Jumat, 10 April 2026

PSBB Bodebek

Banyak Warga Langgar PSBB, Wali Kota Depok Libatkan Ulama dan Ormas Islam Berperan Aktif

Demi kelancaran dan optimalisasi kebijakan PSBB, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengajak para tokoh agama untuk berperan aktif.

Penulis: Vini Rizki Amelia |
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Petugas gabungan TNI-Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok melakukan pengecekan kepada pengendara di hari pertama penerapan PSBB di Kota Depok di Perbatasan UI-Margonda, Rabu (15/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Demi kelancaran dan optimalisasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Wali Kota Depok Mohammad Idris mengajak para tokoh agama untuk berperan aktif.

Ajakan tersebut terlontar dari video konferensi bersama belasan organisasi masyarakat (ormas) Islam.

Beberapa diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Depok, PC Muhammadiyah Kota Depok, dan lainnya.

"Salah satu poin yang dibahas, kami mohon kemitraan dari para ulama, untuk turut menjelaskan kepada masyarakat, khususnya terkait kegiatan keagamaan saat PSBB ini," ujar Idris seusai konferensi video di kediamannya, Minggu (19/4/2020).

Idris menilai, pengemasan bahasa oleh para tokoh agama akan lebih mudah diikuti masyarakat.

 Wanita Ini Mengamuk Ketahuan Makan di Restoran Bandara, Kena Denda Rp 3 Juta Langgar PSBB

 CIUMAN di Singapura Langsung Denda Rp 6,5 Juta, Peringatan Hotman Paris Terkait Physical Distancing

 MENLU Amerika dan Inggris Peringatkan China untuk Terus Terang, Sebut Virus Corona dari Lab Wuhan

 WAKTU Berjemur di Jakarta yang Efektif Bukan Jam 09:00 atau 10:00, Ini Penjelasan Dokter Kulit RSCM

Karena itu, pihaknya sedang merekayasa kolaborasi antara kepolisian dan ulama.

Sejak PSBB diberlakukan pada Rabu (15/4/2020) lalu hingga memasuki hari ke lima ini, meski sudah berkurang dibandingkan hari pertama.

Namun masih ada saja pelanggaran yang dilakukan baik oleh pengendara maupun masyarakat yang keluar rumah untuk keperluang yang tidak penting.

Untuk itu, Idris mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan PSBB.

  Belasan Tahun Berkerja Nyaman di Konveksi, Kini Meyni Terancam PHK karena Pandemi Covid-19

Selain itu, bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemkot Depok berencana membantu para ustaz atau guru ngaji yang terdampak.

Nantinya, pihak Baznas akan mengambil bagian dalam mengakomodir infak mukayat yang diberikan kepada ustaz dan guru ngaji.

Rencana awal, bantuan akan diberikan pada 115 guru ngaji di Kota Depok. 

  Relawan Sandiuno Salurkan Bantuan Sembako dan APD ke Masyarakat dan Rumah Sakit Terkait Covid-19

"Tentu jumlah ini masih kurang, baik dari sisi jumlah penerima maupun uangnya. Karena itu, kami masih dalam melakukan proses pendataan siapa saja guru lekar yang terdampak Covid-19 ini," tuturnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved