Senin, 4 Mei 2026

Wamenhan Bilang Bela Negara Bukan Pendidikan Militer, tapi Mirip

Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengklarifikasi usulan pendidikan bela negara untuk mahasiswa.

Tayang:
KONTAN
Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengklarifikasi usulan pendidikan bela negara untuk mahasiswa.

Ia menegaskan, yang tengah dibahas oleh pihaknya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukanlah pendidikan militer, melainkan pendidikan bela negara.

"Saya mau koreksi sedikit ya, itu bukan pendidikan militer, itu bela negara."

DAFTAR Cuti Bersama ASN 2020, Pengganti Libur Idul Fitri 28-31 Desember 2020

"Kalau militer itu kan kesannya militerisasi."

"Tapi kalau bela negara kan berbeda itu," kata Trenggono dalam acara Talk Highlight Radio Elshinta bertajuk 'Pendidikan Militer 2021 Milenial Harus Siap Jadi Komponen Cadangan, Rabu (19/8/2020).

Terkait kerja sama Kemhan dengan Kemendikbud, Trenggono mengatakan hal tersebut masih pada tingkat diskusi.

Densus 88 Ciduk Istri Ali Kalora di Poso, Pernah Gabung 23 Hari Bersama MIT

Awalnya, kata Trenggono, Kemhan tengah mencari bentuk pendidikan bela negara yang cocok untuk generasi milenial.

Kemudian, Kemhan berdiskusi dengan Kemendikbud dan mengetahui Kemendikbud memiliki program Merdeka Belajar.

Dalam diskusi tersebut kemudian Kemhan mengusulkan bagaimana jika kegiatan bela negara dimasukkan dalam program Merdeka Belajar, karena kegiatan tersebut positif.

Meski Anggap Cuma Oposisi Jalanan, Boni Hargens Nilai KAMI Bisa Jadi Ancaman karena Tiga Alasan Ini

Trenggono menjelaskan, bentuk pendidikan bela negara adalah pendidikan terkait disiplin, ketangkasan, dan sebagainya.

Ia pun menegaskan pendidikan tersebut tidak bersifat wajib dan mengikat, melainkan sukarela.

"Nah, salah satu yang ketemu adalah, oke di perguruan tinggi ada merdeka belajar, misal satu semester mereka ikut pendidikan bela negara, ikut pendidikan disiplin dan lain-lain."

Jangan Gagal Paham, Ini 7 Istilah Baru dalam Penanganan Covid-19

"Bukan militer tapi latihan bela negara."

"Tapi seolah mirip militer tapi bukan. Itu latihan disiplin ketangkasan dan lain-lain," terang Trenggono

Trenggono mengungkapkan, satu di antara yang mendasari usul tersebut adalah semakin besarnya pengaruh dari luar negeri terhadap milenial.

Respons Deklarasi KAMI, Politikus Golkar: Apanya yang Perlu Diselamatkan?

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved