkan, awalnya korban AA (12) bersama SA (14) sempat dikabarkan hilang oleh orang tuanya pada Jumat (4/9/2020) lalu.
• Pasangan Bakal Calon Bawa Massa Saat Daftar, Dua Pekan Lagi Diprediksi Muncul Klaster Baru Covid-19
Ternyata korban bukan hilang, melainkan kabur dari rumahnya.
"Jadi itu bukan hilang, jadi itu dua anak itu takut pulang ke rumah."
"Takut pulang ke rumahnya enggak tahu ada masalah apa," ujar Trisno ketika dihubungi, Selasa (8/9/2020).
• Banyak Pasangan Bakal Calon Bawa Massa, Bawaslu Buka Opsi Rekomendasikan Tunda Pilkada 2020
Keduanya kabur menginap di sebuah bengkel kenalannya selama dua malam, pada Jumat dan Sabtu malam.
Di lokasi bengkel itu terdapat sejumlah pria, baik itu pemilik maupun montir.
Di situ korban AA mendapatkan tindakan tak senonoh dari dua pria di bengkel tersebut.
• Andi Arief Bilang Dukungan PDIP ke Mulyadi-Ali Mukhni Baru Lisan, Belum B1KWK
"Jadi pertama pengin nginep di situ, sama yang punya bengkel diizinin."
"Pas tidur 2 hari di situ dicabuli."
"Dipegang bagian dada macem-macem gitu," terang dia.
• 687 Orang Mendaftar Jadi Calon Kepala Daerah, 31 di Antaranya Positif Covid-19
Korban diketahui mendapatkan tindakan pencabulan, setelah bercerita kepada orang tuanya.
Korban akhirnya pulang ke rumah, ketika pada Minggu (6/9/2020) pagi ditemukan orang tua melintasi kawasan CBL.
Orang tua langsung mengejarnya dan membawa pulang.
• Banyak Anggota di Daerah Postif Covid-19, Bawaslu Deg-degan Jelang Pilkada Serentak Desember 2020
"Pulang ke rumah, berceritalah ke orang tuanya kalau dia dicabulin sama yang di bengkel tadi, yang punya bengkel," beber Trisno.
Orang tua korban langsung membuat laporan ke Polsek Cikarang Barat.
Selanjutnya, anggota berhasil menangkap satu pelaku tindak pencabulan bernama Panjul (19).
• Tak Seperti Polri dan Kejaksaan Agung, KPK Ogah Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah
Sedangkan satu pelaku lainnya masih diburu polisi.
"Pelaku kita tangkap di bengkel di CBL Desa Wanajaya."
"Satu pelaku masih diburu," paparnya.
• Tanyakan Bansos dari Pemerintah Tak Kunjung Datang, Warga Bekasi Malah Dicakar Istri Ketua RT
Trisno menuturkan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku dengan korban kenal melalui media sosial.
Ketika itu korban ada masalah di rumah dengan orang tuanya sehingga kabur.
Saat kabur, diputuskan untuk menginap di bengkel dari teman hasil kenalan di media sosial.
• Satu Penyidik KPK Kritis di ICU Setelah Dinyatakan Positif Covid-19
Di sana menginap dua malam, tapi justru mendapatkan tindakan pencabulan.
"Terkait anak ini ada masalah apa, nah itu belum, masih didalami sama penyidik," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pelajar putri di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikabarkan hilang.
• Novel Baswedan Masih Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Usai Dinyatakan Positif Covid-19
DS, orang tua si anak, mengungkapkan anaknya yang hilang itu berinisial SA, usia 14 tahun atau kelas 3 SMP.
Anaknya itu hilang pada Jumat (4/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.
Ketika itu anaknya pamit keluar hendak membeli makanan ke depan Metland Cibitung.
• Polisi Jadwalkan Periksa Hadi Pranoto Pekan Ini, Jika Tak Hadir Bakal Dijemput Paksa
"Hilang sejak magrib, mau beli makanan ke depan Metland Cibitung," kata Diah, ketika dihubungi, Sabtu (5/9/2020).
Diah menjelaskan anaknya itu pergi bersama temannya bernama AA yang juga masih tetangganya.
Anaknya juga pergi tak membawa telepon seluler, sehingga sulit untuk berkomunikasi.
• Subsidi Gaji Rp 600 Ribu per Bulan Masih akan Berlanjut Tahun Depan
Hingga sore ini, anaknya maupun temannya itu belum juga pulang.
Sejak kemarin malam ia telah mencari ke sejumlah wilayah, tapi belum juga ditemukan.
"Ngomongnya pergi sendiri, tahu-tahunya sama temennya enggak bilang, naik kendaraaan motor Honda Beat," bebernya.
• Satu Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Salemba Meninggal, Sempat Sesak Napas Lalu Pingsan
Diah menyebut selama ini ia tak memiliki masalah dengan anaknya.
Anaknya juga dalam kondisi baik dan tidak ada tanda-tanda memiliki masalah.
Ia khawatir anaknya menjadi korban tindak kejahatan.
• Pemerintah Anggarkan Rp 37 triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19
Maka itu, Sabtu (5/9/2020) dini hari, ia langsung melapor ke polisi.
"Sudah semalem jam 3-an sampai setengah 5-an laporan."
"Tapi belum ada langkah polisi, karena tunggu 1 X 24 jam," tuturnya.
• Rayakan HUT ke-445 Kota Ambon, Formama Gelar Aksi Penyemprotan Disinfektan di Polonia Camp Otista
Diah menambahkan ciri-ciri anaknya itu tinggi 146 sentimeter, kulitnya sawo matang, dan tubuhnya kecil.
Terakhir pergi mengenakan kerudung hitam, rok hitam, lalu kausnya belang-belang hitam.
"Tapi dia pakai jaket warna kuda cokelat muda."
• Rekomendasi Dikembalikan, PDIP Tak Ikut Pilgub Sumbar, Hasto Bilang Mulyadi-Ali Mukhni Mudah Goyah
"Semoga anaknya bisa segera pulang dan ditemukan," harapnya.
Kapolsek Cikarang Barat AKP Akta Wijaya mengetahui perihal informasi anak hilang tersebut.
Namun, ia berjanji bakal memerintahkan personelnya untuk mengecek terkait laporan kehilangan anak tersebut untuk bisa langsung ditindaklanjuti.
• Ganti Rugi kepada 118 Korban Insiden Ciracas Rampung, Total Rp 594.026.000 Ditalangi KSAD
"Laporannya belum saya cek di polsek, baru tahu info ini."
"Karena alamat dan TKP hilang belum tentu sama."
"Tapi untuk pastinya saya utus personel untuk cek," tuturnya. (*)