Virus Corona Jabodetabek
UPDATE, Kasus Klaster Unilever Bekasi Bertambah, Total 31 Positif Corona
Kasus klaster baru pabrik milik PT Unilever Indonesia Tbk di kawasan industri Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi bertambah menjadi 31 positif corona
Penulis: Muhammad Azzam |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kasus klaster baru pabrik milik PT Unilever Indonesia Tbk di kawasan industri Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi bertambah menjadi 31 positif corona atau Covid-19.
"Iya total ada 36 positif corona hasil tracking. 21 merupakan pekerja, 15 dari keluarga pekerja itu," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, pada Jumat (3/7/2020).
Alamsyah menerangkan pekerja yang terinfeksi itu berada di bagian engineering gedung produksi tea based baverages (TBB).
• UPDATE, Pekerja Positif Corona di Pabrik PT Unilever Bertambah Menjadi 22 Orang
• Pemkot Jakarta Timur Selidiki Penyebab Limbah Busa di Kanal Banjir Timur
Di sana, kata dia, ada 265 buruh yang kemudian telah dilakukan tes swab PCR.
Ada kemungkinan akan terus bertambah karena belum semua hasilnya keluar.
"Pemeriksaan spesimen belum selesai semua," kata Alamsyah.
• Begini Nyanyian Sendu Hastag Savesemanggicentercikokol yang Bikin Seniman Tangerang Pilu
• Kapal Angkut Sembako Karam saat Menuju Pulau Pari, Begini Asal Mulanya
• Pengunggah Video Intip Payudara Ditetapkan Tersangka, Temannya?
Adanya penambahan kasus Covid-19 karena klaster baru tak membuat peningkatan angka reproduksi virus, Alamsyah menyebut angka reproduksi virus corona di wilayahnya justru menurun.
Sebelum ada kasus klaster baru angka reproduksi virus corona di Kabupaten Bekasi yakni 0.86, saat ini menurun menjadi 0.57.
"Sekarang angka reproduksi 0.57, kami terus bekerja memutus mata rantai penyebaran Covid-19," paparnya.
• KPK OTT Bupati Kutai Timur Ismunandar, IPW: Ini Bisa Menjawab Keraguan Kinerja Komjen Firli
• Dari 543 Tempat Penampungan Hewan Kurban, Baru 12 Lokasi yang Masuk Zona Merah, KPKP Tunggu Data
Pemerintah Kabupaten Bekasi memutuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional hingga 16 Juli 2020.
Diketahui PSBB Proporsional berakhir pada 2 Juli 2020.
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan keputusan itu berdasarkan dengan instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memperpanjang PSBB Proporsional, ketika rapat virtual, pada (1/7/2020),
• BERITA FOTO: Pedagang Gorengan Ini Tak Sadar Pakai Kantong Plastik yang Dilarang
Wilayah Bodebek dapat meneruskan PSBB Proporsional bersama dengan DKI Jakarta.
Namun, pemerintah daerah diberikan kelonggaran-kelonggaran mengikuti kondisi daerah masing-masing, terutama untuk mendongkrak kondisi ekonomi masyarakat.
“PSBB proporsional lanjutan ini akan kita lakukan dengan adanya kelonggaran-kelonggaran," kata Eka dalam siaran persnya, pada Jumat (3/7/2020).
• Jalan Inspeksi Waduk Pluit Amblas Sepanjang 30 Meter
Kelonggaran itu seperti dalam keagamaan, terkait dengan ibadah.
Pasar, yang awalnya berikan kelonggaran kapasitas 50 persen menjadi diperbolehkan 75 persen.
"Tentu semua itu tetap harus menjalankan protokol kesehatannya karena pandemi Covid-19 masih ada," tutur Bupati.
• Ketahuan Operasi di Tengah PSBB, Dinas Pariwisata Segel Diskotek Top One
Eka juga menekankan kepada Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Tenaga Kerja agar dapat meningkatkan komunikasi dengan Dinas Kesehatan, untuk mengantisipasi adanya pertumbuhan angka suspect Covid yang berasal dari perusahaan dan industri.
“Kita kan daerah industri, ini yang harus betul-betul kita jaga. Jangan sampai ada perkembangan kluster-kluster Covid baru di wilayah industri. Ini harus segera menjadi perhatian khusus dari kita,” katanya.
Berdasarkan data terakhir dari pikokabsi.bekasikab.go.id pada Jumat 3 Juli 2020 pukul 20.00, jumlah orang dalam pantauan (ODP) yang berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 3785 orang, 3714 selesai dalam pemantauan dan 71 masih dalam pemantauan.
• Ratusan Pengunjung Diskotek Top One Ngumpet Berjam-jam di Tangga Darurat Takut Dijaring Satpol PP
• Ternyata Ini Penyebab Tanah Longsor di Jalan Inspeksi Waduk Pluit
• Sekda DKI Sebut Reklamasi Ancol untuk Rekreasi Warga
Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 1325 orang, rinciannya 1247 selesai pengawasan dan 78 masih dalam pengawasan.
Sementara pasien positif total 284, rinciannya 224 sembuh, 20 meninggal, 22 di rawat di rumah sakit, dan 18 isolasi mandiri.
Orang tanpa gejala (OTG) ada sebanyak 1553, 1480 selesai pemantauan dan 73 dalam pemantauan.
UPDATE, Pekerja Positif Corona di Pabrik PT Unilever Bertambah Menjadi 22 Orang
Angka pekerja PT Unilever di Kawasan Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi yang terkonfirmasi positif corona bertambah.
Sebelumnya ada 19 pekerja positif, bertambah tiga sehingga menjadi 22 yang positif..
"Sebelumnya 19 kini bertambah 3 orang lagi setelah menelusuri dari kemarin ada penambahan 3," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, pada Jumat (3/7/2020).
• Trend Covid-19 di Surabaya masih Terparah di Jawa Timur, Ini Upaya yang Dilakukan Wali Kota Risma
• BREAKING NEWS: Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi hingga 2 Minggu ke Depan
• Kapolri Sebut Polisi yang Kena Narkoba Seharusnya Dihukum Mati
Perusahaan PT Uniliver Sudah ditutup sejak Senin (29/6/2020 kemarin karena untuk keamanan baik lingkungan dan karyawan.
Ia menyebut, awalnya pihaknya telah melakukan swab test secara masif terhadap 200 karyawan. Kemudian bertambah berserta keluarganya 65 orang sehingga total 265 orang.
"Mereka telah dilakukan isolasi baik di rumah sakit atau wisma rujukan pemerintah," terangnya.
• Kisah Pilu Pemilik Rumah Berada di Tengah Jalan Kota Tangerang
Dirinya menambahkan, kepada masyarakat Kabupaten Bekasi tidak perlu khawatir dan panik.
Karena tindakan yang dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar sudah dilakukan dengan sangat ketat dan sudah sesuai dengan protokol kesehatan.
Msyarakat dihimbau juga untuk tidak perlu kahwatir mengenai kontaminasi produk, karena sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen atau produk sehari-hari.
• Disnakertrans Sebut Ada 1.317 Perusahaan Langgar PSBB dari April hingga Juni 2020
"Jadi baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya misalnya SARS, untuk itu kemungkinan adanya hal ini sangat kecil untuk terjadi.” tutupnya.
Berdasarkan data terakhir dari pikokabsi.bekasikab.go.id pada Jumat 3 Juli 2020 pukul 08.00, jumlah orang dalam pantauan (ODP) yang berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 3785 orang, 3702 selesai dalam pemantauan dan 83 masih dalam pemantauan.
Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 1322 orang, rinciannya 1244 selesai pengawasan dan 78 masih dalam pengawasan.
• Belum Resmi Jadi Cagar Budaya, Rumah Moh Yamin Dieksekusi Oleh Juru Sita PN Jakarta Pusat
Sementara pasien positif total 284, rinciannya 224 sembuh, 20 meninggal, 22 di rawat di rumah sakit, dan 18 isolasi mandiri.
Orang tanpa gejala (OTG) ada sebanyak 1543, 1463 selesai pemantauan dan 80 dalam pemantauan.
Belasan Pekerja Positif Virus Corona, Berikut Keterangan Resmi PT Unilever Indonesia
PT Unilever Indonesia di Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditutup sementara.
Hal itu menyusul adanya temuan sebanyak 19 orang pekerja yang terpapar covid-19.
Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso mengatakan kesehatan dan keselamatan karyawan adalah prioritas utama.
Oeh karena itu, pihak perusahaan bekerjasama untuk melakukan tindakan mitigasi dalam pencegahan penyebaran covid-19.
Sehingga ketika diketemukan satu pekerja positif corona, langsung dilakukan penutupan dan pemeriksaan pekerjanya.
“Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan," katanya dalam keterangan yang diterima, pada Kamis (2/7/2020).
Ia mengucaokan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.
Sejak awal perusahaan selalu berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan pemerintah dan otoritas terkait.
"Kami percaya bahwa kemitraan yang kuat dengan otoritas terkait dan transparansi merupakan kunci dalam upaya kami menjaga situasi agar tetap terkendali. Maka begitu ada kasus pertama langsung kami laporkan dan lakukan tracking," ungkapnya.
Unilever secara global memiliki protokol yang tegas dalam menangani kasus covid-19, dan kebijakan ini diterapkan pada seluruh kantor dan pabrik Unilever di 180 negara, termasuk di Indonesia.
Sancoyo menerangkan sejak awal pandemi, pihakny telah melakukan zonasi pada kompleks pabriknya.
Kompleks pabrik Unilever Cikarang terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat.
Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun.
"Yang positif itu karyawan di bagian engineering gedung TBB. Itu sementara tidak beroperasi dan seluruh pekerja dibagian itu di tes swab," katanya.
Ia memastikan produk aman karena berbeda zona dan tidak akan menganggu pasokan ke kosumen.
“Kami akan terus memastikan semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik kami terpenuhi sebelum kami kembali pada operasional normal," terangnya.
"Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen oleh karena itu perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen.
"Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi," tandasnya.
Sebelummya, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan bahwa 19 buruh yang positif Covid-19 merupakan dari Perusahaan Unilever di Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi.
"19 positif dari Unilever Cikarang," singkat Alamsyah melalui pesan Whatsapp, pada Kamis (2/7/2020).
Alamsyah menjelaskan saat ini perusahaan itu ditutup sementara dan sebanyak 800 pekerjanya juga di rumahkan sementara.
"Total 800 karyawan, perusahaan tutup sementara," ucapnya.
Alamsyah mengungkapkan awalnya salah satu orang pekerjanya sakit dan dari hasil tesnya positif corona.
Dari situ, langsung dilakukan tracking ke ratusan pekerja di perusahaan tersebut. Hasilnya hingga saat ini ada 19 pekerja positif corona.
"Ada karyawannya yang sakit satu orang, kemudian kita tracking. Hingga sekarang 19 positif corona," jelasnya.
Adapun penyebab satu karyawan itu terpapar Covid-19, Alamsyah memperkirakan usai pergi perjalanan luar daerah.
"Tapi lagi pendalaman, kemungkinan itu abis perjalanan," kata dia..
Kasus Virus Corona Bekasi
Adapun berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan di website https://pikokabsi.bekasikab.go.id, pada Kamis, (2/7/2020) pukul 08.00 WIB, total 277 positif corona, 222 diantaranya sembuh, 20 meninggal, 21 dirawat di rumah sakit, dan 14 isolasi mandiri.
Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) ada 3781, dengan rincian 3691 selesai pemantauan, 90 orang dalam pemantauan.
Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) 1303, 1233 selesai pengawasan, dan 70 dalam pengawasan.
Orang Tanpa Gejala (OTG) 1530 orang, sedangkan sebanyak 1462 prang selesai pemantauan, dan 68 orang masih dalam pemantauan.
Berbeda Zona Gedung, PT Unilever Pastikan Produk dan Stok Aman Setelah Karyawan Positif Covid-19
Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso memastikan produk dan stok aman menyusul adanya pekerja yang terpapar corona atau Covid-19 di pabrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Operasional pabrik dilakukan penutupan sejak Jumat, 26 Juni 2020 hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Total ada 19 pekerjanya yang terpapar corona.
"Kami selalu bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, mulai dari protokol kesehatan hingga tindakan mitigasi ini ketika ada yang terpapar," katanya dalam keterangan, pada Kamis (2/7/2020).
• Mulai Jumat 3 Juli 2020, Lima KA Jarak Jauh Beroperasi Dari Area Daop 1 Jakarta, Ini Daftarnya
• Penyanyi Dewi Persik Kaget Cicilan Rumah Iis Dahlia Mencapai Rp 250 Juta Sebulan
Adapun pekerja yang terpapar corona itu bekerja di bagian Gedung TBB (Tea Based Everage) yang merupakan satu bagian dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Maka itu sebagai langkah proaktif pencegahan dan memastikan keselamatan karyawan, PT Unilever Indonesia Tbk telah berinisiatif untuk menghentikan sementara operasional di Gedung TBB itu menyusul diterimanya laporan mengenai beberapa karyawan di bagian engineering terkonfirmasi positif Covid-19.
Pihak PT Unilever Indonesia Tbk telah dengan segera menghubungi dan mengirimkan laporan resmi mengenai situasi tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melakukan contact tracing, dan mewajibkan PCR test bagi keseluruhan karyawan gedung TBB sebanyak 265 orang.
"Jadi di dalam komplek itu terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun," beber dia.
Maka itu ia produk aman karena berbeda zona dan tidak akan menganggu pasokan produk ke kosumen.
"Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen oleh karena itu perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen. Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi," jelas dia.
Ia menambahkan pihaknya akan terus memastikan semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik terpenuhi sebelum kembali pada operasional normal.
Sebelumnya juga, PT Unilever Indonesia Tbk telah menerapkan protokol kesehatan dan keamanan ketat di gedung TBB maupun gedung lainnya pabrik Cikarang.
Protokol keamanan untuk seluruh fasilitas operasional Unilever di seluruh Indonesia, diantaranya, pemberlakukan larangan perjalanan, pengaturan kerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di kantor, tim dokter perusahaan yang siaga membantu karyawan di daerah masing-masing, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan setiap hari dengan standar pengawasan dan prosedur tindak lanjut yang ketat.
"Terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi. Sejak awal perusahaan selalu berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan pemerintah dan otoritas terkait," tutupnya.
• Dirut Jiwasraya Beberkan Fakta Perseroan Periode 2012-2017 Penyebab Kasus Gagal Bayar
• Pandemi Covid-19 Sebabkan Nilai Ekspor Industri Pengolahan dan Pertanian di DKI Alami Penurunan
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan bahwa 19 buruh yang positif Covid-19 merupakan dari Perusahaan Unilever di Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi.
"19 positif dari Unilever Cikarang," singkat Alamsyah melalui pesan Whatsapp, pada Kamis (2/7/2020).
Alamsyah menjelaskan saat ini perusahaan itu ditutup sementara dan sebanyak 800 pekerjanya juga di rumahkan sementara.
"Total 800 karyawan, perusahaan tutup sementara," ucapnya.
Alamsyah mengungkapkan awalnya salah satu orang pekerjanya sakit dan dari hasil tesnya positif corona.
Dari situ, langsung dilakukan tracking ke ratusan pekerja di perusahaan tersebut. Hasilnya hingga saat ini ada 19 pekerja positif corona.
"Ada karyawannya yang sakit satu orang, kemudian kita tracking. Hingga sekarang 19 positif corona," jelasnya.
Adapun penyebab satu karyawan itu terpapar Covid-19, Alamsyah memperkirakan usai pergi perjalanan luar daerah.
"Tapi lagi pendalaman, kemungkinan itu abis perjalanan," kata dia.
Adapun berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan di website https://pikokabsi.bekasikab.go.id, pada Kamis, (2/7/2020) pukul 08.00 WIB, total 277 positif corona, 222 diantaranya sembuh, 20 meninggal, 21 dirawat di rumah sakit, dan 14 isolasi mandiri.
Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) ada 3781, dengan rincian 3691 selesai pemantauan, 90 dalam pemantauan.
Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) 1303, 1233 selesai pengawasan, dan 70 dalam pengawasan.
Orang Tanpa Gejala (OTG) 1530, 1462 selesai pemantauan, dan 68 masih dalam pemantauan. (MAZ)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kantor-unilever-di-kawasan-industri-jababeka-cikarang.jpg)