Kamis, 23 April 2026

Virus Corona

Apakah Covid-19 Benar-benar Ada? Ini Kata Dokter Reisa

Salah satu pertanyaan yang masuk melalui laman covid19.go.id dan kanal media sosial adalah soal kebenaran keberadaan COVID-19.

covid19.go.id
Dokter Reisa Broto Asmoro saat siaran update kasus Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Banyak masyarakat ingin memahami seluk-beluk mengenai SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Salah satu pertanyaan yang masuk melalui laman covid19.go.id dan kanal media sosial adalah soal kebenaran keberadaan COVID-19.

“Apakah COVID-19 benar-benar ada?” kata dokter Reisa Broto Asmoro menyampaian pertanyaan dari warga yang menanyakan keberadaan penyakit itu.

Moeldoko: Masyarakat Mulai Tidak Waspada, di Pasar Seolah-olah Tidak Ada Lagi Covid-19

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan salah satu jenis Virus Corona, yakni SARS-CoV-2.

“Saya perlu sampaikan, virus ini benar-benar ada saudara-saudari,” tegas Reisa selaku Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional saat konferensi pers di Media Center, Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Ia mengatakan, ilmuwan dari LBM Eijkman telah memetakan beberapa whole genome sequence (WGS), atau merinci identitas virus dari pasien yang ada di Indonesia.

Rakyat Masih Bisa Makan, Moeldoko Tepis Komentar Pemerintah Tak Punya Strategi Jitu Tangani Covid-19

Data ini bermanfaat untuk penelitian lanjut untuk mengetahui epidemiologi virus, pengembangan vaksin, dan juga obat antivirus.

Menurutnya, Kepala Lembaga Eijkman Profesor Amin Subandrio mengatakan, dengan mengetahui virus yang beredar, kita juga bisa mendesain vaksin sesuai dengan yang ada di Indonesia.

“Maka dari itu, penting sekali mengetahui status kesehatan kita. Apakah kita positif atau negatif COVID-19."

Pemerintah Alihfungsikan Laboratorium Flu Burung Jadi Tempat Pengembangan Vaksin Covid-19

"Apabila positif, maka penyembuhan dapat dilakukan."

"Ingat, lebih dari 15.000 saudara-saudari kita sudah sembuh dari COVID-19."

"Dan jika negatif, kita harus makin waspada melindungi diri kita dari penularan virus COVID-19 oleh orang lain,” pesannya.

Status Terdakwa Sebagai Aparat Jadi Hal Meringankan, Novel Baswedan: Cara Berpikirnya Terbalik-balik

Dokter Reisa mengatakan, virus yang pertama kali ditemukan pada Desember 2019 memiliki banyak jenis.

Virus ini biasanya ditemukan pada satwa.

Beberapa jenis virus Corona menginfeksi manusia, seperti severe acute respiratory syndrome atau SARS pada awal tahun 2000-an, dan middle east respiratory syndrome atau MERS di 2012.

Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Divonis 4 Tahun Penjara, Jaksa KPK Banding

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved