Virus Corona Jabodetabek
Sudah 81.368 Warga Jakarta Ikut Rapid Test, 3.103 Orang Reaktif Covid-19
Jumlah warga Jakarta yang mengikuti rapid test alias tes cepat Covid-19 terus bertambah.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Jumlah warga Jakarta yang mengikuti rapid test alias tes cepat Covid-19 terus bertambah.
Hingga Selasa (5/5/2020), tercatat ada 81.368 warga yang mengikuti rapid test.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, dari pengecekan itu, sebanyak 3.103 orang dinyatakan reaktif Covid-19, 78.265 orang dinyatakan negatif.
• Pasien Covid-19 di Jakarta Tambah Jadi 4.641 Orang, Sembuh 711, Meninggal 414
Bagi orang yang hasilnya dinyatakan positif, petugas akan membawanya ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk pengecekan lebih lanjut dengan test swab.
Pengecekan ini dianggap lebih akurat karena sampel swab dari hidung dan tenggorokan akan diperiksa memakai alat Polymerase Chain Reaction (PCR).
Dari pengecekan itu, petugas dapat memastikan keberadaan Covid-19 yang bersarang di hidung maupun tenggorokan seseorang.
• PASIEN Covid-19 di Indonesia Tembus 12.071 Orang, 2.197 Sembuh, 872 Meninggal
Sedangkan rapid test hanya melakukan pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.
Bila seseorang terkena serangan kuman, antibodi akan bereaksi sehingga hasilnya akan positif.
Begitu juga sebaliknya, bila tidak terkena serangan kuman, antibodi tidak akan bereaksi sehingga hasilnya negatif.
• Jumlah Penerima Tambah Hingga 150 Ribu KK, Nilai Paket Sembako di Kota Bekasi Kini Cuma Rp 127.854
“Rapid test dilakukan di enam wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP),” kata Ani saat jumpa pers yang disiarkan melalui YouTube, Selasa (5/5/2020).
Pelaksanaan rapid test ditujukan bagi orang yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular Covid-19.
Contohnya, tenaga medis dan orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP).
• Sama Sekali Tak Dapat Informasi, MAKI Makin Yakin Harun Masiku Sudah Meninggal Meski Tak Punya Bukti
Kemudian, orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien konfirmasi Covid-19, dan orang dalam pemantauan (ODP).
Seperti, seseorang yang mengalami demam di atas 38 derajat celcius atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti flu dan batuk.
Termasuk, orang yang memiliki riwayat perjalanan di area terdampak Covid-19 maupun dari luar negeri.
• Kementerian Ketenagakerjaan Akhirnya Tunda Kedatangan 500 TKA dari Cina Ke Sulawesi Tenggara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-rapid-test-virus-corona-1223.jpg)