Breaking News:

Virus Corona

Ada Transfer Pengetahuan dan Teknologi dengan Sinovac, Erick Thohir: Bio Farma Bukan Tukang Jahit

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, bertolak ke Cina untuk membahas sejumlah kerja sama.

Editor: Yaspen Martinus
Timkom Komite Penanganan Covid-19 dan PEN
Menteri BUMN Erick Thohir beri penjelasan saat meninjau laboratorium dan fasilitas produksi Bio Farma, perusahaan induk BUMN di bidang farmasi, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). 

"Sambil menunggu vaksin Merah Putih, vaksin dari negara lain masih dibutuhkan untuk melindungi masyarakat Indonesia agar Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit," tuturnya.

Erick Thohir menambahkan, Indonesia juga terus terbuka dan menjajaki kerja sama internasional lainnya, untuk memastikan dan mengakselerasi ketersediaan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif di Indonesia.

Menlu Pertama Kunjungi Cina saat Pandemi Covid-19

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi berkunjung ke Sanya, Cina, atas undangan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi.

Kunjungan tersebut dalam rangka pertemuan bilateral dengan Menlu Cina, guna membahas respons atas pandemi Covid-19.

Mantan Dubes Belanda untuk Indonesia itu datang ke Negeri Tirai Bambu pada 19 -21 Agustus 2020.

 Disiplin Mulai Kendur, Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Dihukum Nyanyi Lagu Nasional

"Retno Marsudi merupakan menteri luar negeri pertama yang diterima Cina di tengah Covid-19."

"Hal itu menunjukkan pentingnya hubungan kedua negara," tulis pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina melalui Twitter, Kamis (19/8/2020).

Dalam pernyataan Kemlu Cina juga tertulis tahun ini merupakan Ulang tahun ke-70 hubungan diplomatik kedua negara.

"Kami akan tandai dengan lebih banyak kerja sama dalam merespons Covid-19 dan pembangunan kesejahteraan rakyat," lanjut pernyataan itu.

Kerja Sama Vaksin Hingga Ekonomi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir bertolak ke Cina untuk membahas kerja sama vaksin hingga ekonomi, Kamis (20/8/2020).

Kedua menteri menemui Menlu Chna Wang Yi di Sanya, Hainan.

"Pertemuan merupakan tindak lanjut dari pertemuan virtual yang saya lakukan bersama Menlu Wang Yi pada akhir Bulan Juli 2020," kata Menlu dalam konferensi pers dengan media, Kamis (20/8/2020).

 Dua Perampok Rampas Taksi Online di Tangerang, Sempat Batal Beraksi karena Calon Korban Lebih Kekar

Selain bertemu Menlu Wang Yi, keduanya juga menemui tiga perusahaan yang memproduksi vaksin Covid-19.

"Kami berdua juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah industri manufaktur vaksin RRT, yaitu Sinovac, Sinopharm, dan CanSino," jelas Menlu.

Dalam kunjungan tersebut, kedua menteri juga melakukan penandatanganan MoU antara PT Bio Farma dan Sinovac, terkait pengiriman vaccine bulk dengan Sinovac di Sanya, Cina.

 Ibu Rumah Tangga Tewas di Tempat Usai Diserempet Trailer di Cilincing, Sopir Truk Kabur

Menlu mengungkapkan perjanjian tersebut merupakan perjanjian awal.

Perusahaan Sinovac akan menyediakan 40 juta vaksin Covid-19 buatan mereka bila berhasil, di Bulan November 2020 sampai Maret 2021.

"Sinovac akan akan memberikan prioritas kepada Biofarma untuk suplai bulk vaksin setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021," ungkap Menlu.

 KAMI Tegaskan Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Sama Sekali Tak Keluarkan Uang untuk Deklarasi

Menlu mengatakan, angka ekspor Indonesia ke Cina mengalami peningkatan 11,74 persen di semester I tahun 2020.

Hal itu menurutnya menjadi kesempatan untuk menekan angka defisit Indonesia sebesar 46 persen, karena terjadinya penurunan impor dari Cina ke Indonesia sebesar -11,86 persen.

"Indonesia mengusulkan joint working group for trade guna memfasilitasi berbagai hambatan perdagangan."

"Dan memfasilitasi semakin dibukanya pasar Tiongkok bagi produk Indonesia," papar Menlu. (Larasati Dyah Utami)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved