Liga Inggris

KRONOLOGI Manchester City Dilarang Tampil 2 Musim di Kompetisi Eropa dan Didenda Rp 444 Miliar

FEDERASI Sepak Bola Eropa (EUFA) menghukum Manchester City tak boleh tampil dua musim di kompetisi Eropa.

Editor: Yaspen Martinus
Antaranews
Manchester City 

FEDERASI Sepak Bola Eropa (EUFA) menghukum Manchester City tak boleh tampil dua musim di kompetisi Eropa.

Selain melarang City bermain dua musim di kompetisi Eropa, klub Liga Inggris tersebut juga didenda 30 juta euro (sekitar Rp 444 miliar).

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengungkapkan, City bersalah atas 'pelanggaran serius' aturan Financial Fair Play (FFP).

Jakpro Sebut Formula E di Monas Mendukung Perpres yang Diteken Jokowi

Keputusan ini menandai akhir penyelidikan panjang terhadap keuangan City.

Penyelidikan tersebut diluncurkan setelah munculnya serangkaian tuduhan bahwa City melanggar FFP, yang dirilis oleh media Jerman Der Spiegel pada November 2018.

Namun, City membantah melakukan kesalahan dan mengumumkan niat mereka untuk mengajukan banding atas keputusan UEFA tersebut.

WNI di Wuhan Sempat Berebut Makanan dengan Warga Setempat, Saat Imlek Malah Jadi Kota Mati

Berikut ini kronologi kasus FFP Manchester City berdasarkan rangkuman beIN sports, Sabtu (15/2/2020), dikutip dari antaranews:

November 2018: Der Spiegel merilis tuduhan pelanggaran FFP City.

Der Spiegel menerbitkan sejumlah artikel yang mengklaim juara bertahan Liga Inggris itu secara terang-terangan melanggar aturan FFP.

Media Jerman tersebut mengaku memperoleh informasi dari narasumber Football Leaks.

Der Spiegel mengklaim City melakukan kesepakatan sponsor senilai jutaan poundsterling dengan perusahaan-perusahaan Abu Dhabi, yang dimiliki oleh Sheik Mansour.

Bukan untuk Lawan Thailand dan UEA, Ini Tujuan Seleksi Timnas Indonesia Senior

Sheik Mansour adalah sosok yang berperan mengubah Manchester City menjadi sesukses sekarang, dengan mendatangkan pemain-pemain bintang sejak mengambil alih kepemilikan klub pada 2008.

Kesepakatan-kesepakatan sponsor tersebut dianggap berasal dari dana pribadi pemilik klub, dan dilakukan agar seolah-olah City aman dari jerat FFP, karena pemasukan mereka positif.

November 2018: UEFA memperingatkan penyelidikan FFP City dapat dibuka kembali

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved