Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Pandemi Covid-19 Sebabkan Nilai Ekspor Industri Pengolahan dan Pertanian di DKI Alami Penurunan

Buyung menyampaikan berdasarkan pengelompokan barang ekspor di DKI Jakarta didominasi dengan industri pengolahan sebesar 99,89 persen.

Dok. Humas Kementan
Ilustrasi salah satu hasil pertanian ubi jalar 

WARTAKOTALIVE.COM, SAWAH BESAR - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Buyung Airlangga mengatakan nilai ekspor DKI Jakarta pada Mei 2020 turun 13,78 persen.

Hal ini berdasarkan data statistik BPS DKI Jakarta, dimana nilai ekspor DKI di bulan Mei 2020 sebesar 571,75 juta dolar. Sedangkan bulan Mei 2019 berada di angka 873,59 juta dollar atau turun 40,27 persen.

"Jika dibandingkan pada bulan April 2020 itu sebanyak 605,17 juta dolar, dan bulan Mei 2020 sebanyak 571,75 juta dolar, artinya turun 13,78 persen," kata Buyung dalam keteranganya, Rabu (2/7/2020).

Buyung menyampaikan berdasarkan pengelompokan barang ekspor di DKI Jakarta didominasi dengan industri pengolahan sebesar 99,89 persen.

"Industri pengolahan itu persentasenya ada di 95,04 persen dengan nilai 495,86 juta dolar, diikuti pertanian 4,84 persen atau 25,28 juta dollar," katanya.

Sementara lima negara tujuan ekspor DKI yang paling pertama adalah Singapura yaitu sebesar 88,89 juta dollar, Australia sebesar 30,45 juta dollar, tingkat sebesar 67,06 juta dollar, Amerika Serikat sebesar 61,34 juta dollar, dan Vietnam sebesar 29,28 juta dollar. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved