Info Kementerian

Luhut: Pemerintah Tengah Siapkan Kebijakan 'Tidak Mudik, Tidak Piknik Lebaran 2020'

Kebijakan ini sebagai upaya pemerintah yang tengah fokus menangani pandemi virus corona atau covid-19.

TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/11/2018). 

"Merujuk pada arahan Pemerintah tersebut, mulai tanggal 23 Maret 2020 PT KAI memberlakukan kebijakan pengembalian bea pemesanan tiket 100%," kata Eva Chairunisa, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2020).

"Khusus bagi calon penumpang kereta api (KA) yang melakukan pembatalan perjalanan mulai tanggal 23 Maret untuk keberangkatan sampai dengan 29 Mei 2020," tambah Eva.

Kebijakan pengembalian bea pemesanan tiket 100 % ini berlaku bagi perorangan maupun rombongan.

Dengan melampirkan identitas dan bukti pembelian tiket melalui proses di Stasiun.

Sementara Bagi calon penumpang yang melakukan transaksi tiket melalui Aplikasi KAI ACCESS maka proses pembatalan dapat melalui aplikasi tersebut.

Atau tidak perlu datang langsung ke loket Stasiun KA Jarak Jauh.

Untuk pembatalan tiket rombongan dalam jumlah banyak ada beberapa persyaratan yang wajib dilampirkan, seperti:

1. Surat permohonan pembatalan yang dilengkapi nomor rekening pemohon untuk pengembalian uang muka.

2. Melampirkan berita acara kesepakatan yang ditanda tangani pemohon angkutan rombongan dan pihak KAI.

3. Pemohon angkutan rombongan menyerahkan bukti setor uang muka yang sudah dibayarkan.

4. Khusus rombongan tiket yang belum tercetak dan akan melakukan ubah jadwal diberikan kesempatan 1 (kali) dalam rentang waktu 90 (sembilan puluh) hari dari perjalanan yang dibatalkan, namun selama tempat duduk masih tersedia.

"Kebijakan ini merupakan salah satu dari beragam upaya yang telah dilakukan PT KAI Daop 1 untuk mencegah penyebaran virus Corona Covid 19 di lingkungan transportasi," jelas Eva.

Sebelumnya PT KAI Daop 1 juga telah menerapkan pengembalian bea 100 persen pada penumpang yang harus membatalkan perjalanannya karena kedapatan memiliki suhu badan diatas 38°C.

Adapun pemeriksaan suhu tubuh tersebut dilakukan di area boarding sebelum calon penumpang naik kereta.

Tiadakan Transaksi Tunai maupun Debit

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai hari Selasa, 24 Maret 2020 meniadakan seluruh transaksi tunai maupun debit.

Mulai dari top up hingga pembelian kartu di seluruh wilayah operasional.

Kebijakan itu diambil, pasca ditetapkanya status tanggap darurat bencana wabah COVID 19 melalui Keputusan Gubernur Nomor 337 Tahun 2020.

"Ini berarti seluruh pelanggan diwajibkan untuk memastikan memiliki kartu uang elektronik dengan saldo yang memadai ketika sampai di halte," kata Nadia Diposanjoyo Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, dalam siaran tertulisnya, Minggu (22/3/2020).

 Mengenal 18 Istilah Penting Tentang Corona, Jangan Salah Arti ODP dan PDP

 Tak Perlu Keluar Rumah, Beli Gas LPG Cukup Hubungi Call Center Ini, Langsung Diantar

 Sudah Siap! Mulai Senin 23 Maret RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Dioperasikan

 Ridwan Kamil Mulai Lakukan Tes Massal Covid-19, Door to Door dan Drive Thru, Begini Prosedurnya

Kebijakan tersebut, lanjut Nadia, diambil untuk memutus salah satu faktor penyebab penularan virus COVID-19 baik bagi pelanggan maupun karyawan yang bertugas.

Transjakarta juga memprioritaskan keberangkatan seluruh petugas kesehatan di wilayah DKI yang
menggunakan layanan bus Transjakarta.

Dengan menunjukkan kartu identitas tempat bekerja kepada petugas di lapangan.

"Selanjutnya Transjakarta mulai besok Senin, 23 Maret 2020 hanya mengoperasikan armada dan
melakukan layanan di seluruh koridor," kata Nadia.

"Seluruh layanan lain diluar koridor seperti angkutan pengumpan (feeder), mikrotrans, royaltrans, layanan perbatasan, layanan rusun, layanan khusus dan layanan wisata ditiadakan," lanjut Nadia.

Begitu juga layanan AMARI (Angkutan Malam Hari).

Waktu operasional juga dibatasi mulai Pukul 06.00 WIB pagi hingga 20.00 WIB malam.

"Tetap ikuti aturan yang berlaku di dalam layanan kami, dan kami mengharapkan kepada warga agar mengikuti anjuran Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengan tidak bepergian jika tidak darurat," jelas Nadia.

Layanan Pesan Antar LPG 

Pemerintah Indonesia sampai saat ini masih menerapkan Work From Home (WFH) atas kejadian penyebaran virus corona yang semakin meluas saat ini.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan status Jakarta Tanggap Darurat Bencana Virus Corona.

Masyarakat pun saat ini diminta untuk tetap di rumah.

Nah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pertamina membuka layanan pesan antar melalui call center.

Dikutip dari siaran tertulis Pertamina, Minggu (22/3/2020), Permintaan LPG baik subsidi maupun non subsidi di wilayah Marketing Operation Region III yang meliputi propinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat pada periode Januari 2020 sampai dengan minggu ke -2 Maret masih relatif stabil.

Di wilayah MOR III untuk periode Januari 2020 hingga 15 Maret 2020, pembelian LPG NPSO (non subsidi) bagi sektor ritel yang terdiri dari LPG Bright Gas 5,5 kilogram (Kg) dan 12 Kg, serta LPG tabung biru 12 Kg naik rata-rata 3%.

Dibandingkan konsumsi periode yang sama tahun 2019, atau total sekitar 41.000 metric ton (MT).

"Sementara itu, kebutuhan LPG subsidi 3 Kg untuk wilayah MOR III pada periode yang sama, cukup stabil, atau sama seperti tahun 2019 sekitar 410 ribu MT," kata Dewi Sri Utami Unit Manager Communication & CSR MOR III Pertamina.

Dewi menambahkan, pihaknya akan terus memantau sekaligus memastikan kecukupan pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dengan adanya himbauan pemerintah agar belajar dan bekerja di rumah serta membatasi mobilisasi keluar rumah, berimplikasi pada peningkatan permintaan untuk keperluan rumah tangga," kata Dewi.

"Sementara pelaku usaha makanan seperti kantin dan pujasera juga mengurangi pembelian LPG atau bahkan menutup sementara usahanya, sehingga permintaan secara total di masyarakat tidak berubah secara signifikan,” tambah Dewi.

Khusus untuk wilayah Jabodetabek, konsumsi LPG non subsidi hingga 15 Maret 2020 naik 8%.

Wilayah Bekasi dan Tangerang mencatatkan pertumbuhan permintaan terbesar yakni rata-rata 6% dengan kenaikan terutama pada produk Bright Gas 5,5 Kg.

Adapun permintaan dipenuhi melalui pembelian langsung maupun layanan pemesanan.

Layanan pemesanan LPG non subsidi melalui call center 135 juga mengalami kenaikan, dimana pada kurun waktu bulan Maret (hingga tanggal 18) terjadi peningkatan hingga 64 persen.

Dibandingkan pemesanan di Februari 2020. Yakni dari 159 pemesanan, menjadi 261 pemesanan.

"Layanan call center 135 adalah merupakan layanan antar produk Pertamina, salah satunya LPG non subsidi. Sehingga konsumen dapat memenuhi kebutuhan LPGnya tanpa perlu keluar rumah," jelasnya.

"Konsumen cukup menyebutkan produk yang diminati serta alamat antar, kemudian produk akan diantar dari Pangkalan/Agen LPG terdekat, dengan harga Rp 70.000 untuk Bright Gas 5,5 Kg dan Rp 145.000 Untuk Bright Gas 12 Kg dengan biaya pengantaran Rp 15 ribu per tabung," tambah Dewi.

Dia menambahkan, petugas pengantar LPG juga dibekali dengan alat pelindung diri dan kebersihan seperti masker dan sarung tangan, untuk menjaga dari resiko penyebaran virus Corona Covid-19.

“Untuk masyarakat yang membatasi aktivitas keluar rumah, kami siap memenuhi kebutuhan energi dengan hadir hingga ke rumah konsumen kami melalui program layanan antar Call Center 135,” kata Dewi.

Ditetapkan 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menetapkan Provinsi DKI Jakarta sebagai Tanggap Darurat Bencana Coronavirus Disease atau COVID-19.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat malam (20/3).

Penetapan status ini mengingat bahwa Ibu Kota Jakarta telah menjadi salah satu pusat wabah COVID-19.

"Pemprov DKI Jakarta setelah membicarakan bersama unsur Polda, Kapolda juga Pangdam, (dan) mendiskusikan dengan Ketua Satgas Percepatan COVID-19 di tingkat nasional, maka, hari ini Jakarta ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Bencana COVID-19," kata Anies dalam siaran tertulisnya di http://ppid.jakarta.go.id/.

"Ini ditetapkan untuk masa waktu 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang menyesuaikan dengan kondisi," tambah Anies.

Anies menjelaskan, langkah Pemprov DKI Jakarta ini sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

 Sindiran Iwan Fals pada Partai yang tidak Sanggup Bagi Masker saat ini, Beda saat Nyaleg

 Pria ini Ciptakan Kotak Disinfektan Cegah Corona Seperti di Vietnam, Cara Bikinnya Mudah

 Begini Nasib 67 Warga Pasca Besuk Pasien Virus Corona yang Meninggal di Rumah Sakit.

 Perut Nia Ramadhani dalam Video TikTok Disorot, Maia Estianty & Ayu Dewi Berkomentar

Hal ini pun menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi Jakarta pada masa pandemi infeksi COVID-19, di mana jumlah kasus positif COVID-19 dan angka kematian telah meningkat pesat.

"Hari ini situasi yang dihadapi di Jakarta berbeda dengan dua pekan lalu atau pekan lalu. Jumlah yang wafat disampaikan cukup banyak dan kita semua berduka, menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga," ujar Anies.

"Kemudian, jumlah kasus disampaikan jumlahnya cukup tinggi. Kita harus menghindari angka ini meningkat dan itu bukan semata-mata meningkatkan fasilitas kesehatan. Tapi, dengan menghentikan penularan," lanjutnya.

Oleh sebab itu, dengan status Ibu Kota Jakarta sebagai Tanggap Darurat Bencana COVID-19, Anies menegaskan agar seluruh komponen pemerintah.

 Prabowo Minta Sediakan Pesawat kepada Panglima TNI Untuk Angkut Alat Kesehatan Dari Shanghai Cina

 Jokowi Bangun Gedung untuk Pasien Virus Corona di Pulau Galang Ini Fasilitas dan Target Selesai

Yaitu, baik Pemprov DKI Jakarta bersama unsur TNI dan Polri akan bekerja sama mengendalikan penyebaran wabah COVID-19 di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Anies juga mengimbau masyarakat dan semua pihak di seluruh wilayah DKI Jakarta untuk bekerja sama dalam mencegah penyebaran COVID-19.

"Kita membutuhkan kerja sama dan dukungan (juga) dari masyarakat untuk bisa mengendalikan penyebaran COVID-19. Terus dikampanyekan dan harus dikerjakan oleh semua pihak secara disiplin, menjaga jarak aman atau social distancing. Ini mutlak dilakukan oleh semua," katanya.

"Bila sebagian tidak melaksanakan ini, maka efektifitas akan menurun, potensi penyebarannya akan terus meningkat. Jadi, saya berharap kepada seluruh masyarakat, dunia usaha, (serta) organisasi sosial (dan) keagamaan, ambil langkah drastis karena Jakarta statusnya sekarang Tanggap Darurat Bencana COVID-19," tambah Anies.

Di samping itu, Ketua Tim Tanggap COVID-19 Pemprov DKI Jakarta, Catur Laswanto turut memaparkan informasi terkini seputar COVID-19 di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Call Center Tanggap COVID-19 ataupun hotline menerima keluhan / laporan warga terkait COVID-19 sebanyak 640 orang.

Lalu sampai dengan pukul 17.00 WIB hari ini jumlah Orang Dalam Pemantau (ODP) adalah 1.028 orang.

"670 masih dipantau, dan 350 selesai, artinya sudah sehat. Kemudian, jumlah pasien dalam pengawasan mencapai 447 orang, 196 masih dirawat, dan 251 sudah pulang.

Adapun untuk total pasien yang dinyatakan positif di DKI Jakarta adalah sejumlah 224 orang, yang sembuh adalah 13 orang, dan meninggal 20," terangnya.

Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan, Dinkes DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan jajaran Kemenkes RI terkait dengan pelaksanaan kegiatan rapid test COVID-19, yang salah satunya telah dilaksanakan di Jakarta Selatan.

"Kami melaksanakan sesuai protokol yang dibuat oleh Kemenkes. Kegiatan rapid test adalah suatu kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan surveillance," katanya.

"Kami mendapatkan 520 unit untuk kegiatan surveillance tracing kontak ke lapangan. Saat ini ditunjuk sebagai uji coba di Jakarta Selatan. Turun bersama tim dari Kemenkes, yaitu Sudin Jaksel dan Puskesmas. Rapid test bukan mengumpulkan orangnya, tapi kunjungan," pungkasnya.

Jack Ma Bantu Indonesia

Penyebaran virus corona yang semakin meluas, Jack Ma miliarder China akan memberikan bantuan Indonesia. 

Bantuan tersebut didonasikan Jack Ma berupa perlengkapan alat medis.

Jack Ma yang merupakan pendiri raksasa e-commerce Alibaba tersebut bakal melakukan donasi melalui Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation.

Tak hanya Indonesia, Jack Ma juga bakal melakukan donasi berupa perlengkapan medis ke empat negara di Asia Tenggara.

Dilansir Kompas.com, kedua yayasan itu telah menghubungi Pemerintah Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand untuk mengajukan donasi perlengkapan medis.

Donasi ini bertujuan untuk mendukung upaya penanganan virus corona (Covid-19) di keempat negara tersebut.

Donasi ke negara-negara lain di Asia akan dilakukan seiring dengan upaya bersama mengatasi virus corona atau Covid-19.

“Kami bergandengan tangan dengan negara-negara tetangga kami di Asia untuk bersama-sama menghadapi Covid-19,” ujar Ma dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (19/3/2020).

 Begini Nasib 67 Warga Pasca Besuk Pasien Virus Corona yang Meninggal di Rumah Sakit.

 Perut Nia Ramadhani dalam Video TikTok Disorot, Maia Estianty & Ayu Dewi Berkomentar

 Prabowo Minta Sediakan Pesawat kepada Panglima TNI Untuk Angkut Alat Kesehatan Dari Shanghai Cina

 Jokowi Bangun Gedung untuk Pasien Virus Corona di Pulau Galang Ini Fasilitas dan Target Selesai

“Bersama dengan Alibaba Foundation, kami akan mengirimkan 2 juta masker, 150.000 test kit, 20.000 baju pelindung, dan 20.000 pelindung wajah ke Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Selanjutnya, akan diikuti dengan bantuan untuk negara-negara Asia lainnya. Go Asia!” lanjut dia.

Donasi ini diumumkan setelah pada Rabu (18/3/2020) Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation merilis pedoman digital bagi para tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

Jack Ma
Jack Ma (businessweek)

Pedoman ini memuat pelajaran dan pengalaman penting dari para dokter, tenaga medis, dan staf Rumah Sakit Rujukan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19 dan berperan penting dalam mengurangi penyebarannya di China.

Prabowo Minta Pesawat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta agar segera diturunkannya pesawat untuk mengambil alat kesehatan di Shanghai, Cina.

Permintaan itu ia ajukan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Tujuannya sebagai upaya dalam mengatasi wabah virus corona yang semakin meluas di Indonesia.

Dilansir Tribunnews, Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjutak, mengatakan permintaan tersebut bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses birokrasi antar pemerintah.

 KIsah Perjuangan Pasien Positif Corona di Tengah Ketidakpastian dan Kebingungan

 Dukung agar Masyarakat Tetap di Rumah, Ini Doa AA Gym untuk Tenaga Medis Corona

 Jokowi akan Manfaatkan Wisma Atlet Kemayoran dan Hotel jadi Tempat Perawatan Pasien Virus Corona

Dahnil mengatakan permintaan tersebut disampaikan Prabowo Subianto kepada Hadi Tjahjanto, Rabu (18/3/2020).

"Sobat sekalian kemarin (18/3/20) Menhan, Prabowo Subianto meminta penggunaan Pesawat TNI untuk mengambil alat-alat kesehatan dari Shanghai untuk mempermudah proses birokrasi G to G (antar pemerintah) yang cepat dibandingkan dengan penggunaan fasilitas lainnya dan bisa membantu Tim Gugus Tugas Covid-19 seperti yang diperintahkan Presiden RI Joko Widodo," kata Dahnil dalam keterangannya, Kamis (19/3/2020).

Dahnil menjelaskan alat-alat kesehatan dari Shanghai tersebut diantaranya maker n95 dan alat pelindung diri.

"Alat-alat kesehatan yang diambil di Shanghai, RRT berupa Disposable Masks, n95 Masks, Protective Clothing, googles, gloves, shoe covers, infrared thermometer, dan surgical caps," kata Dahnil.

Dahnil mengatakan alat-alat tersebut nantinya dipersiapkan untuk tim medis Kementerian Pertahanan, TNI, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan para dokter.

"Nantinya dipersiapkan bisa digunakan oleh tim medis Kemhan dan TNI untuk membantu Gugus Tugas Covid 19 dan para dokter yang sudah berjuang dilapangan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19)," kata Dahnil.

Di samping itu beredar juga di kalangan awak media sebuah surat berkop Kementerian Pertahanan, stempel Kementerian Pertahanan, dan tanda tangan Prabowo dengan nomor B/667/M/III/2020 tertanggal 18 Maret 2020.

Selain berisi permohonan dukungan pesawat dari Prabowo kepada Panglima TNI, dalam surat tersebut juga disebutkan yang menjadi dasar dari permohonan dukungan tersebut adalah Hasil Rapat Terbatas Pimpinan Presiden RI pada tanggal 16 Maret 2020 pukul 10.00 tentang penanganan Corona Virus Disease 2019 (covid-19).

Hingga berita ini diturunkan Tribunnews.com masih mencoba menghubungi Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi untuk mengkonfirmasi terkait surat permohonan dukungan pesawat tersebut mencari tahu terkait tindak lanjut dari permohonan tersebut.

309 kasus corona di Indonesia

 Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengungkap ada penambahan kasus baru virus corona di Indonesia hingga Kamis (19/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Angka kasus virus corona di Indonesia bertambah 82 kasus dari hari sebelumnya menjadi 309.

Sebelumnya, Rabu (18/3/2020), pemerintah mencatat ada 227 kasus virus corona di Indonesia.

"Total kasus hingga hari ini 309 orang," kata Acmad Yurianto dalam keterangan pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Dari 82 kasus baru tersebut tercatat penambahan kasus terbanyak terjadi di Jakarta.

Tercatat ada 52 kasus baru positif corona di Jakarta.

Baca: Hari Ini, RSPI Rawat 9 Pasien Positif Corona dan 6 Pasien Dalam Pengawasan

"Di DKI ada penambahan 52 kasus baru sehingga akumulasinya menjadi 210 orang," katanya.

Kemudian penambahan kasus baru terjadi di Banten sebanyak 10 orang, Yogyakarta 2 orang, Jawa Barat 2 orang, Jawa Tengah 4 orang, Jawa Timur 1 orang, Kalimantan Timur 2 orang, Kepulauan Riau 2 orang, Sumatera Utara 1 orang, Sulawesi tenggara 3 orang, Sulawesi Selatan 2 orang, dan Riau 1 orang.

Baca: Dokter Spesialis di RSUD Deliserdang Meninggal Karena Covid-19, 2 Dokter Lainnya Status Isolasi Diri

Sementara itu untuk pasien sembuh dilaporkan bertambah 4 orang sehingga totalnya hingga kini ada 15 orang penderita corona dinyatakan sembuh.

Semuanya pasien sembuh tersebut berasal dari DKI Jakarta.

Untuk angka pasien corona yang meninggal dunia pun mengalami peningkatan sebanyak 6 orang sehingga totalnya hingga saat ini ada 25 pasien corona yang meninggal dunia.

Penambahan 6 pasien meninggal dunia tersebut 5 orang berasal dari Jakarta dan satu orang dari Jawa Tengah.

Berikut rinciannya; 

Kasus positif virus corona

1. Bali: 1 orang

2 Banten: 27 orang

3. DIY: 5 orang

4. DKI Jakarta: 210

5. Jawa Barat: 26

6. Jawa Tengah: 12

7. Jawa Timur: 9

8. Kalimantan Barat: 2

9. Kalimantan Timur: 3

10. Kepulauan Riau: 3

11. Sulawesi Utara: 1

12. Sumatera Utara: 2

13. Sulawesi Tenggara: 3

14. Sulawesi Selatan: 2

15. Lampung: 1

16. Riau: 2

Total kasus: 309 Orang

Pasien sembuh:

DKI Jakarta 15 orang

Total pasien sembuh sembuh 15

Pasien meninggal dunia:

1. DKI Jakarta: 17 orang

2. Jawa Tengah: 3 orang

3. Bali: 1

4. Banten: 1

5. Jawa Barat: 1

6. Jawa Timur: 1

7. Sumatera Utara: 1

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Minta Panglima TNI Sediakan Pesawat Untuk Angkut Alat Kesehatan Dari Shanghai Cina
Penulis: Gita Irawan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jack Ma Kirim Bantuan Masker ke Indonesia"
Penulis : Mutia Fauzia

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Luhut: Kebijakan Tidak Mudik Tunggu Keputusan Presiden 
Penulis: Reynas Abdila

Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved