Sabtu, 25 April 2026

Dukung Program Pemerintah, TOTO Bakal Genjot Ekspor ke AS, Jepang hingga China

Dukung Program Pemerintah, TOTO Makin Gencar Genjot Ekspor Tahun ini, TOTO Bakal Genjot Ekspor ke AS, Jepang hingga China

Editor: Agus Himawan
istimewa
TOTO Makin Gencar Genjot Ekspor Tahun ini, TOTO Bakal Genjot Ekspor ke AS, Jepang hingga China 

Persaingan pasar industri keramik sanitary di dalam negeri dinilai semakin kompetitif dengan adanya pemain-pemain baru di industri ini, baik yang berinvestasi di Indonesia maupun yang melakukan import.

Padahal, industri keramik sanitary di Indonesia sedang lesu dikarenakan rendahnya serapan lokal. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki), penurunan permintaan keramik sanitary dirasakan sejak akhir 2107.

Sebelumnya, produksi diserap pasar domestik sebesar 70 persen dan untuk ekspor sebesar 30 persen, tetapi sekarang porsi serapan lokal hanya sebesar 55 persen dan sisanya ekspor.

VIDEO: Bebas dari Tahanan, Nikita Mirzani Umbar Senyum Bahagia

Penahanan Ditangguhkan Jaksa dan Diizinkan Pulang ke Rumah, Begini Ungkapan Bahagia Nikita Mirzani

Pencuri Uang Kotak Amal Masjid Jami Al Hurriyah Terekam CCTV, Polisi: Pelaku Beraksi Seorang Diri

Perlambatan sektor properti di Indonesia disebut sebagai 'dalang' menurunnya serapan keramik sanitary. Selain itu, banyak pengembang properti dan juga konsumen, masih menganggap sanitary impor kualitasnya lebih baik dibandingkan produksi dalam negeri, terutama untuk segmen menengah ke atas. Padahal, pabrikan yang ada di Indonesia memiliki standar internasional yang kualitasnya tidak kalah dengan produk impor.

Tak hanya itu, masih belum terbitnya standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk wastafel juga
digadang menjadi hambatan bagi produsen dalam negeri untuk bisa bersaing dengan produk impor.

Saat ini, untuk keramik sanitary baru ada SNI untuk kloset duduk dan diberlakukan secara wajib,
sedangkan untuk produk lavatory atau wastafel belum ada aturan mengenai standar kualitas.

Produsen keramik sanitary di Indonesia yang memiliki afiliasi jaringan internasional, PT Surya Toto
Indonesia (TOTO) mengakui bahwa memang saat ini industri keramik sanitary tengah mengalami
kelesuan.

Namun, TOTO sebagai perusahaan yang telah berdiri di Indonesia sejak 1977, merubah strategi bisnisnya dengan menyasar ceruk pasar menengah ke bawah karena dari data yang idapatkan, produk segmen bawah TOTO banyak diserap oleh daerah Indonesia yang belum terjamah produk sanitary, dan menambah penjualan ekspornya ke negara Tiongkok, Amerika, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah.

Dijamin Banyak Orang, Penahanan Nikita Mirzani Ditangguhkan Jaksa dan Diizinkan Pulang ke Rumah

Seorang Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah

Berkas Belum Lengkap, Sidang Gugatan Class Action Banjir 2020 Dilanjutkan Senin 17 Februari 2020

Hal ini dilakukan seiring dengan program pemerintah Indonesia yang tengah menggalakan program ekspor guna menekan defisit neraca perdagangan. Tercatat di semester I-2019, penjualan ekspor TOTO justru naik 3,13 persen menjadi Rp245,46 miliar, sementara penjualan domestiknya menurun 18,05 persen (y-o-y) menjadi Rp744,27 miliar.

Menjanjikan

Presiden Direktur PT Surya Toto Indonesia (TOTO) Hanafi Admadiredja, dalam keterangan resmi, Senin (3/2/2020), mengatakan, “Pasar ekspor memang sangat menjanjikan. namun, kami akui bahwa pasar dalam negeri hingga saat ini masih menjadi penopang penjualan. Jika dilihat dari komposisinya, memang ekspor masih 20 persen dari total produksi.

Ditambahkan Hanafi, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan China masih menjadi negara tujuan utama
ekspor produk TOTO, beberapa negara lainnya juga memiliki pasar yang cukup potensial antara lain,
Vietnam, Singapura, Malaysia, dan negara-negara Timur Tengah. Walaupun masih ada tantangan-
tantangan yang harus dihadapi untuk ekspor, antara lain, masih lesunya ekonomi global dan perang
dagang antara AS dan China yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Marco Motta Terima Persija Bukan Soal Uang, Tapi Sepak Bola, Gajinya Pernah Mencapai Rp 9,1 Miliar

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, PT KCI Bagi-Bagi Masker di 31 Stasiun ke Pelanggan KRL

PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir

Lebih lanjut Hanafi mengatakan, “Tak hanya di luar negeri, pasar dalam negeri yang belum ada
perkembangan positif hingga saat ini, juga menjadi tantangan tersendiri untuk pertumbuhan bisnis
perusahaan. Untuk menghadapi penurunan penjualan dalam negeri, kami juga menyasar segmen
menengah ke bawah. Dengan strategi ini, diharapkan dapat mendorong produk-produk TOTO lebih
cepat terserap ke pasar. Produk segmen bawah banyak kami jual ke daerah-daerah di Indonesia yang
belum terjamah produk sanitary".

Setelah resmi melakukan proses produksi dari tahun 1991, kini PT Surya Toto Indonesia (TOTO) telah
memiliki lebih dari 3000 dealer yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. TOTO juga telah memiliki 3
pabrik di Indonesia yang berada di Serpong, Balaraja, dan Surabaya. Hingga saat ini, pabrik TOTO di
Balaraja menjadi yang terluas dan terbesar dengan memiliki lebih dari 27 hektare (ha) dan memiliki 8 lini produksi.

Hampir 95 persen produk TOTO yang terjual di pasaran diproduksi di pabrik Balaraja.
Pabrik yang memiliki lebih dari 2.500 orang pekerja ini telah mengadopsi teknologi terkini dan
terintegrasi antar semua lini produksi, dan telah berhasil memperoleh sertifikat dan penghargaan
internasional dan nasional, diantaranya ISO 14000, Japan Industrial Standard Certificate, dan Standar
Nasional Indonesia, TOP BRAND AWARD, ICSA 2007, BEST CUSTOMER AWARD.

Sudah 7 Bulan Ditahan dan Tidak Bertemu Anak, Begini Ungkapan Kesedihan YouTuber Rey Utami

VIDEO: Fraksi PDIP DKI Sayangkan Sikap Anies Ubah RTH di Pluit Menjadi Kawasan Kuliner

Raih Lebih 1 Juta Penonton, Akhir Kisah Cinta Si Doel Ikuti Jejak Box Office Imperfect dan NKCTHI

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved