KAMI Tegaskan Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Sama Sekali Tak Keluarkan Uang untuk Deklarasi
Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengatakan, tuduhan deklarasi KAMI dibiayai oleh Gatot merupakan hal yang biasa.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) membantah tuduhan acara deklarasi di Tugu Proklamasi pada Selasa (18/8/2020) lalu, dibiayai oleh mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengatakan, tuduhan deklarasi KAMI dibiayai oleh Gatot merupakan hal yang biasa.
Karena, katanya, pihak yang bersangkutan tidak dapat membantah secara subtansi dan maklumat yang KAMI dengungkan.
• Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Deklarasi KAMI Bisa Timbulkan Klaster Baru Penyebaran Covid-19
"Mereka mencoba mencari kesalahan, salah satunya terkait dana."
"Perlu saya jelaskan, tidak ada satupun rupiah keluar dari uang Pak Gatot, dari Pak Din Syamsuddin, dan dari Pak Rochmat Wahab, karena mereka presidium," kata Yani saat dihubungi Tribunnews, Jakarta, Kamis (20/8/2020).
Menurut Yani, anggaran deklarasi KAMI berasal dari patungan para tokoh yang berasal dari berbagai macam latar belakang, dan tidak didominasi satu atau dua orang saja.
• KAMI Tuntut Pemerintah Serius Tangani Covid-19, tapi Banyak yang Tak Pakai Masker Saat Deklarasi
"Anggaran juga kecil, untuk sewa kursi, sewa tenda, sewa soundsystem, dan cetak buku maklumat."
"Di bawah Rp 50 juta dan kami bagi bersama," papar Yani.
Yani enggan menduga pihak yang menuduh deklarasi KAMI dibiayai oleh Gatot.
• Wamenhan Bilang Bela Negara Bukan Pendidikan Militer, tapi Mirip
Namun, serangan tuduhan tersebut memang kerap dilakukan dari pihak yang merasa ingin dekat dengan pemerintah.
"Ya kita enggak ngerti, apa orang-orang yang ada di sekitar, atau orang yang mau dekat Istana, atau cari muka ke Istana. Ya biasalah itu," ucap Yani.
Sebelumnya, sekelompok masyarakat mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8/2020).
• Mumtaz Rais Sudah Minta Maaf, Nawawi Pomolango Serahkan Kelanjutan Laporannya kepada Polisi
Mereka mendeklarasikan 10 Jati diri yang dibacakan oleh Ahmad Yani yang didapuk sebagai Ketua Komite KAMI.
"Saya akan memulai membacakan jati diri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, dengan nama Tuhan yang Maha Esa" ujar mantan politikus PPP itu.
Ke-10 jati diri KAMI tersebut adalah:
1. KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. KAMI berjuang dan bergerak untuk melakukan pengawasan sosial, kritik, koreksi, dan meluruskan kiblat bangsa dari segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan.
3. KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, dan aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif.