Breaking News:

Wamenhan Bilang Bela Negara Bukan Pendidikan Militer, tapi Mirip

Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengklarifikasi usulan pendidikan bela negara untuk mahasiswa.

Editor: Yaspen Martinus
KONTAN
Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengklarifikasi usulan pendidikan bela negara untuk mahasiswa.

Ia menegaskan, yang tengah dibahas oleh pihaknya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukanlah pendidikan militer, melainkan pendidikan bela negara.

"Saya mau koreksi sedikit ya, itu bukan pendidikan militer, itu bela negara."

DAFTAR Cuti Bersama ASN 2020, Pengganti Libur Idul Fitri 28-31 Desember 2020

"Kalau militer itu kan kesannya militerisasi."

"Tapi kalau bela negara kan berbeda itu," kata Trenggono dalam acara Talk Highlight Radio Elshinta bertajuk 'Pendidikan Militer 2021 Milenial Harus Siap Jadi Komponen Cadangan, Rabu (19/8/2020).

Terkait kerja sama Kemhan dengan Kemendikbud, Trenggono mengatakan hal tersebut masih pada tingkat diskusi.

Densus 88 Ciduk Istri Ali Kalora di Poso, Pernah Gabung 23 Hari Bersama MIT

Awalnya, kata Trenggono, Kemhan tengah mencari bentuk pendidikan bela negara yang cocok untuk generasi milenial.

Kemudian, Kemhan berdiskusi dengan Kemendikbud dan mengetahui Kemendikbud memiliki program Merdeka Belajar.

Dalam diskusi tersebut kemudian Kemhan mengusulkan bagaimana jika kegiatan bela negara dimasukkan dalam program Merdeka Belajar, karena kegiatan tersebut positif.

Meski Anggap Cuma Oposisi Jalanan, Boni Hargens Nilai KAMI Bisa Jadi Ancaman karena Tiga Alasan Ini

Trenggono menjelaskan, bentuk pendidikan bela negara adalah pendidikan terkait disiplin, ketangkasan, dan sebagainya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved