PSBB Bodebek
Banyak Warga Langgar PSBB, Wali Kota Depok Libatkan Ulama dan Ormas Islam Berperan Aktif
Demi kelancaran dan optimalisasi kebijakan PSBB, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengajak para tokoh agama untuk berperan aktif.
Penulis: Vini Rizki Amelia |
WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Demi kelancaran dan optimalisasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Wali Kota Depok Mohammad Idris mengajak para tokoh agama untuk berperan aktif.
Ajakan tersebut terlontar dari video konferensi bersama belasan organisasi masyarakat (ormas) Islam.
Beberapa diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Depok, PC Muhammadiyah Kota Depok, dan lainnya.
"Salah satu poin yang dibahas, kami mohon kemitraan dari para ulama, untuk turut menjelaskan kepada masyarakat, khususnya terkait kegiatan keagamaan saat PSBB ini," ujar Idris seusai konferensi video di kediamannya, Minggu (19/4/2020).
Idris menilai, pengemasan bahasa oleh para tokoh agama akan lebih mudah diikuti masyarakat.
• Wanita Ini Mengamuk Ketahuan Makan di Restoran Bandara, Kena Denda Rp 3 Juta Langgar PSBB
• CIUMAN di Singapura Langsung Denda Rp 6,5 Juta, Peringatan Hotman Paris Terkait Physical Distancing
• MENLU Amerika dan Inggris Peringatkan China untuk Terus Terang, Sebut Virus Corona dari Lab Wuhan
• WAKTU Berjemur di Jakarta yang Efektif Bukan Jam 09:00 atau 10:00, Ini Penjelasan Dokter Kulit RSCM
Karena itu, pihaknya sedang merekayasa kolaborasi antara kepolisian dan ulama.
Sejak PSBB diberlakukan pada Rabu (15/4/2020) lalu hingga memasuki hari ke lima ini, meski sudah berkurang dibandingkan hari pertama.
Namun masih ada saja pelanggaran yang dilakukan baik oleh pengendara maupun masyarakat yang keluar rumah untuk keperluang yang tidak penting.
Untuk itu, Idris mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan PSBB.
• Belasan Tahun Berkerja Nyaman di Konveksi, Kini Meyni Terancam PHK karena Pandemi Covid-19
Selain itu, bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemkot Depok berencana membantu para ustaz atau guru ngaji yang terdampak.
Nantinya, pihak Baznas akan mengambil bagian dalam mengakomodir infak mukayat yang diberikan kepada ustaz dan guru ngaji.
Rencana awal, bantuan akan diberikan pada 115 guru ngaji di Kota Depok.
• Relawan Sandiuno Salurkan Bantuan Sembako dan APD ke Masyarakat dan Rumah Sakit Terkait Covid-19
"Tentu jumlah ini masih kurang, baik dari sisi jumlah penerima maupun uangnya. Karena itu, kami masih dalam melakukan proses pendataan siapa saja guru lekar yang terdampak Covid-19 ini," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemotor-di-depok-yang-berboncengan-tak-satu-alamat-dipaksa-turun150403.jpg)