Virus Corona

Pemetaan Jadi Alasan Pemkot Bekasi Lakukan 5.000 Rapid Test Virus Corona hingga ke Tingkat RT

Pemerintah Kota Bekasi melakukan rapid test virus corona atau Covid-19 terhadap 5.000 warga untuk pemetaan penyebaran virus corona.

Humas Pemkab Bekasi
Petugas Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi sedang bertugas untuk Tes Cepat Virus Corona atau Rapid Test Covid-19 yang dilakukan secara drive thru untuk Kategori B di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jumat (27/3/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI--- Pemerintah Kota Bekasi melakukan rapid test virus corona atau Covid-19 terhadap 5.000 warga.

Tes cepat virus corona itu dilakukan hingga ke tingkat rukun tetanggan (RT). Tindakan rapid test virus corona terhadap warga itu untuk pemetaan penyebaran virus corona.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, ada satu warga di setiap RT untuk mewakili rapid test tersebut.

"Kita sudah sebar 5.000 rapid test dari Kementerian Pertahanan, tiap RT ada perwakilan satu warganya kita tes," kata Rahmat Effendi, Kamis (7/5/2020).

Warga Kampung Muka Ancol Wajib Melakukan Ini Saat Rapid Test

Ombudsman Ungkap Pasien Non Covid-19 Masih Harus Bayar Rapid Test di Rumah Sakit

Dia menuturkan, jumlah RT di Kota Bekasi  sekitar 7.000. Sedangkan rapid test kit yang disiapkan 5.000 unit yang disebar untuk mewakili hampir 80 persen warga di setiap RT.

"(Rapit test kita) Itu kita sebar, kalau RT kita ada 7.000, kita punya 5.000 alat rapid berarti hampir 80 persen."

"Jadi kita bukan di luar saja pergerakan orang antar daerah tapi di dalam kita lakukan deteksi corona," katanya lagi.

Rahmat Effendi mengatakan, pendeteksian virus corona kepada warga sangat diperlukan untuk  pemetaan penyebaran dan menentukan langkah penanganannya.

BIN Gelar Rapid Test di Terowongan Kendal Menteng, yang Positif Langsung Diantar ke Wisma Atlet

Sudah 81.368 Warga Jakarta Ikut Rapid Test, 3.103 Orang Reaktif Covid-19

Seperti tes swab PCR di Stasiun Bekasi ditemukan tiga penumpang KRL positif virus corona.

"Jadi ini menandakan sebenarnya kita masih ada, belum bisa dikatakan landai dari covid-19," kata Rahmat.

Progres penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi sempat mengalami perlambatan, seusai selama tiga hari berturut-turut tidak ditemukan kasus baru.

Tanpa penambahan kasus virus corona itu terjadi pada 2-4 Mei 2020.

3.056 dari 80.192 Warga Jakarta yang Ikut Rapid Test Dinyatakan Positif Covid-19

Masuk Zona Merah, Ratusan Warga Kelurahan Kebon Kacang Jalani Rapid Test

"Memang upaya PSBB tahap kedua yang kita lakukan sudah ampuh. Tapi tentu harus terus patuh, untuk warga Kota Bekasi warga sebenarnya kita belum lepas, kita sebenarnya belom landai," kata Rahmat.

Pemkot Bekasi, kata Rahmat Effendi, terus gencar melakukan pendeteksian Covid-19, melalui rapid test maupun tes swab polymerasi chain reaction (PCR).

"Kita terus berjalan rapid test, PCR juga rencana kita akan lakukan lagi. Saya yakin semakin banyak dites, semakin banyak hasilnya yang positif," ucap Rahmat Effendi.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved