Breaking News:

Virus Corona

1.908 Napi di DKI Jakarta yang Ikut Asimilasi Dipantau dengan Video Call

Ribuan narapidana itu memiliki latar belakang kasus yang bervariasi mulai dari pencurian hingga narkoba.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Andika Panduwinata
(Ilustrasi) Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang melakukan penggeledahan, terhadap kamar-kamar blok hunian narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 1.908 narapidana di DKI Jakarta mengikuti program asimilasi terkait pandemi Covid-19.

Mereka nantinya bakalan dipantau dengan menggunakan video call.

Kasie Bimbingan Klien Dewasa Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Timur-Utara Christin Sari mengatakan ada ribuan narapidana ikut program asimilasi di DKI Jakarta.

"Jadi untuk klien asimilasi kita yang terdata hari ini 1.908 orang, seluruh DKI Jakarta," kata Christin, Rabu (22/4/2020).

Ribuan narapidana itu memiliki latar belakang kasus yang bervariasi mulai dari pencurian hingga narkoba.

Sementara itu, 900 orang di antaranya terdata di Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara.

 Jadwal Belajar dari Rumah Lewat TVRI, Kamis, 23 April 2020, Ada Tayangan Tradisi Asli Nusantara

 Anies Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Masjid dan Agenda Bukber selama Ramadan di Masa Covid-19

 Temui Kejahatan di Masa Pandemi Covid-19? Laporkan ke Timsus Polda Metro Lewat Nomor Telepon ini

"Itu termasuk yang risalah daerah. Maksudnya risalah daerah itu yang kami terima dan dia pengawasannya di Bapas Daerah," ucap Christin.

Sementara untuk pengawasan, petugas Bapas melakukan pemantauan lewat video call untuk menjaga penerapan PSBB dalam hal physical distancing di tengah pandemi.

"Jadi dari pengawasan video call itu lah, karena kan kita saat ini tidak boleh kontak langsung nih. Jadi kita melakukannya lewat video call itu," kata Christin.

Adapun jangka waktu petugas melakukan pemantauan lewat video call untuk setiap klien pun berbeda-beda.

 Jokowi Bagi-Bagi Sembako di Jalan, Roy Suryo: Jangan Lupa Penduduk +62 itu 270 Juta Jiwa

 Larangan Mudik Dimulai 24 April sampai 25 Mei, Kemenhub Siapkan Sanksi

 Bagaimana Cara Membedakan Bantuan Provinsi atau Bukan? Ini Kata RIdwan Kamil

Petugas juga memantau dengan mendatangi tempat tinggal klien asimilasi.

"Kita hanya seminggu sekali, kadang dua hari sekali, kita melihat kondisinya juga," kata Christin.

Christin mencatat ada dua eks narapidana Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara yang kembali terjerat hukum usai program asimilasi ini dijalankan.

Satu di antaranya sudah dikembalikan ke LP Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved