Formula E

Meski Sudah Disetujui Pusat, Ketua DPRD DKI Tetap Minta Balapan Formula E Tak Digelar di Monas

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar tak memaksakan balapan Formula E digelar di Monas.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Kementerian Sekretaris Negara pada Kamis (13/2/2020). Kedatangan Prasetio ke sana untuk melaporkan dugaan manipulasi soal surat rekomendasi pembangunan sirkuit Formula E di Kawasan Monas. 

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar tak memaksakan balapan Formula E digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada 6 Juni 2020.

Politikus PDIP ini menyebut, DKI sebetulnya memiliki tempat lain yang tak kalah panoramanya dengan kawasan Monas.

“Saya kira Jakarta memiliki banyak tempat yang tidak kalah mumpuni dan menarik untuk penyelenggaraan Formula E, selain di kawasan Monas,” kata Prasetio saat dihubungi, Minggu (16/2/2020).

TUKANG Donat Masih Jualan 5 Meter dari Area Terpapar Radiasi Nuklir di Perumahan Batan Indah

Prasetio mencontohkan, DKI masih memiliki tempat yang lapang dengan pemandangan indah, seperti Taman Impian Jaya Ancol, Kemayoran, ataupun Gelora Bung Karno (GBK).

Ketiga tempat itu ia nilai layak dijadikan sirkuit Formula E, karena selama ini menjadi tempat olahraga masyarakat ataupun pariwisata.

Selain mengampanyekan keberadaan mobil listrik, ajang mobil balap ini juga diyakini mampu menggenjot pendapatan dari pariwisata.

DIREKTUR Utama Jakpro Bilang Balapan Formula E Mahal Jika Dibandingkan Event Gratisan

Melalui kedatangan para turis dari berbagai negara, tentu bakal berimplikasi pada ekonomi lainnya seperti pajak restoran, hotel, belanja dan sebagainya.

“Formula E di Jakarta memang perlu, tapi penyelenggaraannya juga harus sesuai aturan dan tentu harus sesuai dengan rekomendasi pihak berwenang,” tuturnya.

Hal itu dikatakan Prasetio untuk menanggapi polemik soal pembangunan sirkuit Formula E di Monas, Jakarta Pusat.

BERAT Badan Naik, WNI Peserta Observasi di Natuna: Bapak-bapak TNI Baik Banget

Meski mendapat persetujuan dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, pembangunan di kawasan cagar budaya itu harus dikaji ulang.

Apalagi, rekomendasi dari Dinas Kebudayaan DKI soal pembangunan sirkuit diakui DKI ada kesalahan.

Seharusnya, rekomendasi itu dikeluarkan berdasarkan pertimbangan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI, namun DKI menulisnya berdasarkan pertimbangan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

KRONOLOGI Manchester City Dilarang Tampil 2 Musim di Kompetisi Eropa dan Didenda Rp 444 Miliar

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengakui ada kesalahan penulisan naskah surat yang diteken Gubernur Anies Baswedan untuk Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (11/2/2020).

Surat itu soal sirkuit Formula E di Monumen Nasional (Monas).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved