Breaking News:

2 Juta Obat Ilegal yang Disita Polres Metro Jakarta Utara Sudah Dicabut Izinnya oleh BPOM Sejak 2016

OBAT penenang ilegal dengan kandungan Trihexyphenidyl, telah dicabut izin edarnya sejak 2016 silam oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Konferensi pers pengungkapkan kasus obat-obatan ilegal di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (21/2/2020). 

OBAT penenang ilegal dengan kandungan Trihexyphenidyl, telah dicabut izin edarnya sejak 2016 silam oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kasubdit Penyidikan Napza BPOM Bhakti Eri mengatakan, pihaknya telah mencabut izin edar obat bermerek Hexymer dengan kandungan Trihexyphenidyl.

“Kita dari BPOM bisa memastikan bahwa ini sudah seharusnya tidak beredar."

PEMPROV DKI Ingin Monas Terkenal di Akhirat, Kata Sekda Tanggung Cuma Ngetop di Dunia

"Sejak 2016 kita cabut izin edarnya,” kata Eri, Jumat (21/2/2020).

Selain itu, perusahaan resmi obat tersebut pun sudah tidak memproduksi lagi.

Namun demikian, Eri enggan menyebutkan barang yang disita sebagai obat palsu.

Gelar Balapan Formula di Lokasi Cagar Budaya, Sekda DKI: Siapa yang Mau Ngerusak Monas?

“Silakan nanti tanya polres,” ujarnya.

Menurut Eri, obat semacam itu boleh diedarkan oleh apotek tertentu saja.

Itu pun bisa diberikan kepada masyarakat dengan syarat harus dilengkapi resep dokter.

Nodai Anak Sahabat Sampai 5 Kali, Pria Ini Bujuk Korban Pakai Video Porno dan Perhiasan Perak Murah

“Boleh tapi berdasarkan resep dokter."

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved